
.CO.ID -NEW YORK. Harga emas global naik mencapai titik tertinggi dalam lebih dari seminggu pada perdagangan Senin (15/6/2026), didorong oleh pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) serta berkurangnya kekhawatiran pasar setelah AS dan Iran sepakat mengenai kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sebelumnya memengaruhi sentimen dunia.
Harga emas tunai meningkat sebesar 2,6% menjadi US$ 4.327,82 per ons troy pada pukul 13.30 waktu Amerika, setelah sempat mencapai titik tertinggi sejak 5 Juni. Di sisi lain, kontrak emas berjangka Amerika ditutup naik 2,7% ke level US$ 4.351,60 per ons troy.
Peningkatan harga emas terjadi di tengah penurunan indeks dolar AS sebesar 0,2%, sehingga logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi para investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Sentimen pasar meningkat setelah pejabat Amerika Serikat mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran.
Sebelumnya, kedua belah pihak juga mengungkapkan bahwa dokumen tersebut akan diresmikan melalui sebuah upacara di Jenewa pada hari Jumat mendatang.
Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menyatakan bahwa pasar emas mulai mengabaikan ancaman konflik dan lebih memperhatikan dampak ekonomi dari kesepakatan damai tersebut.
"Berita mengenai kesepakatan damai memberikan tekanan terhadap tingkat pengembalian obligasi pemerintah, dolar AS, dan harga minyak. Itu adalah risiko inflasi serta risiko aset lintas pasar yang saat ini mulai berkurang," katanya.
Sebelumnya, emas mengalami tekanan sejak terjadinya konflik Iran karena kenaikan harga energi menimbulkan kekhawatiran inflasi yang berpotensi menyebabkan kenaikan suku bunga.
Keadaan ini umumnya tidak menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan pengembalian yang sama dengan instrumen berbunga.
Setelah tercapainya perjanjian perdamaian, para pelaku pasar mulai mengurangi harapan kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember. Menurut CME FedWatch, kemungkinan kenaikan suku bunga berkurang menjadi 58%, dari sekitar 70% pada minggu sebelumnya.
Perhatian para investor kini berpindah ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni, yang merupakan rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Pasaran sedang menantikan petunjuk mengenai arah kebijakan bunga yang akan datang, yang dianggap akan menjadi penentu pergerakan emas selanjutnya.
Di sisi lain, Singapura mengumumkan rencana pembangunan sistem kliring emas yang dilakukan secara langsung (OTC) serta layanan penyimpanan logam mulia oleh bank sentral. Tindakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat perdagangan emas regional.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Harga perak spot meningkat 3,1% menjadi US$70,09 per ons troi, platinum naik 3,2% ke US$1.772,85 per ons troi, sedangkan paladium melonjak 4,9% menjadi US$1.345,98 per ons troi.