Iklan

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Kerten Solo, Bau Menyengat dari Selokan

Tuesday, July 7, 2026, 6:54 AM WIB Last Updated 2026-07-07T10:35:55Z
Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Kerten Solo, Bau Menyengat dari Selokan
Ringkasan Berita:
  • Jenazah bayi yang diduga baru lahir ditemukan dibungkus kantong plastik hitam di saluran air depan rumah penduduk di Kelurahan Kerten, Laweyan, Sabtu (4/7/2026).
  • Awal penemuan terjadi ketika warga mencium bau yang sangat menyengat dan kemudian mencari sumbernya hingga menemukan mayat bayi di saluran air.
  • Tim Inafis telah melakukan penggeledahan di lokasi kejadian, jenazah dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi.
 

Liputan Jurnalis, Ahmad Syarifudin

, SOLO -Bau yang sangat menyengat tercium dari saluran air di depan rumah warga Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, mengungkap ditemukannya seorang bayi yang terbungkus dalam kantong plastik hitam, Sabtu (4/7/2026).

Sopir Ambulans Muslimun Rayhan Adyatma, Muslimun, menyampaikan bahwa jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan setelah masyarakat berupaya mencari sumber bau yang sangat menyengat.

"Indikasinya baru lahir, saya menemukannya masih sangat kecil. Ada bau yang menyengat dan terus dicari hingga ketemu. Di depan rumah warga tersebut ada jalan masuk, di bawahnya ada saluran air," katanya.

Muslimun mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan tentang ditemukannya jenazah bayi sekitar pukul 16.26 WIB.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Ambulans Muslimun Rayhan Adyatma segera berangkat ke lokasi dan tiba sekitar pukul 16.40 WIB.

"Ada laporan bahwa jenazah bayi ditemukan di saluran air di wilayah Kerten. Selanjutnya, tim Inafis dan Polsek sudah tiba di lokasi, kemudian ambulans juga segera datang ke tempat kejadian," ujarnya.

Pembuang Bayi Dicari Polisi

Saat tiba di lokasi, petugas kepolisian bersama tim Inafis telah melakukan penggeledahan tempat kejadian perkara (TKP) serta berbagai pemeriksaan untuk mengumpulkan bukti.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah bayi dievakuasi sekitar pukul 17.10 WIB dan dibawa ke Instalasi Forensik RSUD Dr. Moewardi menggunakan Ambulans Muslimun Rayhan Adyatma.

"Yang melakukan evakuasi adalah pihak kepolisian, relawan, dan ambulans, tetapi membawa korban ke forensik menggunakan Ambulans Muslimun," jelasnya.

Saat ini, penyelidikan terhadap kasus penemuan jenazah bayi masih dilakukan oleh aparat kepolisian guna mengetahui penyebab kematian serta pihak yang diduga melakukan pembuangan terhadap bayi tersebut.(*) 

Komentar

Tampilkan