
Harapan besar dari atlet putra dalam Australian Open 2026 nyaris pupus akibat pemain asal Tiongkok yang dianggap tidak terduga. Alwi Farhan menjadi senjata utama untuk menuntaskan pertandingan final.
Indonesia berusaha meraih gelar juara dalam nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri pada babak final Australian Open 2026 yang akan dihelat pada hari Minggu (14/6/2026) di Quaycentre, Sydney, Australia.
Di pertandingan final tunggal putra, fokus tertuju pada Alwi Farhan yang akan menghadapi Dong Tian Yao (Cina).
Tidak mengenal nama lawannya? Wajar saja. Karena Dong Tian Yao bukan bagian dari tim utama tunggal putra Tiongkok yang sering tampil di ajang besar.
Tidak hanya dibandingkan dengan tokoh seperti Shi Yu Qi (peringkat 1 dunia), Li Shi Feng (peringkat 8), atau Weng Hong Yang (peringkat 15), Dong Tian Yao masih jauh tertinggal.
Pemain berusia 23 tahun ini berada di peringkat ke-73 dunia, bahkan menempati posisi ke-8 di antara atlet tunggal putra Tiongkok.
Namun, performa yang baiknya menunjukkan bahwa pemain dari Naga tidak boleh dianggap remeh.
Dong berhasil mengalahkan atlet-atlet tangguh seperti Anthony Sinisuka Ginting, Chou Tien Chen, Ng Ka Long Angus, dan Moh Zaki Ubaidillah.
Indonesia menggigit jari setelah dua dari tiga unggulannya tersingkir oleh pemain yang sebelumnya belum pernah tampil di babak utama kompetisi tingkat Super 500 ini.
Ginting yang lebih tua kalah dalam babak pertama dengan skor 15-21, 15-21.
Sementara Ubaidillah, atau dikenal sebagai Ubed, yang mewakili generasi bintang baru bersama Alwi Farhan harus kalah dari lawannya dengan skor 19-21, 21-9, 18-21 di babak semifinal.
"Di akhir pertandingan ketiga saya sedikit terkejut karena dia mulai mempercepat ritme dan variasi serangannya cukup beragam," kata Ubed melalui PBSI.
Ia lebih berani dan lebih agresif dalam poin-poin penting.
"Di turnamen ini dia memang tampil sangat mengesankan, dia telah mempelajari pertemuan pertama kami tahun lalu," kata Ubed merujuk pada kemenangannya atas Dong di final Indonesia Masters Super 100.
Kemampuan Dong Tian Yao dalam mengubah keadaan selama pertandingan juga disampaikan oleh Ginting.
"Pada awalnya kami sempat unggul, tetapi dia mencoba mengubah strategi dan gaya bermainnya," kata mantan pemain peringkat dua dunia ini.
Ia lebih menggencarkan tekanan dan saya tidak mampu melepaskan diri dari tekanan itu.
Alwi Farhan diharapkan tidak terjebak dalam permainan Dong saat bertemu untuk pertama kalinya pada final Australian Open 2026 siang ini.
Alwi berkomitmen untuk memperoleh gelar kedua tahun ini setelah sebelumnya berhasil meraih gelar di Indonesia Masters Super 500 pada bulan Januari lalu.