Iklan

IHSG Diprediksi Naik, ADRO, ASII, ISAT Jadi Favorit Analis

Saturday, June 13, 2026, 5:37 PM WIB Last Updated 2026-06-13T07:06:33Z

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami kenaikan dalam perdagangan hari ini, Jumat (12/6). Bersamaan dengan itu, para analis menyarankan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII) serta PT Indosat Tbk (ISAT).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menganggap, indeks bisa terus mengalami peningkatan jika supportminor di tingkat 5.519 tetap bertahan.

"Indikator MACD menunjukkan adanya tekanan yang seimbang," ujar Ivan dalam keterangan yang dikutip Jumat (12/6).

Ia memperkirakan level supportIHSG berada pada angka 5.314, 5.052, dan 4.858, sementara tingkatannyaresistancepada tingkat 6.264, 6.545 dan 6.787.

Supportmerupakan wilayah harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik terendah pada suatu masa. Ketika menyentuhsupport, harga biasanya akan kembali meningkat karena peningkatan permintaan.

Sedangkan resistanceadalah tingkat harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik puncak. Ketika saham mencapai level ini, biasanya terjadi penjualan besar sehingga laju kenaikan harga terhambat.

MACD merupakan alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren serta kekuatan pergerakan harga saham.

Di pasar saham hari ini, Ivan menyarankan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menganggap IHSG secara teknis berpotensi membentuk Golden Cross dan ditutup di atas garis MA5 serta MA10. Dengan demikian, indeks masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan kenaikannya dengan mencoba level 5.900 hingga 5.950.

Di sisi lain, sentimen lain yang menurut Phintraco Sekuritas berdampak pada pergerakan IHSG adalah langkah terbaru pemerintah terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah sedang melakukan penataan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pelaksanaan program (MBG) dalam upaya meningkatkan efisiensi anggaran.

Dengan mengatur data dan menyelaraskan SPPG, pemerintah yakin mampu mengurangi biaya operasional. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penghematan anggaran program MBG menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal sebesar Rp335 triliun.

Sampai Mei 2026, realisasi program MBG telah mencapai Rp88,15 triliun, meningkat sebesar 17,53% dibandingkan dengan Rp75 triliun pada April 2026. Jika penghematan anggaran MBG dapat dilakukan secara signifikan, diharapkan mampu mengurangi defisit APBN.

Sementara itu, penjualan eceran mengalami penurunan sebesar 3,7%year on year(yoy) pada April, setelah naik 3,4% di bulan Maret 2026. Ini merupakan penurunan pertama sejak April 2025, yang menunjukkan kondisi melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar yang tidak subsidi.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Komentar

Tampilkan