Iklan

Beragam Pidato Prabowo di Sekolah Rakyat Tabanan Bali

Wednesday, June 10, 2026, 10:21 AM WIB Last Updated 2026-06-10T11:01:22Z

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada hari Minggu (7/6).

Pantauan Di lokasi, Prabowo tiba sekitar pukul 11.43 WITA. Ia mengenakan pakaian safari berwarna cokelat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf langsung menyambut kedatangan Prabowo.

Memasuki kawasan sekolah, Prabowo disambut oleh sejumlah murid yang telah berbaris rapi menunggu kedatangannya. Siswa-siswa tersebut memberikan yel-yel di depan Prabowo.

Beberapa siswa juga menampilkan tarian Kecak di depan Prabowo. Prabowo kemudian berjabat tangan satu per satu dengan siswa yang mempersembahkan tarian Kecak tersebut.

Yang turut serta dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.

Prabowo: Diejek Tidak Apa-apa

Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak orang yang meremehkannya. Cemoohan tersebut bahkan masih ia terima meskipun telah menjabat sebagai pemimpin negara.

Awalnya, Prabowo menyebut kisah seorang siswa SRMP 17 Tabanan, Gede Bagus, yang mengakui sering dihina sebelum masuk ke Sekolah Rakyat.

"Terima kasih sebelumnya, Gede Bagus, dulu kamu dihina tidak apa-apa, tidak apa-apa dihina. Apalagi kamu, saya sering dihina, hingga kini, bahkan presiden juga sering dihina, tidak apa-apa," ujar Prabowo.

Prabowo mengingatkan Gede Bagus untuk tetap kuat menghadapi ejekan tersebut. Prabowo menyampaikan bahwa ejekan sebaiknya dijawab dengan sikap sopan dan santun.

"Yang utama adalah hatimu tetap kuat, hati kita baik. Jika kita dihina, kita balas dengan sopan dan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, bersikap sopan, jangan merasa kecil hati," katanya.

Prabowo juga mengingatkan seluruh siswa agar dapat memanfaatkan peluang untuk belajar di Sekolah Rakyat secara optimal.

"Kita bekerja dengan keras. Semua orang juga bekerja keras. Siswa dan siswi belajar dengan baik, tekun, serta disiplin. Taat kepada guru, selalu mencintai orang tua kalian. Orang tua kalian bekerja keras demi kalian," kata Prabowo.

"Apapun pekerjaannya, itu sangat mulia. Kau harus menunggu mengangkat orang tuamu, kau adalah harapan orang tua. Belajar, belajar, dan belajar dengan baik, hormati guru, cintai orang tua, selalu rukun dengan teman, selalu baik kepada orang lain, sopan dan santun," tambahnya.

Bicara Hidup Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sektor pendidikan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, memperkuat bidang ini membutuhkan upaya dan anggaran yang besar.

Pada awalnya, Prabowo menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat dibentuk guna membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan finansial dalam memperoleh pendidikan.

"Maka pembangunan kita sebagai sebuah bangsa bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang layak dan baik bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.

"Oleh karena itu, upaya untuk membuat rakyat hidup dengan baik dan layak adalah usaha yang sangat besar. Kita perlu berusaha keras di seluruh sektor," ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan, seluruh sektor pada dasarnya memerlukan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dianggap sebagai fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semua sektor perlu kita tingkatkan dalam hal pendidikan dan pelatihan. Ini merupakan upaya yang besar, dan memerlukan dana," katanya.

"Oleh karena itu, pemerintah dan para pemimpin harus bekerja keras, uang harus dipergunakan secara hemat, harus dijaga dengan baik, kekayaan negara harus dilindungi. Negara kita sebenarnya sangat kaya, sumber daya alamnya sangat melimpah, yang penting kita mampu menjaganya," tambah Prabowo.

Minta Sekolah Rakyat di Bali Dikembangkan

Prabowo mengungkapkan kebahagiaannya terhadap perkembangan Sekolah Rakyat yang saat ini telah berjalan. Berdasarkan data yang diterimanya, di Bali terdapat lebih dari 400 anak yang tertarik untuk bergabung dengan Sekolah Rakyat, namun hanya 270 siswa yang diterima.

"Berarti kita harus segera menambahnya secepat mungkin. Nanti akan diupayakan, bupati-bupati jika tidak bisa maka pemerintah pusat akan mencari lahan, mencari tanahnya," kata Prabowo.

Ia juga meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya agar menangani masalah tersebut.

"Ya kita usahakan, tapi bagaimana cara mengoptimalkan kreativitas saudara. Hampir semua yang diminta harus diterima, nanti bagaimana caranya kita," kata Prabowo.

"Sekretaris Kabinet nanti akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain. Cari fasilitas yang ada, yang belum dimanfaatkan dapat dipinjam hingga sekolah permanen selesai," tambahnya.

Ia berharap di Bali akan didirikan satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota.

Cerita Angka Keberuntungan

Presiden Prabowo Subianto menceritakan dua angka yang membawa keberuntungan dalam hidupnya. Ia menyebutkan, angka-angka tersebut adalah 8 dan 13. SRMP 17 menurut Prabowo mengingatkan pada angka yang baik.

"17 sepertinya angka yang bagus. Angka proklamasi kita adalah 17 Agustus. 1+7=8. Dulu saat saya di militer, saya diberi kode atau sandi, yaitu 08. Jadi, angka 8 bagi saya merupakan angka yang membawa keberuntungan," ujar Prabowo.

Selain angka 8, Prabowo juga menyebut memiliki angka keberuntungan, yaitu 13. Namun, dia tidak menjelaskan apa makna di balik angka tersebut.

"Terdapat dua angka yang selalu beruntung bagi saya, yaitu 8 dan 13. Mereka selalu muncul dalam hidup saya," katanya.

Pengunjung ke SRMP 17 ini, menurut Prabowo, baru ditentukan sehari sebelumnya.

"Hari ini, saya tidak memilih, saya tidak tahu, saya hanya mengatakan, baru kemarin saya memutuskan, saya ingin melihat sekolah rakyat di luar Pulau Jawa. Apakah ada di Bali? Ada. Bawa ke sini, kebetulan SRMP 17," kata Prabowo.

"Jadi memang sudah ditetapkan. Terima kasih kepada kepala sekolah, para guru, Menteri Sosial, dan pejabat-pejabat Kementerian Sosial," ujarnya.

Makan Siang dan Sapa Murid

Senyum canggung namun penuh harapan menghiasi wajah orang tua dan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan saat makan siang. Bagaimana tidak, Presiden Prabowo Subianto duduk di tengah-tengah mereka dan bersantap siang bersama dengan menu yang sama.

Namun, terdapat momen khusus dalam makan siang tersebut. Presiden Prabowo terlihat menyempurnakan seragam Gede Fransiskus Fatubun, siswa yang memimpin kali pertama makan siang bersamanya dan berbincang ringan dengannya.

Tidak lama kemudian, Presiden Prabowo mengizinkan anak-anak untuk memulai acara makan bersama. "Silakan, lanjutkan. Silakan makan," ajaknya.

Menerima undangan tersebut, Frans memimpin doa bersama yang berlangsung dengan penuh kesopanan, diikuti oleh makan siang bersama.

"Siap duduk! Sebelum kita makan, marilah kita berdoa sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing. Mulailah berdoa," ujar Frans.

Makan siang bersama Presiden Prabowo berlangsung dengan penuh keakraban dan suasana yang hangat. Ia tampak berbincang-bincang dengan orang tua dan siswa yang duduk di sekitarnya.

Makan siang di Sekolah Rakyat menjadi bagian dari program Makanan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Di sekolah tersebut, kesehatan dan perkembangan anak terjaga karena makanan disajikan dengan porsi gizi yang tepat. Setiap hari, siswa menerima tiga kali makan utama dan dua kali camilan.

Dalam 11 bulan berjalannya Sekolah Rakyat, sering ditemui siswa yang mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan. Siswa yang sebelumnya kurus dan tidak terawat kini tampak lebih sehat dan segar karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi. Demikian pula dengan siswa SRMP 17 Tabanan. Orang tua terlihat senang karena anak-anak mereka kini terlihat lebih segar dan bugar.

Komentar

Tampilkan