
Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memberikan pidato setelah meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, pada hari Senin (15/6).
Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan beberapa pandangannya mengenai harga pangan hingga aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya menjadi perbincangan hangat. Meskipun demikian, Megawati menegaskan bahwa dirinya dan Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki perselisihan.
Di tengah kritiknya terhadap situasi ekonomi, Megawati secara khusus menegaskan bahwa dirinya bukan lawan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia memberikan bukti hubungan dekat mereka saat perayaan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, untuk membantah upaya pihak mana pun yang ingin memperburuk hubungan antara keduanya.
"Pak Prabowo dan saya adalah teman dekat. Tapi seharusnya kita dipisahkan, menjadi teman ya menjadi teman, tapi dalam berpolitik kita bisa melakukan apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan lawannya, dia adalah teman saya," katanya.
"Kamu lihat kan, tanggal 1 Juni? Aku sedang bersama dia, tertawa-tawa. Mari, apa maksudnya? Tidak ada. Nanti orang-orang teman-temannya yang ingin memancing (membenturkan), 'Oh Ibu Mega itu mencoba seperti itu untuk melawan Pak Prabowo'. Nanti saya bisa menjawabnya. Jangan begitu dong! Kalian harus berani, karena negara kita ini memiliki sistem hukumnya," jelas Megawati.
Fokus pada Harga Makanan hingga Demonstrasi Mahasiswa
Di dalam pidatinya, Megawati menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini.
Megawati memberikan contoh khusus terkait cabai yang dilaporkan mencapai Rp 180.000 per kilogram di beberapa wilayah. Di depan ribuan kader dan pendukung yang memenuhi halaman Istana Gebang, Megawati mengakui bahwa harga kebutuhan pokok sedang meningkat tajam.
Ia bahkan berbicara langsung dan meminta penonton menyebutkan harga cabai di daerah masing-masing.
Apakah harga di sini sudah naik atau belum? Berapa harga cabainya? Seratus ribu? Enam puluh ribu? Di daerah timur saya mendengar bahwa harga cabainya Rp 180.000.Sudah saatnya berhenti makan cabai(tidak perlu lagi mengonsumsi cabai)wes ora usah. Atau bagaimana? Mulailah menanam cabai di rumah sendiri," kata Megawati.
Namun, ia menegaskan bahwa dalam menyampaikan keluhan mengenai kebijakan ekonomi, masyarakat dan kader partai perlu memahami prosedur serta etika dalam sistem hukum tata negara, terutama karena PDIP saat ini berada di luar pemerintahan.
"Saya tahu harga sudah meningkat. Tapi saya juga memahami prosedur yang berlaku. Saya tidak berada dalam pemerintahan. Ya, saya akan menyampaikannya, tetapi ke siapa? Ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan. Itu saja. Apa itu disebut? Itu prosedur, apa namanya? Etika dan moral," tegasnya.
Di sisi lain, Megawati juga menyoroti perkembangan demokrasi saat ini, termasuk kegiatan penyampaian pendapat oleh mahasiswa seperti yang dilakukan BEM UI. Sebaliknya mengkritik gerakan mahasiswa, Megawati justru mengkritik pengawasan ketat dari aparat keamanan dan meminta seluruh komponen bangsa untuk mencontoh keberanian mahasiswa dalam bersikap tegas tanpa rasa takut di negara demokratis.
Kemarin saya melihat BEM UI melakukan demonstrasi. Wah, mengapa saya jadi berpikir 'inisopo toh yo? Ya apa boleh buat, polisinya saja, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya pikir begini, mahasiswa itu masuk bukan sebagai warga negara Indonesia? Masuk! Itu menunjukkan apa? Hati kalian tidak kuat! Jadi seharusnya tidak perlu takut. Jika benar maka benar, jika tidak maka tidak. Nah saya berani berkata demikian, lalu saya ingin ditangkap? Ayo! Di sini ada polisi? Panggil saja!” kata Megawati.
Ia menekankan perlunya semangat kemandirian yang harus dimiliki oleh warga negara.
Isu Harga Pangan: Kekhawatiran terhadap Petani

Selain menggarisbawahi kenaikan harga di tingkat masyarakat, Megawati juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi para petani yang dianggap sebagai "Soko Guru" bangsa. Mengambil pelajaran dari konsep Marhaenisme yang diajarkan Bung Karno melalui dialognya dengan Pak Marhaen di Bandung, Megawati menekankan perlunya mengorganisasi petani agar dapat mandiri dan mampu mencapai kedaulatan pangan.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan perintah yang telah dikeluarkannya sejak tahun 2021 kepada seluruh struktur partai untuk memperkuat penanaman 10 jenis tanaman pangan pendamping beras guna menghindari ancaman kelaparan.
"Sejak 2021 menjabat sebagai Ketua Umum, saya telah memberikan perintah kepada seluruh wilayah untuk menanam 10 jenis tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa yang sudah melaksanakannya? Jangan merasa sombong jika menjadi anggota PDI Perjuangan. Kalian tidak malu kepada saya? Usia saya hampir mencapai 80 tahun, tapi saya masih mampu berteriak seperti ini. Baguslah kalian semangat!" katanya.
Megawati mengingatkan kembali pesan pokok dari Bung Karno bahwa urusan kebutuhan rakyat adalah prioritas utama yang harus dipenuhi untuk menghindari terjadinya keributan.
"Artinya nomor satu bagi rakyat adalah makanan. Itulah mengapa tadi saya bertanya apakah harganya sudah naik atau belum," tutupnya.
Pengesahan renovasi Istana Gebang yang dihadiri oleh ribuan kader dan pemimpin partai berjalan dengan penuh kesan. Setelah pidato dan pengucapan sirine selesai, Megawati bersama keluarganya, jajaran petinggi partai, serta sahabatnya, masuk untuk mengelilingi dan meninjau interior rumah masa kecil Bung Karno tersebut.