Iklan

Belajar Sambil Bermain, Anak-Anak Kenalkan Dunia Tambang dan Budaya Keselamatan

Sunday, July 5, 2026, 1:04 AM WIB Last Updated 2026-07-05T04:52:38Z
Belajar Sambil Bermain, Anak-Anak Kenalkan Dunia Tambang dan Budaya Keselamatan
Ringkasan Berita:
  • Belajar sambil bermain, anak-anak diajak mengenal dunia pertambangan melalui berbagai fasilitas pendidikan yang menarik dan menyenangkan.
  • Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang budaya keselamatan, disiplin, kerja sama, dan ketelitian kepada peserta sejak usia dini.
  • Dengan menggunakan simulasi dan permainan, anak-anak memperoleh kesempatan belajar tentang profesi serta kegiatan yang terjadi di lingkungan pertambangan.
 

, JAKARTA -Pengenalan dunia pertambangan kepada anak-anak bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Ide ini diwujudkan dalam acara Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang diselenggarakan oleh MIND ID di Avenue of the Star, Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, pada tanggal 2 hingga 5 Juli 2026.

Mengusung tema "Membangun Generasi Emas", acara ini mengajak anak-anak untuk memahami industri pertambangan melalui berbagai permainan interaktif yang disajikan dengan konsep belajar sambil bermain.

Sejak hari pertama pelaksanaannya, antusiasme pengunjung terlihat sangat tinggi. Anak-anak yang tiba lebih awal mengenakan helm keselamatan dan rompi proyek sebelum memasuki area permainan, sebagai bagian dari penerapan budaya keselamatan atau safety dalam lingkungan kerja.

Selain mempelajari sumber daya alam Indonesia dan berbagai jenis pekerjaan di bidang pertambangan, peserta juga diajak untuk memahami arti pentingnya disiplin, kehati-hatian, serta kerja sama melalui beberapa kegiatan pembelajaran.

Salah satu area yang paling diminati adalah Gold Rush Zone dan Human Claw. Dengan permainan ini, anak-anak diajak untuk berpartisipasi dalam simulasi pencarian emas sebagai cara memperkenalkan proses eksplorasi mineral.

Salma (11), salah seorang peserta, mengungkapkan bahwa tantangan terbaik yang ia alami adalah saat mengambil replika emas di wahana tersebut.

"Yang paling menarik adalah saat harus menggantung dan mengambil emas. Terasa seperti sedang menjalani tugas," kata Salma.

Pengalaman serupa juga dialami Victoria yang datang bersama teman-temannya. Menurutnya, wahana Human Claw menawarkan pengalaman yang berbeda karena membuat peserta merasakan simulasi pencarian emas secara langsung.

"Aku sangat menyukai Human Claw, karena kita merasa benar-benar terlibat dalam pencarian emas. Mesin penggali juga menarik, terutama ketika alatnya bisa dioperasikan sendiri," katanya.

Selain itu, peserta juga bisa mencoba simulasi mengemudikan ekskavator. Di wahana tersebut, anak-anak belajar mengendalikan alat berat, memindahkan bahan, serta mematuhi petunjuk dari petugas.

Melalui latihan tersebut, peserta diajarkan meningkatkan kemampuan koordinasi, konsentrasi, ketekunan, serta memahami kepentingan mematuhi prosedur dalam setiap tugas.

Nilai edukasi yang ditawarkan dalam JMFF 2026 juga dirasakan oleh Angel (11). Menurutnya, setiap permainan mengajarkan bahwa menyelesaikan tantangan memerlukan kerja sama dan ketelitian.

"Di sini kita memahami bahwa menyelesaikan tugas tidak boleh dilakukan sembarangan. Diperlukan kerja sama, kehati-hatian, serta ketaatan terhadap petunjuk," katanya.

Angel juga mengakui mengerti betapa pentingnya penggunaan alat pelindung diri setelah semua peserta diwajibkan mengenakan helm keselamatan dan peralatan proyek sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

"Gunakan helm dan perlengkapan ini agar kita tetap aman dan terhindar dari cedera. Meski seru, tetapi tetap harus waspada," katanya.

 .

Komentar

Tampilkan