Iklan

Baskara Mahendra: Jadi Aktor di Bawah Sorotan Publik

Wednesday, June 24, 2026, 9:35 AM WIB Last Updated 2026-06-24T10:37:45Z

Adrien Brody pernah menyampaikan dalam pidato penerimaan Oscar 2025 untuk kategori Best Actor bahwa dunia perfilman adalah pekerjaan yang rentan. Dari luar, profesi ini mungkin tampak menarik, namun kesuksesan bisa hilang kapan saja. Ucapan itu terdengar penuh makna sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik sorotan kamera, karier seorang aktor tidak pernah sepenuhnya aman.

Passion mungkin menjadi hal yang memotivasi semangat seorang aktor. Namun di balikpassion, terdapat proses lain yang tidak kalah penting. Bagi Baskara Mahendra, proses tersebut adalah pengamatan. Setiap proyek yang dikerjakannya menjadi kesempatan untuk memahami manusia, mulai dari cara mereka berpikir, berbicara, merespons emosi, hingga menjalani kehidupan.

Nama mulai menarik perhatian melalui filmBebas (2019) karya Riri Riza dan Mira Lesmana. Sejak saat itu, Baskara terus memperluas lingkup perannya dengan mencoba berbagai genre dan tokoh. Kemampuan pengamatan yang sama juga tampak dalam cara ia melihat karier. Di depan kamera, ia adalah seorang aktor yang harus memahami kehidupan orang lain. Namun di luar layar, ia juga menjadi figur publik dengan banyak penggemar, di mana perhatian terhadap popularitas sering kali mengganggu kehidupan pribadi, sesuatu yang ia anggap sebagai bagian dari risiko pekerjaannya.

Meskipun begitu, Baskara terus berupaya untuk tetap menjadi dirinya seperti dulu sebelum popularitas menghiasi perhatian publik. Ia masih menjadi penggemar setia klub sepak bola Arsenal, teman yang sering kali menjadi inisiator berbagai rencana pertemuan dan liburan, serta seorang pria yang kini menginjak usia 30-an dengan pemahaman yang lebih jelas mengenai tujuan hidupnya.

Dalam perbincangan bersama Cosmopolitan IndonesiaBaskara menceritakan pengalamannya dalam karier, cinta, persahabatan, serta pelajaran yang ia peroleh sepanjang perjalanannya.

Pada usia 30-an, apa yang paling Anda mengerti tentang diri sendiri yang tidak Anda ketahui saat berusia 20-an?

Yang paling berubah mungkin adalah tujuan hidup. Pada usia 20-an, saya belum benar-benar tahu apa yang ingin saya lakukan. Memasuki usia 30-an, saya merasa lebih jelas tentang apa yang ingin saya lakukan di masa depan.

Langkah-langkahnya juga telah lebih terperinci. Mungkin masih berupa baby steps dan berjalan perlahan, tetapi setidaknya saya tahu arah yang ingin saya tuju. Dulu mungkin saya belum mengetahui tujuan saya. Sekarang saya merasa lebih paham ke mana saya ingin melangkah.

Apa aspek diri Anda yang sering membuat orang terkejut ketika mulai mengenal Anda lebih dekat?

Banyak orang yang baru mengenal saya biasanya berjumpa di lokasi pengambilan gambar. Karena bekerja bersama selama sekitar sebulan, akhirnya kami menjadi akrab.

Mereka biasanya mengatakan saya cukup nakal dan suka bermain-main. Di lokasi syuting terkadang tidak ada banyak kegiatan dan bisa terasa membosankan.

Apa yang membuat Anda memilih untuk fokus pada profesi sebagai aktor dan meninggalkan pekerjaan di kantor?

Mungkin kembali pada sifat saya yang cepat merasa bosan dan sulit untuk tetap diam. Sebelum bekerja di kantor, saya pernah memiliki bisnis bersama ibu saya, kemudian bekerja sebagai manajer penjualan.

Saat ada kesempatan untuk mencoba berakting, saya merasa tertarik untuk menjelajahi hal yang baru. Awalnya hanya sekadar coba-coba, namun ternyata pekerjaan ini terus membawa proyek, karakter, dan cerita yang berbeda setiap kali, sehingga membuat saya tetap berada di bidang ini hingga saat ini.

Tentu saja ada rasa takut karena pada saat itu saya sudah memiliki penghasilan yang stabil. Saya memulai karier berakting dari bawah sebagai model iklan dan mengikuticasting sering kali setiap minggu. Bahkan saya pernah menetapkan target, jika dalam satu tahun pendapatannya tidak mampu mencapai penghasilan dari pekerjaan sebelumnya, saya akan kembali bekerja di kantor.

Alhamdulillah, karier saya berkembang dan saya menyadari bahwa saya benar-benar menikmati berakting. Kesadaran ini muncul setelah saya mencoba bidang ini di usia 23 atau 24 tahun. Menurut saya, tidak pernah terlambat untuk menemukan passion.passion.

Apa saja kendala terbesar dalam menjadi seorang aktor?

Menurut pendapat saya, semakin terkenal seseorang sebagai aktor, justru semakin sulit melakukan pengamatan. Padahal pengamatan merupakan bagian yang sangat penting dalam pekerjaan kita.

Saya tertarik mengamati orang-orang, bagaimana mereka berjalan, berbicara, menggunakan bahasa tubuh, atau berinteraksi. Semua hal tersebut bisa menjadi acuan dalam menciptakan karakter. Namun, ketika semakin dikenal oleh masyarakat, kesempatan untuk mengamati secara bebas mulai berkurang.

Setiap pekerjaan memiliki risiko dan tanggung jawab yang berbeda. Apa saja hal yang perlu Anda pertimbangkan saat menjalani karier sebagai seorang aktor?

Privasi. Saya memulai karier ini karena menyukai proses kreatifnya. Namun, dampaknya adalah menjadi dikenal oleh banyak orang dan harus membagikan sebagian ruang pribadi dengan publik.

Saya sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh banyak orang. Namun memang terdapat dampak berupa pengurangan privasi karena banyak orang ingin mengetahui kehidupan pribadi kita.

Dari berbagai peran yang telah Anda lakonkan, yang mana paling mirip dengan diri Anda?

Terdapat sebuah film yang saya syuting pada tahun ini. Kebetulan, masalah yang dihadapi tokoh dalam film tersebut cukup mirip dengan kejadian yang terjadi dalam kehidupan saya.

Oleh karena itu, saya pernah berdiskusi dengan sutradara mengenai cara agar saya tidak terlalu memasukkan diri saya ke dalam karakter tersebut. Bagaimanapun, saya tetap harus memberikan keadilan kepada karakter tersebut karena ia memiliki hidupnya sendiri dan bukan saya.

Namun saya tidak dapat menyangkal bahwa terdapat sedikit pengalaman pribadi yang saya gunakan saat memerankannya. Sayangnya saya belum bisa menceritakan lebih lanjut karena filmnya belum dirilis. Mungkin tahun depan.

Anda telah memerankan berbagai jenis tokoh. Jenis tokoh apa yang ingin Anda coba berikutnya?

Komedi. Sebenarnya saya pernah tampil dalam sebuah filmBebas yang mengandung unsur komedi. Namun saya masih ingin menjelajahi genre tersebut lebih dalam. Tidak harus murni komedi, drama komedi atau yang lainnya juga bisa.omantic comedy juga menarik.

Selain itu, saya juga tertarik untuk mencoba sebuah filmaction. Sampai saat ini saya belum pernah tampil dalam film yang benar-benar mengedepankanaction.

Siapa aktor yang menjadi panutan Anda dalam karier?

Saya sangat mengagumi penampilan Heath Ledger di The Dark Knight.Namun yang paling memotivasi saya biasanya bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses yang mereka lakukan dalam menemukan karakter.

Saya juga mengagumi apa yang dilakukan oleh Daniel Day-Lewis serta Adrien Brody. Saya selalu tertarik melihat sejauh mana seorang aktor berusaha memahami dan merasakan kehidupan dari peran yang mereka bawakan.

Anda masih mempertahankan akun LinkedIn. Apakah suatu saat nanti Anda berencana untuk membangun bisnis atau mengikuti bidang pekerjaan yang berbeda?

Beberapa tahun setelah mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran, saya sempat membuka akun LinkedIn kembali. Awalnya saya mempertanyakan apakah profil saya perlu diperbaharui atau tidak. Saya juga mencoba mengetahui apakah ada aktor luar negeri yang menggunakan LinkedIn secara aktif. Ternyata ada beberapa, meskipun jumlahnya tidak banyak.

Saya pernah mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama, namun akhirnya memutuskan tidak melakukannya karena dirasa belum cukup sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Jika ditanya apakah suatu saat saya akan kembali beraktivitas di dunia profesional di luar industri hiburan, saya tidak pernah menutup kemungkinan tersebut.Never say never. Saya lahir dari keluarga yang tidak terlibat dalam dunia seni, sehingga saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Seperti apa perfect date seorang Baskara Mahendra?

Saya seseorang yang sangat menghargaideep connection. Jadi buat saya, perfect dateadalah menikmati hidangan lezat sambil menjalani percakapan yang baik.

Saya benar-benar ingin memahami orang tersebut. Dari sana biasanya akan terlihat apakah hubungan ini akan berlanjut ke pertemuan kedua atau tidak.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa mencintai terasa semakin sulit pada usia 30-an. Bagaimana pendapat Anda?

Saya pikir itu benar. Pada usia 30-an, setiap orang biasanya telah memiliki tujuan hidup yang jelas. Ketika bertemu seseorang baru, kita tidak ingin mengganti tujuan yang telah kita bentuk. Demikian pula dengan mereka.

Tantangannya ialah bagaimana dua individu yang memiliki prioritas masing-masing dapat menemukan kesamaan untuk berjalan bersama.

Menurut Anda, apakah dating appmasih layak dipertimbangkan atau Anda lebih yakin bahwa cinta dapat berkembang di mana pun?

Menurut saya dating apphanyalah salah satu cara untuk mengenal seseorang. Pada akhirnya, yang menentukan adalah pertemuan langsung. Sama seperti saat ini banyak orang saling mengenal melalui pesan langsung di Instagram. Itu hanyalah alat komunikasi. Yang menentukan adalah apa yang terjadi setelahnya.

Kita sering mendengar kisah hubungan parasosial antara penggemar dan selebritas. Dari sudut pandang seorang seniman, bagaimana Anda menciptakan batasan hubungan yang baik dengan para penggemar?

Saya justru berusaha memandangnya dari sudut pandang sebagai seorang penggemar. Sebagai penggemar, saya selalu berupaya membedakan antara gambaran yang terlihat di media dengan kehidupan nyata mereka. Saya merasa penting untuk tidak merasa memiliki atau bersikap posesif terhadap sosok yang kita idolakan.

Sebagai pendukung Arsenal yang dikenal setia, apakah hal itu memengaruhi cara Anda melihat hubungan?

Saya telah mendukung Arsenal selama hampir dua dekade. Bahkan sebelum menjadi seorang aktor, saya sudah terlibat dalam komunitas Arsenal Indonesia. Banyak orang berseloroh bahwa penggemar Arsenal setia karena tetap mendukung klub yang lama tidak memenangkan gelar. Jika berbicara tentang kesetiaan, menurut saya hal itu memang merupakan nilai penting yang dimiliki oleh siapa pun.

Bagaimana awalnya Anda mengenal Kristo Immanuel, Lutesha, Jourdy Pranata, Agnes Naomi, dan Runny Rudiyanti?

Sebenarnya persahabatan ini terbentuk secara alami. Kami saling mengenal melalui berbagai proyek yang berbeda, lalu perlahan menjadi dekat. Awalnya kami sering berolahraga bersama, khususnya bermain padel. Setelah itu kami mulai sering berkumpul dan bermain.board game di apartemen saya.

Di dalam pertemanan, jenis teman apa yang Anda jadikan?

Mungkin saya lebih sering bertindak sebagai pemicu. Umumnya saya yang mengajukan ide tentang perjalanan, aktivitas, atau materi yang ingin dibuat bersama.

Bagaimana Anda mengatur keseimbangan antara kehidupan sosial dan privasi?

Saya berupaya menjalani kehidupan sehari-hari seperti orang kebanyakan. Jelas ada batasan privasi yang perlu dijaga, namun saya juga tidak ingin hidup dengan terlalu banyak keterbatasan. Jika saya benar-benar kehilangan segala bentuk kehidupan pribadi, saya merasa akan kehilangan rasa sebagai manusia biasa.

Apa tujuan yang ingin Anda wujudkan berikutnya?

Saya masih ingin mencoba berbagai genre yang belum pernah saya coba, misalnya komedi,romantic comedy, atau action.

Selain itu, saya juga tertarik untuk menjelajahi dunia di luar bidang akting. Jika harus memilih, mungkin saya ingin mencoba menjadi seorang produser karena saya cukup tertarik dengan sisi bisnis dalam industri film. Ini memberikan penutup yang kuat karena mengarah ke bab berikutnya dalam perjalanan karier.

 

Fotografer: Hadi Cahyono

Fashion Stylist: Dheniel Algamar

Text: Rayoga Akbar Firdaus

Stylist Busana: Elizabeth Alicia Terisno

Makeup Artist: Claudya Christiani

Hairstylist: Ichanaa

Lokasi: Le Cirque Jakarta

Komentar

Tampilkan