Iklan

Kericuhan di Gerbang Pancasila DPR, Aksi Bakar Ban Mahasiswa Berujung Pelemparan

Monday, June 15, 2026, 10:58 AM WIB Last Updated 2026-06-15T12:16:48Z

Demonstrasi mahasiswa di Gerbang Pancasila, Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, berlangsung penuh ketegangan dan sempat memanas, Senin (25/6) sore. Kondisi yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau setelah massa melakukan aksi membakar ban bekas dan beberapa atribut demonstrasi di depan pintu masuk utama.

Ketegangan semakin memuncak ketika aparat kepolisian dari dalam kompleks Parlemen berusaha mengambil tindakan keras untuk mengatasi situasi tersebut.

Awalnya, para mahasiswa berkumpul untuk menyampaikan pendapat mereka di depan Gedung DPR RI. Namun, keadaan mulai memburuk ketika api dari pembakaran ban semakin besar. Petugas kepolisian yang berjaga di balik pagar kemudian mengambil tindakan untuk memadamkan api tersebut demi menjaga keselamatan.

Kekakuan di Pintu Pancasila DPR RI

Massa yang terpicu akibat penggunaan alat pemadam api mulai melemparkan berbagai benda ke area dalam gedung DPR RI. Mulai dari botol minuman, pipa, dan benda lainnya mereka lemparkan. Sejumlah mahasiswa juga mulai menggoyang-goyang pagar besi Gerbang Pancasila dengan emosi tinggi, berusaha merobohkannya agar bisa masuk.

Personel polisi tetap berada di posisinya sambil terus berupaya mengatasi kobaran api yang kembali menyala akibat tindakan para demonstran. Bentrokan fisik berhasil dihindari berkat adanya pagar pembatas yang cukup kuat.

Kondisi Terkini di Depan Gedung DPR MPR

Meskipun sempat reda, perkelahian kecil kembali terjadi berulang kali di lokasi yang sama. Setelah api padam karena tindakan aparat kepolisian, massa kembali menyalahkan api, namun tidak lama kemudian api tersebut kembali dipadamkan oleh pihak kepolisian.

Tidak lama kemudian, para mahasiswa kembali meredakan kepalanya. Mereka kemudian melakukan pemantapan hingga akhirnya memutuskan untuk bubar pada pukul 17.30 WIB.

5.955 Anggota Kekuatan Bersama Mengawasi Demonstran

Sebelumnya dilaporkan, gelombang aksi demonstrasi kembali diadakan di Jakarta hari ini, Senin (15/6). Sebanyak 5.955 personel gabungan langsung dikerahkan ke berbagai titik strategis di kawasan Jakarta Pusat.

Selain itu, elemen massa yang turun antara lain Aliansi PERISAI dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul serta BEM Trisakti.

Petugas gabungan ditempatkan di tiga titik utama yang menjadi pusat kumpulan massa. Yaitu, kawasan Silang Selatan Monas, gedung DPR-MPR RI dan wilayah Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pengamanan skala besar ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap stabil serta memastikan kelancaran arus lalu lintas selama penyampaian aspirasi masyarakat.

Pengamanan dilibatkan oleh elemen Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, serta komponen Pemerintah Daerah (Pemda).

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, kehadiran ribuan personel ini murni sebagai bentuk pelayanan guna menjaga ketertiban bersama. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapatnya.

"Kami menyiapkan petugas untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan teratur. Kami menerapkan pendekatan yang humanis, persuasif, serta tetap menjunjung keselamatan warga maupun petugas di lapangan," kata Reynold, Senin (15/6).

Menghadapi ketegangan di lapangan, Reynold memberikan perintah tegas kepada seluruh bawahannya untuk tetap tenang. Profesionalisme menjadi hal yang sangat penting dalam pengawalan aksi demonstrasi ini.

"Laksanakan pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan keluhan secara baik sesuai aturan, serta tetap menjaga kohesi dalam pelaksanaan pengamanan," katanya.

Di sisi lain, Kapolres juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh komponen mahasiswa dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam aksi agar tidak merusak jalannya demonstrasi dengan tindakan yang tidak terkendali.

"Kami menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun kami mengimbau seluruh peserta demonstrasi agar tetap menjaga keteraturan, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mematuhi peraturan yang berlaku," ujarnya.

Komentar

Tampilkan