Iklan

Tim Walikota Turun ke Lapangan Bantah Isu Longsoran di Terowongan Samarinda

Thursday, June 4, 2026, 3:16 AM WIB Last Updated 2026-06-04T07:45:45Z
Tim Walikota Turun ke Lapangan Bantah Isu Longsoran di Terowongan Samarinda

, SAMARINDA- Tim Walikota Samarinda untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda menyangkal berita yang beredar di media sosial mengenai adanya longsoran terbaru di proyek terowongan sisi Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sambutan.

Ketua TWAP Kota Samarinda, Syaparuddin, beserta jajaran Dinas PUPR Kota Samarinda langsung mengunjungi lokasi pada hari Minggu (31/5/2026) guna memeriksa kondisi terkini tebing dan struktur terowongan.

Syaparuddin mengatakan bahwa ia turun bersama pejabat PUPR untuk meninjau langsung keadaan tebing di puncak yang sebelumnya dilaporkan mengalami tanah longsor oleh beberapa pihak.

"Kami mengamati secara langsung, sama sekali tidak ada longsoran baru. Itu merupakan bekas longsoran yang terjadi pada 12 Mei 2025," tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Syaparuddin memastikan kondisi terowongan sangat kuat dan stabil.

Saat ini, menurutnya, seluruh pihak sedang menantikan proses pengujian yang dilakukan oleh tim teknis Kementerian PUPR Pusat, yang sebelumnya diajukan oleh PUPR Kota Samarinda.

Uji coba tersebut menjadi penentu apakah terowongan dapat secara resmi dinyatakan layak digunakan dan berfungsi bagi masyarakat.

Syaparuddin juga menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan material longsoran yang dapat jatuh ke area terowongan.

Ia menjelaskan bahwa jarak antara ujung tebing dengan permukaan kanopi terowongan mencapai 72 meter, sehingga posisinya dianggap sangat jauh dan aman dari ancaman material yang bisa runtuh.

"Kita perlu bersabar menantikan keputusan dari tim penguji agar memastikan terowongan ini layak digunakan oleh masyarakat," katanya.

Syaparuddin menegaskan, keputusan layak pakai dari tim pemeriksa kini menjadi harapan bagi berbagai pihak.

Ia berharap proses tersebut segera selesai agar terowongan dapat segera dimanfaatkan oleh warga Samarinda.

"Maka posisinya sangat aman. Kami telah menyaksikan, melihat langsung, dan sekali lagi tidak ada tanda-tanda tanah longsor baru," tutupnya.

Sebelumnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda telah lebih dahulu memeriksa kondisi terowongan.

Kepala Pelaksana Proyek Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, mengatakan pihaknya telah langsung turun ke lokasi untuk memverifikasi kondisi terkini.

Berdasarkan hasil pemantauan, ia memverifikasi bahwa bahan yang terlihat di media sosial bukan merupakan longsoran terbaru.

"Jika kita lihat, tampaknya ini bukan longsoran yang baru, melainkan longsoran yang sebelumnya sudah diklarifikasi. Mungkin yang runtuhan yang muncul adalah sisa-sisa peruntuhan dari sebelumnya," kata Rezky, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa titik-titik longsor yang ada selama ini hanya terletak di satu tempat yang sama.

Ia menyampaikan, longsoran tersebut awalnya berasal dari luar batas Right of Entry (ROE) proyek yang saat itu belum dikuasai.

Sekarang, lahan tersebut berada dalam wilayah yang telah dilepaskan, sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Mengenai rencana penanganan, Rezky mengonfirmasi bahwa desain teknis untuk mengatasi longsoran telah tersedia.

"Harus ditangani, dan desainnya sudah ada, desain tersebut untuk penanganan tersebut, mungkin akan dipasang di atasnya," katanya.

Namun, ia mengakui bahwa penanganan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Salah satu hambatan utamanya adalah ketersediaan dana dalam kondisi keuangan yang sedang dipertimbangkan dengan hati-hati.

"Ya anggaran itu, karena kita masih melihat juga dalam situasi seperti ini kan," katanya.

Rezky mengatakan kemungkinan pengerjaan tambahan baru dapat dilakukan pada tahun mendatang. Meskipun demikian, ia memastikan kondisi longsoran tersebut tidak memberikan dampak besar terhadap fungsi terowongan.

Ia menjelaskan, mulut terowongan memiliki penanganan khusus dan berada jauh dari area longsoran. Selain itu, di bagian bawah telah ditambahkan struktur penguatan tambahan.

Selanjutnya, skema yang akan diterapkan adalah perataan atau pengurangan kemiringan lereng agar menjadi lebih datar.

"Ya, paling kalau istilahnya terkait atau dipangkas lagi dan terus menjadi lebih datar, ya itu juga sudah kami bebaskan jadi sekarang memiliki area yang lebih luas," katanya.

Dengan lahan yang kini telah dilepaskan, Rezky menyebutkan tersedia ruang yang cukup untuk melakukan pemangkasan lereng.

Mengenai hal tersebut, nantinya juga akan dilakukan penimbunan di sekitar lima meter di atas terowongan. Oleh karena itu, dia menilai longsoran yang terjadi tidak memiliki dampak yang signifikan karena nantinya akan dilakukan penimbunan juga.

Saat ini, rencana pengujian struktur terowongan masih dalam tahap penyempurnaan. Dalam proses uji tersebut, kondisi longsoran di lereng menjadi salah satu parameter yang akan dievaluasi.

Namun, Rezky menekankan bahwa perhatian utama tetap berada pada kondisi bagian dalam terowongan tersebut.

"Yang paling utama adalah kerusakan pada bagian dalam terowongannya. Jika di dalamnya terjadi pergerakan," ujarnya.

Komentar

Tampilkan