Iklan

Rekomendasi Wisata Klaten: Bukit Patrum, Destinasi Eksotis dengan Warisan Kolonial

Wednesday, June 17, 2026, 1:59 AM WIB Last Updated 2026-06-17T07:25:07Z
Ringkasan Berita:
  • Gunung Patrum di Desa Krakitan, Bayat, Klaten, menjadi tempat tujuan wisata yang diminati saat libur 1 Muharram 1448 H (16 Juni 2026), terletak sekitar 41,6 km dari Solo dengan pemandangan dataran tinggi kapur yang menarik dan nilai sejarah kolonial Belanda.
  • Dulunya kawasan tambang kapur "Pabrik Trum", Bukit Patrum meninggalkan bangunan bekas gudang dinamit "Omah Demit" yang kini menjadi tempat wisata.
  • Keunikan tempat ini meliputi pemandangan matahari terbit dan terbenam, spot foto yang cocok untuk media sosial, jalur pendakian yang ringan, berkemah, serta suasana yang sejuk dan nyaman.
 

, KLATEN- Tanggal 1 Muharram 1448 H, yang merupakan Hari Libur Nasional Tahun Baru Islam, jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Waktu ini dapat dimanfaatkan oleh Tribuners untuk melakukan perjalanan wisata ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ya, Klaten terkenal memiliki berbagai destinasi wisata alam yang menarik dan penuh makna sejarah.

Salah satu tempat yang kini semakin diminati adalah Bukit Patrum, berada di Desa Wisata Krakitan, Kecamatan Bayat.

Lokasinya berjarak 41,6 kilometer dari Pusat Kota Solo, dapat dicapai dalam waktu 1 jam 11 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Tujuan ini menyediakan kombinasi menarik antara pemandangan bukit kapur yang menarik dan jejak sejarah yang panjang sejak era kolonial Belanda.

Sejarah Bukit Patrum: Dari Tambang Kapur Menjadi Wisata Alam

Nama "Patrum" diduga berasal dari istilah "Pabrik Trum", yang mengacu pada kegiatan industri kapur pada masa penjajahan Belanda.

Wilayah Bayat telah lama terkenal sebagai penghasil batu kapur yang kemudian diolah menjadi kapur tohor untuk keperluan konstruksi.

Pada masa itu, Gunung Patrum berfungsi sebagai tempat penambangan sekaligus pusat pemrosesan kapur.

Kegiatan ini melibatkan tenaga kerja setempat dan menjadi bagian yang penting dalam perekonomian daerah Klaten pada masa itu.

Salah satu warisan yang masih dapat ditemukan hingga saat ini adalah bangunan bekas gudang dinamit atau bahan peledak yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai "Omah Demit".

Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai pendukung kegiatan pertambangan, hingga akhirnya ditinggalkan dan menjadi saksi bisu dari sejarah industri kolonial.

Dengan berakhirnya masa kolonial, kegiatan pertambangan berhenti dan wilayah ini secara perlahan berubah menjadi kawasan alami yang kemudian dikembangkan sebagai tujuan wisata.

Transformasi Menjadi Destinasi Wisata

Perubahan besar terjadi pada 28 Oktober 2017, saat Bukit Patrum secara resmi diluncurkan sebagai daerah wisata dengan konsep tempat foto alam yang dikenal dengan nama Photorium.

Sejak saat itu, Gunung Patrum menjadi salah satu tempat tujuan favorit bagi para wisatawan, khususnya kalangan muda yang mencari lokasi foto menarik dengan latar bekas bangunan industri dan pemandangan perbukitan kapur.

Selain Gunung Patrum, kawasan Desa Krakitan dikelilingi oleh tempat-tempat lain seperti Bukit Sidoguro, Rowo Jombor, dan Taman Nyi Ageng Rakit, yang membuat wilayah ini menjadi salah satu pusat pariwisata utama di Klaten.

Daya Tarik Bukit Patrum

1. Pemandangan Alam Lereng Kapur

Bukit Patrum menawarkan pemandangan dataran hijau, tebing batu kapur, serta luasnya persawahan di sekitarnya.

Dari puncak bukit, pengunjung bisa menikmati suasana yang damai dan udara segar khas daerah pedesaan Bayat.

2. Spot Foto Instagramable

Sisa-sisa struktur pabrik kapur yang sudah tidak terpakai menjadi objek utama yang menarik perhatian.

Bentuk batu yang tua dan berbeda menciptakan suasana klasik yang sangat diminati dalam pemotretan.

3. Sunset dan Sunrise

Pengunjung sering kali menganggap pemandangan matahari terbit dan terbenam di Bukit Patrum sebagai momen yang paling disukai.

Langit berwarna kuning keemasan dengan bentuk bukit yang terlihat jelas menciptakan suasana yang penuh dramatis dan menarik perhatian.

4. Jejak Perkembangan Industri Kolonial

Keberadaan bekas tambang serta struktur bangunan tua menyimpan makna sejarah yang bermanfaat untuk pendidikan.

Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga bisa memahami riwayat industri kapur di Klaten pada masa lalu.

5. Pendakian Ringan dan Perkemahan

Jalur ke puncak tergolong mudah untuk aktivitas pendakian ringan.

Beberapa wilayah juga sering dimanfaatkan sebagai tempat berkemah dan menikmati malam di luar ruangan.

6. Kondisi Tenang dan Menyenangkan

Jauh dari keramaian kota, Bukit Patrum menawarkan ketenangan yang ideal untuk bersantai, pemulihan, serta kegiatan komunitas alam.

Lokasi dan Cara Menuju Bukit Patrum

Gunung Patrum terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Klaten.

Akses ke lokasi tergolong mudah:

  • Dari Klaten: arahkan perjalanan menuju Bayat kemudian Desa Krakitan
  • Dari Yogyakarta: melewati Prambanan menuju Klaten kemudian Bayat
  • Dari Surakarta: melalui jalur Surakarta-Klaten menuju Bayat

Saat tiba di area parkir, pengunjung perlu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 15–30 menit menuju puncak bukit melalui jalur yang terdiri dari batu dan tanah.

Fasilitas Wisata

Fasilitas di Bukit Patrum masih termasuk sederhana, tetapi telah tersedia lahan parkir, kios makanan kecil, dan kamar mandi.

Pengunjung disarankan membawa makanan dan perlengkapan pribadi guna memastikan kenyamanan selama melakukan perjalanan wisata.

(*)

Komentar

Tampilkan