
Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan. Pemegang saham menunjuk Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA menggantikan Arsal Ismail.
Bambang adalah seorang pensiunan TNI Angkatan Darat yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama PTBA. Lulusan Akademi Militer angkatan 1988 ini berasal dari Korps Infanteri dan pernah menempati berbagai posisi penting di lingkungan TNI.
Posisi terakhir yang dipegang Bambang sebelum mengakhiri karier militernya adalah Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Nasional (TNI). Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Pelatihan (Kodiklat) TNI.
Di sisi lain, jabatan Komisaris Utama PTBA kini dijabat oleh Ida Bagus Putu Dunia, mantan prajurit TNI Angkatan Udara yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Struktur Manajemen PTBA Terbaru Dari RUPST
Dewan Komisaris:
- Ketua Komisaris/Independen: Ida Bagus Putu Dunia
- Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
- Komisaris Independen: Suko Hartono
- Komisaris: Dalu Agung Darmawan
- Komisaris: Zaelani Komisaris : Ferial Martifauzi
- Komisaris: Lana Saria
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Bambang Ismawan
- Kepala Operasional dan Produksi: Ilham Yacob
- Kepala Keuangan dan Pengelolaan Risiko: Una Lindasari
- Kepala Sumber Daya Manusia dan Transformasi Perusahaan: Hennita Sitepu
- Kepala Pengembangan dan Pemrosesan Produk: Turino Yulianto
- Kepala Komersial dan Rantai Pasok: Mochammad Rifqi Hari Muji
Bagikan Dividen Sebesar 1,32 Triliun Rupiah
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada hari Kamis (11/6).
Besarnya dividen mencapai 45% dari laba bersih perusahaan yang sebesar Rp 2,93 triliun selama tahun 2025. Di sisi lain, sejumlah Rp 1,61 triliun atau 55% dari laba bersih ditetapkan sebagai cadangan laba untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta menjaga kelangsungan operasional perusahaan.
Selain menyetujui pembagian laba, para pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan agar sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Kepala Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Prayitno menyatakan, semua keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, memperkuat struktur modal, serta kelangsungan perkembangan bisnis.
"PTBA terus berupaya mempertahankan kinerja operasional yang maksimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat pengolahan batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi semua pihak terkait," kata Eko dalam pernyataannya yang dikutip Jumat (12/6).
Selama tahun 2025, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 42,65 triliun. Kinerja ini didukung oleh penjualan dalam negeri yang memberikan kontribusi sebesar 54% terhadap total pendapatan dan ekspor yang mencapai 46%.
Lima negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar PTBA sepanjang tahun lalu yaitu Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Dari segi neraca, total aset perusahaan pada 31 Desember 2025 mencapai Rp 43,92 triliun, naik sebesar 5% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang berjumlah Rp 41,79 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tetap sebesar 12% atau sekitar Rp 3,12 triliun.