Iklan

Mengungkap Alasan Xiaomi Tak Luncurkan Pesaing iPhone Air

Monday, May 18, 2026, 5:39 PM WIB Last Updated 2026-05-17T22:21:03Z
   

- Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menjelaskan alasan mengapa perusahaan pada menit terakhir memutuskan untuk tidak meluncurkan pesaing dari ponsel tipis Apple, yaitu iPhone Air, meskipun telah melakukan pengembangan hingga hampir mencapai tahap produksi massal.

Lu Weibing dalam live streamingnya menyatakan bahwa perusahaan sengaja menunda peluncuran ponsel cerdas tersebut karena berlandaskan pengalaman pengguna.

Dilaporkan oleh Gizmochina, Sabtu (17/5), Xiaomi menyadari bahwa ponsel yang sangat tipis dan ringan memerlukan banyak pengorbanan di berbagai aspek seperti daya tahan baterai dan kinerja.

Desainnya mungkin terlihat menarik, tetapi bagi Xiaomi, produk tersebut tidak memenuhi standar pengalaman yang ingin mereka berikan kepada konsumen.

Faktanya, semakin tipis suatu perangkat, semakin sulit untuk memasukkan baterai berkapasitas besar, sistem pendingin yang cukup, serta komponen perangkat keras dengan kinerja tinggi tanpa mengganggu penggunaan sehari-hari.

Oleh karena itu, kamu menyatakan bahwa alih-alih meluncurkan produk yang terlihat menarik dari segi desain tetapi mengorbankan kenyamanan dalam penggunaan sebenarnya, Xiaomi memutuskan untuk meninggalkan gagasan tersebut sepenuhnya.

Daripada meluncurkan ponsel tipis dengan label Air, Lu menyatakan bahwa perusahaan lebih memilih menambahkan istilah Max pada perangkat-perangkatnya di masa depan, dimulai dari Xiaomi 17 Max.

Alasan mengapa Xiaomi 17 Max tidak diberi nama sebagai versi Plus karena kedua kategori tersebut dianggap oleh perusahaan memiliki makna yang berbeda.

Secara umum, istilah Plus ditambahkan ke perangkat karena adanya penawaran layar yang lebih luas dibandingkan versi biasa.

Namun pada kasus Xiaomi, penggunaan nama Max disebabkan oleh ponsel yang ditawarkan tidak hanya memiliki keunggulan layar yang lebih luas.

Nama Max diharapkan mencerminkan rencana perusahaan yang memberikan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, seperti kualitas kamera, kinerja ponsel, serta ketahanan baterai, selain layar yang lebih luas pada versi biasa.

Keputusan Xiaomi menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan pendekatan yang berbeda dibandingkan kebanyakan pesaingnya.

Saat banyak merek ponsel canggih mencoba mengembangkan perangkat yang lebih ramping dan ringan setelah adanya inovator yang memulai tren tersebut, Xiaomi memutuskan bahwa konsumen saat ini lebih menghargai daya tahan baterai yang baik dan kinerja yang stabil daripada desain yang sangat tipis.

Hal ini juga selaras dengan pesan terbaru Xiaomi mengenai perangkat andalannya, di mana perusahaan tersebut menekankan baterai yang lebih besar, sistem kamera canggih, dan komponen hardware kelas atas dibandingkan fokus pada desain yang lebih tipis.(*)

Komentar

Tampilkan