Iklan

Renungan Katolik: Berbicara dengan Hati, Bertindak dengan Nurani

Tuesday, May 19, 2026, 5:28 PM WIB Last Updated 2026-05-19T14:13:21Z
Renungan Katolik: Berbicara dengan Hati, Bertindak dengan Nurani
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "Berbicara dengan Hati, Berperilaku dengan Nurani."
  • Renungan Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik pada Minggu 17 Mei 2026 bertepatan dengan Minggu Paskah Ketujuh, Hari Minggu Komunikasi Global, Santo Paskalis Baylon, Pembela Iman, dengan warna liturgi putih.

Oleh: Pastor John Lewar SVD

, MAUMERE -Mari kita ikuti renungan Katolik pada Minggu 17 Mei 2026.

Tema renungan Katolik "Berbicara dengan Hati, Berperilaku dengan Nurani."

Renungan Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik pada Minggu 17 Mei 2026 jatuh pada Minggu Paskah Ketujuh, Hari Minggu Komunikasi Global, Perayaan Santo Paskalis Baylon, Pembawa Iman, dengan warna liturgi putih.

Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Minggu tanggal 17 Mei 2026:

Bacaan Pertama Kis. 1:12-14

Maka kembalilah para utusan itu ke Yerusalem dari bukit yang dikenal sebagai Bukit Zaitun, yang berjarak sekitar satu hari perjalanan dari Yerusalem.

Setelah tiba di kota, mereka naik ke lantai atas, tempat mereka tinggal. Mereka adalah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus putra Alfeus, serta Simon orang Zelot dan Yudas putra Yakobus.

Semua mereka berdoa bersama dengan penuh keyakinan, termasuk beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 27:1,4,7-8a

Dari Daud. Tuhan adalah cahaya bagiku dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut? Tuhan adalah benteng kehidupanku, terhadap siapa aku harus merasa takut?

Ada satu hal yang telah kumohon kepada Tuhan, yaitu yang kuinginkan: tinggal di rumah Tuhan sepanjang hidupku, menyaksikan kasih-Nya dan menikmati tempat-Nya.

Mendengarkanlah, Tuhan, permohonanku, kasihanilah aku dan jawablah aku!

Hati saya mengikuti perkataan-Mu: "Cari wajah-Ku"; maka aku mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

Bacaan Kedua 1Ptr. 4:13-16

Sebaliknya, bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu terima dalam penderitaan Kristus, agar kamu juga dapat bersuka cita dan bergembira ketika Ia menunjukkan kemuliaan-Nya.

Bahagialah kalian, jika kalian dihina demi nama Yesus Kristus, karena Roh kemuliaan, yaitu Roh Tuhan, berada di dalam kalian.

Jangan sampai di antara kalian ada yang mengalami penderitaan karena menjadi pembunuh, pencuri, pelaku kejahatan, atau pengganggu.

Namun, jika ia menderita sebagai seorang Kristen, janganlah ia merasa malu, tetapi sebaliknya, hendaklah ia memuliakan Allah melalui nama Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bacaan Injil Yohanes 17:1-11a

"Bapa, permuliakanlah Anak-Mu."

Seperti Engkau telah memberikan kekuasaan kepada-Nya atas segala sesuatu yang hidup, demikian pula Anak-Ku akan memberikan kehidupan abadi kepada semua orang yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Kristen

Ini adalah kehidupan yang abadi, yaitu ketika mereka mengenal Engkau sebagai satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenali Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan tugas yang Engkau berikan kepadaku. Karena itu, ya Bapa, muliakanlah Aku sendiri dengan kemuliaan yang Ku miliki di hadapan-Mu sebelum dunia ada. Aku telah mengungkapkan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepadaku dari dunia.

Mereka adalah milik-Mu, dan Engkau telah menyerahkan mereka kepadaku, dan mereka telah mengikuti perkataan-Mu. Kini mereka memahami bahwa segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku berasal dari pada-Mu.

Karena semua perkataan yang Kau sampaikan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka benar-benar mengetahui bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku memohonkan doa bagi mereka. Bukan untuk dunia, tetapi bagi mereka yang telah Kau berikan kepada-Ku, karena mereka adalah milik-Mu, dan segala sesuatu yang milik-Mu adalah milik-Ku, dan apa yang milik-Ku juga milik-Mu, dan Aku telah dimuliakan di tengah mereka.

Aku sudah tidak berada di dunia lagi, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Berbicara dengan Hati, Berperilaku dengan Kesadaran

Dalam bacaan Injil Yohanes (17: 1-11a) hari ini, Yesus memandang tinggi mata

Ia pergi ke surga dan berdoa: "Bapa, saatnya sudah tiba; muliakanlah Putra-Mu"

Mu, agar Anakmu menghormati Engkau.” (Yohanes 17:1). Doa Yesus ini

adalah doa yang penuh dengan kasih dan kebenaran, sebuah teladan bagaimana

komunikasi yang tulus selalu datang dari hati yang bersih dan kesadaran batin

yang bersih.

Tema "Berbicara dengan Hati, Bertindak dengan Nurani"

mengajak kita untuk memikirkan cara kita berkomunikasi dalam

kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan luar biasa: mampu

menciptakan, memperkuat, atau bahkan merusak. Yesus mengingatkan

kita menyadari bahwa berbicara bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi

menyampaikan kebenaran dengan kasih. 

Tiga pesan utama yang perlu kita pertimbangkan. Pertama, Berbicara dengan

Hati. Yesus memulai doanya dengan hati yang terbuka: Ia menyadari

tujuan hidup-Nya dan berbicara tulus kepada Bapa. Ia tidak

menyembunyikan rasa sedih, harapan, atau tanggung jawab-Nya. “Bapa,

Sudah tiba waktunya; hormatilah Anak-Mu, agar Anak-Mu

memuliakanMu" (Yohanes 17:1). Di sini kita mempelajari bahwa berbicara

dengan hati yang tulus: Menyampaikan kebenaran tanpa berbohong atau

berpura-pura. Menyampaikan perasaan dengan kasih, bukan

kemarahan atau kebencian.  

Berbicara dengan hati berarti menyampaikan kata-kata dengan kejujuran, perasaan yang tulus, dan

sayang. Sebelum kita berbicara, penting untuk mengendalikan diri dan

mendengarkan secara seksama. Kita diajak untuk mengajukan pertanyaan kepada

diri sendiri: apakah ucapan saya mencerminkan kebenaran? Apakah

ucapan saya membawa perdamaian atau justru menimbulkan perselisihan?

Seperti Yesus yang berdoa dengan hati yang tulus, kita juga dipanggil

untuk menjadikan komunikasi sebagai alat dalam memperkuat hubungan kita

harmonis. 

Kedua, Berperilaku dengan Hati Nurani. Yesus tidak berhenti hanya pada ucapan

kata; Ia juga menekankan peran tindakan yang sejalan dengan

kebenaran: "Aku telah memulyakanMu di bumi dengan

menyelesaikan tugas yang telah Kau berikan kepadaku untuk

melaksanakan" (Yohanes 17:4). Kita diajak bertindak berdasarkan

jiwa—suara Tuhan dalam hati kita. Perbuatan harus mencerminkan perkataan

yang muncul dari jiwa, sejalan dengan cinta dan keadilan.

Hati nurani merupakan suara Tuhan yang memandu jiwa kita dalam mengambil tindakan.

Ucapan yang muncul dari hati yang baik perlu sejalan dengan perbuatan

yang tulus dan adil. Jika kita membicarakan kasih sayang, maka tindakan

kita perlu menunjukkan kasih tersebut. Ini merupakan ajakan untuk mengikuti teladan nya

Yesus yang selalu bertindak sesuai dengan keinginan Tuhan, menyampaikan kebenaran

dan perdamaian bagi sesama. Ketiga, jagalah perkataan, hidupkan kebenaran dan kasih.

Yesus juga berdoa bagi murid-murid-Nya: "Aku tidak berdoa agar

Kau mengambil mereka dari dunia, tetapi agar Kau menjaga

mereka dari yang jahat" (Yohanes 17:15).

Bahasa kita dapat berfungsi sebagai senjata atau alat perdamaian. Dengan ucapan, kita

dapat membangun atau merusak. Mengikuti teladan Yesus berarti

mengendalikan perkataan kita dengan: Mengucapkan kebenaran, bukan gosip atau fitnah.

Menyampaikan kasih, bukan permusuhan.  

Minggu Komunikasi Sedunia ini menekankan kepentingan "menjaga"

lidah. Terkadang kita lupa, lidah dapat digunakan sebagai alat untuk memuji, tetapi juga

dapat menjadi alat untuk melukai. Dengan menjaga perkataan, kita

menghargai kebenaran dan menyebarkan cinta. Jangan sampai kata

kata kita tidak memecah persatuan atau menyesatkan orang lain, melainkan

menciptakan, memperbaiki, serta membantu mereka menemukan jalannya

kebenaran dan kasih. 

Refleksi Diri: Apakah ucapan saya selalu berasal dari hati yang penuh

Cinta? Apakah tindakan saya sesuai dengan perkataan dan hati nurani saya?

Bagaimana saya dapat memanfaatkan komunikasi untuk menciptakan perdamaian,

bukan perselisihan?  

Doa: 

Ayah yang penuh kasih, ajarkanlah aku untuk berbicara dengan hati dan bertindak dengan tulus

dengan hati nurani. Jaga lisanku agar selalu menyampaikan kebenaran

dalam kasih, biarkan setiap ucapan dan tindakanku menjadi alat-Mu

untuk membawa perdamaian dan persatuan di dunia ini. Amin

Sahabatku yang sangat kusayangi, Selamat Hari Minggu Paskah VI, Salam doa

dan penghargaanku untukmu serta keluargamu di mana pun kalian berada: Dalam Nama

Bapa dan Putra serta Roh Kudus...Amin.  (Sumber dari katolik.com/kgg).

Berita Lainnya di Berita Google

Komentar

Tampilkan