KABAR-SINGAPARNA.COM –Suasana penuh kekhusyukan dan keakraban menghiasi perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di lingkungan Setiarasa RW 03 Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Dengan berbagai kegiatan seperti Pawai Obor, pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa, serta berbagai lomba untuk anak-anak, masyarakat menunjukkan semangat menyebarkan ajaran Islam sekaligus mempererat hubungan silaturahmi.Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Setiarasa dilaksanakan pada Senin, 15 Juni pukul 19.30 WIB untuk acara Pawai Obor dan dilanjutkan pada Selasa, 16 Juni pukul 10.00 WIB dengan kegiatan bakti sosial serta lomba.
Karnival obor yang menjadi tradisi masyarakat Muslim dalam menyambut 1 Muharram tidak hanya berfungsi sebagai simbol penyampaian ajaran agama, tetapi juga mengingatkan umat Islam akan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini memiliki makna perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keyakinan, meningkatkan rasa sosial, serta mempererat persatuan umat.
Cahaya obor yang dibawa oleh peserta menjadi lambang harapan agar nilai-nilai Islam senantiasa menyinari kehidupan masyarakat. Semangat hijrah diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan meningkatkan ibadah, akhlak yang baik, kerja sama, serta perhatian terhadap sesama.
Semangat masyarakat terlihat sangat luar biasa. Anak-anak, remaja, tokoh masyarakat, hingga para orang tua turut berpartisipasi dalam pawai sambil membawa obor sambil menyanyikan salawat dan takbir. Kehadiran generasi muda dalam acara ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dan nilai-nilai persatuan tetap dipertahankan dan disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karnival Api dengan tema "Semangat Hijrah untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan" merupakan ajakan bagi seluruh warga masyarakat untuk memanfaatkan momen Tahun Baru Islam sebagai kesempatan untuk merenungkan diri dan memperkuat persatuan.
Sebagai pengurus kegiatan, Ketua IREMA Setiarasa, Fauzi, menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru Islam harus menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih mendekatkan diri pada nilai-nilai keagamaan.
"Pawai Obor ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga kesempatan untuk mengajak generasi muda meniru semangat hijrah Nabi Muhammad SAW. Kami berharap 1 Muharram menjadi momen memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa empati terhadap sesama melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa, serta menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Fauzi.
Ia juga menghargai partisipasi seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, kegiatan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan baik dan mendapat respon yang sangat antusias dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa semangat persatuan dan penyiaran agama Islam masih sangat kuat di kawasan Setiarasa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi tradisi yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga," ujarnya.
Di sisi lain, tokoh agama Setiarasa, Drs. H. Mutaqin, menekankan bahwa perayaan 1 Muharram seharusnya tidak hanya dianggap sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri sendiri.
Pergeseran Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita betapa pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat ini harus terus dipupuk, khususnya kepada generasi muda, agar memiliki akhlak yang baik, memperkuat keyakinan, serta menjaga persatuan dan kedamaian dalam masyarakat," katanya.
Menurutnya, perayaan Pawai Obor yang diiringi pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa adalah wujud nyata dari penyebaran agama Islam yang menekankan nilai kasih sayang, rasa empati, serta kebersamaan.
Hijrah tidak hanya sekadar pindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat kepada Allah SWT, serta lebih memperhatikan sesama. Semoga kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat iman dan mempererat hubungan persaudaraan dalam masyarakat," katanya.
Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, masyarakat Setiarasa RW 03 Sukamulya Bungur berharap semangat hijrah tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun lingkungan yang penuh iman, saling peduli terhadap sesama, serta memperkuat persatuan dan kerja sama.
Dengan semangat persatuan yang terlihat dalam Pawai Obor Muharram 1448 Hijriah, diharapkan nilai-nilai keislaman, kerja sama, dan perhatian sosial tetap berkembang di tengah masyarakat, sehingga terbentuk lingkungan yang harmonis, aman, damai, serta penuh berkah.