
.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) tidak mungkin bisa menjaga kestabilan ekonominya tanpa mempertahankan keunggulan militer. Pendapat ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam tulisan opini diNew York Post edisi Selasa(23/6/2025).
"Jika Amerika kehilangan keunggulan militer yang tidak terbantahkan, maka penghematan anggaran sebesar apa pun tidak akan cukup untuk menjaga kesehatan ekonomi negara ini," tulis Hegseth dalam tulisan opini-nya.
Ia menekankan bahwa selama beberapa dekade, Pentagon telah mendukung kemakmuran Amerika Serikat, mulai dari memperkuat dominasi dolar hingga menjaga perdagangan global. Menurut Hegseth, kekuatan militer terbesar di dunia memberikan stabilitas, kepastian, dan keuntungan ekonomi yang hampir tak terbatas bagi AS.
Ia menjelaskan, keunggulan militer memungkinkan Washington untuk meminjam dana dengan kondisi yang menguntungkan, melakukan transaksi bebas, serta menentukan aturan perdagangan global. Tanpa keunggulan tersebut, menurut Hegseth, pasar, investasi, dan kesempatan kerja di Amerika Serikat mungkin terancam oleh ketidakstabilan.
"Ancaman terbesar terhadap keamanan negara Amerika saat ini adalah ketidakcukupan dana yang dialokasikan untuk pengeluaran militer," kata Hegseth.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan otomotif AS akan mulai memproduksi senjata, termasuk rudal jelajah Tomahawk dan sistem pertahanan udara Patriot. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan yang mendesak,
Sementara Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tindakan tersebut menunjukkan meningkatnya militerisasi ekonomi Amerika Serikat, setelah konflik di Timur Tengah dan pengiriman senjata ke Ukraina menghabiskan persediaan militer Washington.