
, PADANG PARIAMAN -Lihat beberapa informasi menarik mengenai Sumatera Barat yang dikumpulkan dalam berita populer Sumbar setelah tayang selama 24 jam terakhir di .
Pertama, penduduk Korong Pasa Baru, Nagari Sunua Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di bawah jembatan pada malam Jumat (8/5/2026).
Korban dikenal dengan nama Suhemi (68), seorang pekerja harian lepas yang tinggal di Korong Pautan Kabau Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.
Kedua, penduduk Kabupaten Solok sempat kaget karena beredarnya informasi dugaan penculikan anak di wilayah Koto Baru, Sabtu (9/5/2026).
Data tersebut menyebar secara luas melalui pesan suara atau voice note di beberapa grup WhatsApp masyarakat.
Ketiga, kecelakaan lalu lintas mematikan kembali terjadi di jalur lintas Sumatera yang berada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada hari Sabtu (9/5/2026) siang. Kejadian tersebut melibatkan sepeda motor dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengakibatkan seorang remaja yang masih menjadi pelajar meninggal dunia.
Kejadian buruk itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Lintas Umum Jorong Simpang Tiga Alin, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Wilayah tersebut diketahui berada di kawasan perkebunan dengan kondisi jalan yang cukup tajam meskipun permukaan aspalnya masih tergolong bagus.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Heboh Penemuan Jenazah di Padang Pariaman, Mata Tersisa Satu dan Terdapat Luka pada Kaki Korban
Warga Korong Pasa Baru, Nagari Sunua Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dikejutkan dengan ditemukannya jenazah seorang pria di bawah jembatan pada Jumat (8/5/2026) malam.
Korban dikenal dengan nama Suhemi (68), seorang pekerja harian lepas yang tinggal di Korong Pautan Kabau Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Seksi Penerangan Polres Padang Pariaman, Novrialdi menyampaikan, penemuan jenazah tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di tepi sungai di bawah jembatan.
"Korban ditemukan dalam posisi terlentang di tepi sungai di bawah jembatan," katanya, Sabtu (9/5/2026).
Becak Motor yang Terparkir Selama Dua Hari Menjadi Petunjuk Awal Menghilangnya Korban
Ia menjelaskan, penemuan jenazah berawal ketika saksi Zarmansyah (37) dan Ilham (28) menerima informasi bahwa sepeda motor bak milik korban telah terparkir di dekat jembatan selama dua hari.
Kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, Zarmansyah bersama Ilham dan Herman (62) mengunjungi tempat becak motor yang sedang terparkir.
“Ketiga saksi kemudian bergerak mencari korban ke arah tepi sungai, tidak lama setelah itu para saksi menemukan korban dalam keadaan terkapar,” katanya.
Kondisi Korban Menyedihkan Ketika Ditemukan Oleh Saksi
Ketika ditemukan oleh saksi, kondisi mata sebelah kiri korban telah hilang dan terdapat luka goresan pada kakinya yang sebelah kanan.
Setelah menemukan korban, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar.
Menerima informasi tersebut, anggota Polsek Nan Sabaris datang ke lokasi yang dipimpin oleh Bripka Hendra Herwindo bersama dua personel dan Bhabinkamtibmas Nagari Sunua Barat Aipda Wilman.
Selanjutnya sekitar pukul 21.45 WIB, Pawas Ipda Ricky Sadli Siregar didampingi Pamapta II Ipda Devit SH bersama petugas fungsi Reskrim dan Tim Inafis datang ke lokasi guna melakukan identifikasi serta pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah dilakukan pemeriksaan TKP oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Padang Pariaman, jenazah korban dibawa oleh keluarga ke rumah duka menggunakan mobil ambulans yang didampingi oleh tim medis Puskesmas Nan Sabaris," katanya.
Tim Kesehatan Tidak Menemukan Tanda-Tanda Kekerasan
Di tempat duka, aparat kepolisian bekerja sama dengan tim medis melakukan koordinasi dengan keluarga korban mengenai pemeriksaan luar dan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban.
Tim kesehatan Puskesmas Nan Sabaris yang dipimpin oleh Resna Malvinsa menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan pada tubuh korban.
"Diduga korban telah meninggal sekitar dua hari. Mata korban diduga dimakan oleh hewan liar, dan di dalam perut korban ditemukan air," katanya.
"Namun keluarga telah menerima kematian korban dengan ikhlas dan menolak agar dilakukan autopsi," tambahnya.
2. Kekacauan Terkait Isu Penculikan Anak di Solok, Polisi Menyatakan Informasi Itu Hoaks
Warga Kabupaten Solok sempat kaget karena beredarnya kabar dugaan penculikan anak di wilayah Koto Baru, Sabtu (9/5/2026).
Informasi tersebut menyebar secara luas melalui pesan suara atau voice note di berbagai grup WhatsApp masyarakat.
Dalam rekaman yang beredar, disebutkan seorang anak hampir menjadi korban penculikan saat sedang berada di dalam bus. Pelaku diduga seorang pria yang mengenakan helm dan masuk ke dalam kendaraan tersebut.
Penyebaran informasi bahkan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengawasan di lingkungan sekitar guna mencegah dugaan tindakan penculikan anak.
Polisi Memastikan Informasi Tidak Akurat Polisi Mengonfirmasi Informasi Salah Polisi Menyatakan Informasi Tidak Valid Polisi Menegaskan Informasi Tidak Benar Polisi Memastikan Data Tidak Benar Polisi Mengklaim Informasi Tidak Tepat Polisi Menyatakan Informasi Tidak Dapat Dipercaya Polisi Mengonfirmasi Informasi Salah Polisi Memastikan Informasi Tidak Akurat Polisi Menyatakan Informasi Tidak Sesuai Fakta
Merupakan tanggapan terhadap berita yang sedang viral, Kapolsek Junjung Sirih, Joni Isnandar, menyatakan bahwa informasi mengenai dugaan penculikan anak tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Menurutnya, pihak kepolisian melakukan survei langsung ke lokasi setelah menerima laporan mengenai isu yang beredar di kalangan masyarakat.
"Tidak benar informasi tersebut, karena pihak yang memberikan informasi sebelumnya diketahui tidak dalam keadaan sehat. Informasi ini disampaikan oleh kepala jorong setempat," kata AKP Joni Isnandar, Sabtu (9/5/2026).
Pelapor Diduga Salah Paham
AKP Joni menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari kepala jorong setempat, perempuan yang memberikan informasi tersebut memang pernah naik ke dalam bus.
Pada saat yang sama, seorang pria yang kemudian diduga sebagai pelaku juga memasuki bus. Namun, pria tersebut tidak melakukan tindakan penculikan seperti yang dituduhkan.
"Ketika ibu itu turun dari bis, seseorang yang diduga pelaku juga turun bersamanya. Oleh karena itu, ibu tersebut mengira terjadi penculikan, padahal tidak ada," katanya.
Menurut pihak kepolisian, kondisi di lokasi tidak memungkinkan terjadinya tindakan penculikan karena bus berada di area yang ramai dan ada sopir serta banyak penumpang lain di sekitar tempat tersebut.
Masyarakat Diminta Tidak Panik
Polisi menganggap kesalahpahaman tersebut disebabkan oleh kondisi pelapor yang diduga mengalami gangguan mental, sehingga informasi yang diberikan menjadi tidak jelas dan memicu ketakutan di kalangan masyarakat.
"Kita sudah memastikan hal tersebut tidak benar, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tambah AKP Joni.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi melalui media sosial maupun grup percakapan.
Warga diharapkan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan pihak yang berwenang sebelum mempercayai informasi yang belum diketahui keasliannya.
3. Riwayat Kecelakaan Bus ALS dengan Sepeda Motor di Pasaman Barat, Pengemudi Kehilangan Kontrol Saat Berbelok
Kecelakaan lalu lintas mematikan kembali terjadi di jalur lintas Sumatera yang berada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada hari Sabtu (9/5/2026) siang. Peristiwa yang melibatkan sepeda motor dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengakibatkan kematian seorang remaja yang masih menjadi pelajar.
Kejadian buruk itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Lintas Umum Jorong Simpang Tiga Alin, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Wilayah tersebut diketahui berupa kawasan perkebunan dengan kondisi jalan yang cukup tajam meskipun permukaan aspalnya masih tergolong baik.
Motor Diduga Melaju Cepat Saat Memasuki Tikungan
Kasat Lantas Polres Pasaman Barat, Nanin Aprilia, menjelaskan kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Honda Beat dengan plat nomor BA 5830 RE berjalan dari arah Simpang Empat menuju Sungai Aur.
Ardan Ardiansyah (15), seorang pelajar dari Jorong Bukit Harapan, mengendarai sepeda motor tersebut sementara temannya, Hafizul Adly Harahap (16), duduk di belakang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi ketika memasuki belokan kiri pada bagian jalan yang lebarnya sekitar enam meter.
Kecepatan yang tidak terkendali menyebabkan pengemudi kehilangan keseimbangan, sehingga sepeda motor miring dan jatuh ke sisi kanan jalan.
Kendaraan Terbawa dan Beradu dengan Bus ALS
Saat yang sama, dari arah berlawanan datang bus ALS dengan merk Mercedes Benz bernomor polisi BK 7556 UA yang dikemudikan oleh Fatis (54).
Karena jarak yang terlalu dekat, sopir bus tidak sempat melakukan pengereman penuh agar bisa menghindari tabrakan.
"Tabrakan keras antara sepeda motor yang terbawa dengan bagian depan bus tidak bisa dihindari," ujar AKP Nanin Aprilia dalam keterangannya.
Bus ALS tersebut diketahui datang dari arah Sungai Aur menuju Simpang Empat saat terjadi kecelakaan.
Pengendara Motor Meninggal di Tempat Kejadian
Akibat benturan yang sangat keras, Hafizul Adly Harahap (16), sebagai penumpang sepeda motor, meninggal dunia di tempat kejadian. Korban mengalami cedera parah pada bagian kepala dan kakinya.
AKP Nanin mengungkapkan bahwa korban mengalami pendarahan berat dari hidung, telinga, dan mulut. Selain itu, terdapat luka sobek parah pada kaki sebelah kanan serta luka memar di bagian wajah akibat benturan yang keras.
Di sisi lain, pengendara sepeda motor bernama Ardan Ardiansyah selamat meskipun mengalami luka memar di tangan dan kakinya.
Selain korban jiwa, kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan fisik yang diperkirakan mencapai Rp7 juta.
Sepeda motor Honda Beat milik korban mengalami kerusakan berat di bagian depan. Bagian depan motor patah, bodi rusak total, dan speedometer hancur setelah menabrak bagian depan bus.
Di sisi lain, bis ALS mengalami kerusakan pada bagian bumper depan yang retak akibat tabrakan.
Sopir bus ALS, Fatis (54), dilaporkan dalam keadaan baik. Demikian pula dengan dua saksi yang berada di tempat kejadian, yaitu Nazaruddin Lubus (55) dan Riski Martaon (39).
Saat ini, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan telah disita oleh Satlantas Polres Pasaman Barat sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menyatakan bahwa kejadian kecelakaan tersebut akan ditangani sesuai dengan ketentuan Pasal 310 ayat (4) dan (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ).
Tempat kecelakaan terkenal berbahaya akibat belokan tajam Lokasi kecelakaan diketahui berisiko tinggi karena adanya tikungan yang tajam Area tempat kecelakaan dikenal berpotensi bahaya karena memiliki belokan tajam Lokasi kejadian kecelakaan tergolong rawan karena terdapat tikungan tajam Tempat kecelakaan tersebut terkenal berbahaya karena memiliki belokan tajam Lokasi kecelakaan dianggap berisiko tinggi karena adanya tikungan yang tajam Area kecelakaan dikenal sebagai lokasi yang rentan karena belokan tajam Lokasi kejadian kecelakaan sering dianggap berbahaya akibat tikungan tajam
Lokasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sepeda motor di wilayah Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kembali mendapat perhatian.
Titik kejadian tersebut ditemukan di ruas jalan yang memiliki belokan tajam, yang diduga menjadi salah satu penyebab risiko kecelakaan.
Kepala Jorong Simpang Tiga Alin, Diko, menyatakan bahwa area tersebut memang sudah lama diketahui sebagai lokasi yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Kecelakaan sering terjadi di sana, karena kondisi jalan memiliki belokan tajam," katanya saat diminta konfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Kepala Kecamatan Gunung Tuleh, Perdinan, yang menegaskan bahwa lokasi tersebut memang memiliki risiko cukup besar terhadap kecelakaan lalu lintas.
"Tempatnya berisiko terjadi kecelakaan, tepat di sebelah bus ALS dan sepeda motor ini pernah mengalami kecelakaan," tambahnya.
Namun, dalam beberapa bulan sebelum kejadian terbaru, tidak ada laporan kecelakaan yang dilaporkan di lokasi tersebut.
"Jika dalam waktu dekat tidak ada laporan, sebelum ALS ini terjadi kecelakaan, tetapi sebelumnya sering," ujar Diko.