Iklan

Nyaris Menang Hadiah 250 Juta, Tukang Cukur Curiga Lihat Taufik Hidayat

Sunday, July 5, 2026, 12:29 AM WIB Last Updated 2026-07-05T04:52:38Z

Lomba Dedi Mulyadi untuk seseorang yang berhasil memberikan informasi tentang keberadaan Taufik Hidayat beberapa waktu lalu menjadi viral. Gubernur Jawa Barat tersebut bahkan berjanji akan memberikan uang sebesar Rp 250 juta.

Seperti yang diketahui, masyarakat sempat kaget dengan tindakan pelaku kekerasan terhadap Taufik Hidayat (30), yang ternyata menyekap kekasihnya sendiri bernama YTR. Mengejutkannya lagi, tindakan penyekapan dan penganiayaan tersebut telah berlangsung selama tiga tahun.

Taufik Hidayat pernah menjadi buron sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib. Dedi Mulyadi bahkan meminta agar Taufik Hidayat dihukum dan pernah mengadakan lomba bagi masyarakat yang bisa membantu aparat dalam menemukan lokasi tersangka.

Dedi mengungkapkan akan memberikan hadiah sebesar Rp 250 juta dari uang pribadinya kepada siapa pun yang mampu memberikan informasi yang benar hingga Taufik tertangkap.

"Saya memberi kesempatan kepada warga di mana pun berada untuk ikut serta mencarinya," kata Dedi, dilansir dari Kompas.com, Jumat (3/7/2026)

Dan siapa pun yang dapat menemukan Taufik Hidayat, menyerahkan dirinya kepada aparat, atau memberi tahu aparat tentang keberadaannya, saya menawarkan hadiah sebesar Rp 250 juta," tegasnya.

Namun, siapa sangka, nyatanya hampir saja seseorang berhasil memenangkan lomba Dedi Mulyadi. Ya, orang tersebut adalah Opa yang bekerja sebagai tukang pangkas rambut dari Tasikmalaya.

Sebelumnya, Taufik Hidayat dikenal dengan panggilan Opa pernah menggunakan jasanya untuk memotong rambut. Namun sehari setelah pengumuman sayembara, Taufik telah ditangkap terlebih dahulu oleh Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026).

Namun, Opa tetap menceritakan momen ketika Taufik Hidayat datang ke tempat pangkas rambutnya yang berada di Cimindi, Cimahi, Bandung. Pada saat itu, Taufik tiba setelah shalat Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

Kakek juga mengatakan bahwa ia pernah mencurigai sikap Taufik.

"(Taufik) mengenakan sweater yang sama seperti yang ditangkap. Dia membawa motor, memakai (masker)," kata Opa dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (2/7/2026).

 

Bahkan ketika ada pelanggan lain yang meminta Taufik mencukur, terlihat agak takut dan mengaku sakit perut.

Cemas pak, karena ada pelanggan yang ingin dipotong rambut, antre, dia cemas. Katanya (Taufik) "aduh sakit, sakit", memegang perut. Tangannya ke rambut, menutup wajah," tambah Opa.

Kakek bahkan sempat berdebat dan menyarankan cukur pendek saja karena ada benjolan di kepala Taufik.

Ya. Dia memang mencukur di sini (bagian atas kepala). Katanya (Taufik) "cukur pendek saja". Saya bilang sudah dihabiskan. Sudah sama saya dicukur habis, katanya (Taufik) "kok ini seperti Ronaldowati?".

Ucapan saya ini harus mengejar yang ini, yang pitak agar tidak terlihat, cukup botaki saja. Kata (Taufik) "jangan, potong dulu saja," kata Opa.

Setelah itu, Opa mulai memikirkan sosok pelanggan terakhirnya. Akhirnya Opa kaget ketika menyadari bahwa orang yang ia potong rambutnya adalah seorang buronan polisi.

Di dalam hati, saat sedang memotong, saya merasa orang ini terlihat familiar, lihat saja di mana. Saya melihat yang DPO itu, yaitu foto wajahnya yang tampan yang pertama, bukan yang asli (foto hasil editan). Saat malam tiba, setelah pulang, di rest area saya melihat lagi (media sosial) "oh benar, ini orang yang potong rambut sama saya," tutup Opa.

"Jadi kau tahu namanya Taufik setelah dia pergi, kau mencoba mengingat lalu melihat HP," tanya Dedi Mulyadi

Ya, dizoom, benar ini, saya lihat di alisnya ada codenya, benar ini orang, jawab Opa.

Akibatnya, jika saja dia tahu ada lomba Dedi Mulyadi lebih dini, Opa mengaku akan melaporkan ke polisi mengenai kedatangan Taufik.

"Saya tahu dari istri 'pak, ini pak Dedi sedang mencari seseorang, mengapa bapak kemarin menangkap si Taufik tidak ditangkap? kalau ditangkap akan dapat (uang)'," tegas Opa.

Komentar

Tampilkan