Iklan

Terima Kasih Kapten Persebaya, Pesan Terakhir Tavares Mengiringi Perpisahan Bruno Moreira

Sunday, June 7, 2026, 9:00 AM WIB Last Updated 2026-06-07T11:49:02Z

Pemutusan kontrak Bruno Moreira dengan Persebaya Surabaya akhirnya terwujud setelah kapten tim tersebut memilih untuk melanjutkan kariernya di luar negeri. Keputusan pemain asal Brasil ini menandai berakhirnya empat musim penuh dedikasi bersama Green Force, sekaligus menyisakan kehilangan yang mendalam bagi klub, para pendukung, dan kota Surabaya.

Bruno Moreira mengucapkan perpisahan pada Selasa (2/6/2026) sore dengan pesan yang penuh emosi kepada seluruh anggota besar Persebaya Surabaya.

Pemain berusia 27 tahun itu menyelesaikan karierya setelah menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dalam tim selama beberapa musim terakhir.

Mengapa Pergiannya Bruno Moreira Sangat Menyentuh?

Bruno Moreira bukan hanya seorang pemain asing biasa bagi Persebaya Surabaya.

Selama empat musim di dua masa berbeda, ia berkembang menjadi kapten tim, pemimpin di ruang ganti, serta sosok yang memiliki hubungan kuat dengan Bonek dan Bonita.

Peran dia tidak hanya terlihat ketika pertandingan sedang berlangsung.

Kehadirannya juga menjadi tanda ketekunan dan semangat perjuangan yang senantiasa ditunjukkan dalam berbagai kondisi, baik saat tim sedang dalam jalur positif maupun menghadapi masa sulit.

Dalam pesan perpisahannya, Bruno menyatakan rasa bangga karena pernah diberi kepercayaan untuk memimpin salah satu klub terbesar di Indonesia.

Ia mengakui memperoleh banyak pelajaran berharga selama memakai seragam hijau yang menjadi kebanggaan Kota Pahlawan.

Merasa dihargai sebagai pemimpin di sebuah klub yang memiliki sejarah dan prestasi yang kaya, bersama sekelompok pemain hebat, telah memberi saya pelajaran penting bahwa tidak ada yang lebih besar dari yang lain. Kita semua sama, dihubungkan oleh mimpi dan tujuan yang sama," kata Bruno.

Pernyataan itu mencerminkan sifat kepemimpinan yang selama ini melekat pada dirinya.

Tidak mengherankan jika banyak pendukung Persebaya Surabaya menganggap Bruno sebagai salah satu kapten terbaik yang pernah dimiliki oleh klub dalam beberapa tahun terakhir.

Bernardo Tavares pernah berusaha mempertahankannya

Keputusan Bruno Moreira untuk pergi ternyata tidak terjadi begitu saja.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbicara langsung dengan pemain tersebut setelah pertandingan terakhir musim ini melawan Persik Kediri.

Pelatih asal Portugal itu berusaha meyakinkan Bruno agar tetap tinggal dan menerima perjanjian baru yang telah disiapkan oleh manajemen.

Namun, keadaan akhirnya berbeda karena pemain asal Brasil tersebut telah menerima beberapa tawaran menarik dari luar Indonesia.

Setelah pertandingan terakhir, saya sempat berkomunikasi langsung dengannya. Saya berusaha meyakinkannya untuk tetap bertahan dan menerima kontrak baru bersama Persebaya. Namun, Bruno menyampaikan bahwa dia mendapatkan beberapa tawaran dari luar Indonesia dan ingin mempertimbangkan masa depannya dengan bantuan agennya," kata Tavares.

Meski tidak berhasil mempertahankan kaptennya, Bernardo Tavares memutuskan untuk menghormati keputusan tersebut. Baginya, setiap pemain berhak menentukan masa depan yang terbaik bagi karier profesional maupun keluarganya.

Pada akhirnya, ia memilih untuk melanjutkan perjalanan karier di tempat lain. Kami tentu menghargai keputusan yang diambil. Dalam dunia sepak bola, setiap pemain berhak menentukan jalur terbaik bagi perkembangan karier serta keluarganya.

"Semoga keberhasilan menghiasi langkah Bruno di masa depan," tambah pelatih berusia 46 tahun itu.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan terakhir Bernardo Tavares yang menyertai pergiya salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Persebaya Surabaya musim ini.

Berapa Besar Kontribusi Bruno bagi Persebaya Surabaya?

Kontribusi Bruno Moreira sepanjang musim 2025/26 menunjukkan alasan mengapa kepergiannya sulit digantikan. Dalam 28 pertandingan yang ia jalani, ia berhasil mencetak 12 gol dan memberikan tujuh umpan terbuka.

Laporan tersebut menjadikannya sebagai salah satu mesin serangan utama Green Force sepanjang kompetisi.

Selain mencetak gol, Bruno juga berkontribusi signifikan dalam mengembangkan kreativitas permainan serta membantu rekan-rekannya memperoleh kesempatan untuk mencetak gol.

Kinerja yang luar biasa tersebut memperkuat konsistensi yang ditunjukkan olehnya selama empat musim terakhir. Angka-angka statistik menjadi bukti bahwa Bruno selalu mampu memberikan kontribusi signifikan setiap kali dipercaya tampil di lapangan.

Selain kemampuan pribadi, peran sebagai kapten juga berpengaruh signifikan dalam menjaga konsistensi tim.

Kehadiran pemain dengan nomor punggung 10 sering kali menjadi perbedaan saat Persebaya Surabaya membutuhkan seorang pemimpin di lapangan.

Warisan yang Tak Akan Mudah Terlupakan

Warisan Bruno Moreira tidak hanya terlihat dari catatan musim ini. Selama bermain untuk Persebaya Surabaya, ia mampu mengumpulkan total 39 gol dalam berbagai kompetisi.

Angka tersebut menjadikannya sejajar dengan legenda klub, David da Silva, sebagai pemain asing dengan jumlah gol terbanyak kedua dalam sejarah Persebaya Surabaya.

Puncak posisi masih dipegang oleh Jacksen F. Tiago dengan total 42 gol yang berhasil dicetaknya.

Hasil tersebut menunjukkan seberapa besar peran Bruno dalam sejarah modern Green Force.

Ia tidak hanya tiba sebagai pemain asing, namun mampu menyematkan namanya dalam daftar pemain paling berpengaruh yang pernah memakai jersey Persebaya Surabaya.

Kini nomor punggung 10 akan memiliki pemilik yang berbeda pada musim depan.

Namun semangat, kepemimpinan, dan kenangan yang ditinggalkan Bruno Moreira pasti akan terus terkenang oleh Bonek, Bonita, serta seluruh anggota besar Persebaya Surabaya.

Perjalanan Bruno bersama Green Force memang telah berakhir. Namun kisah empat musim yang penuh tantangan akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah panjang klub andalan Kota Surabaya itu.

Komentar

Tampilkan