
Ringkasan Berita:
- Anggoro Prajesta belum menentukan kembali posisinya sebagai manajer Sriwijaya FC untuk musim 2026/2027 dan mengakui masih ingin berbicara dengan keluarganya.
- Ia menganggap penyelesaian utang klub sebagai prioritas utama agar perjalanan Sriwijaya FC ke depan tidak semakin sulit
- Anggoro mengakui bahwa Sriwijaya FC pernah mengalami kendala finansial pada musim lalu, sehingga harus bermain dengan keterbatasan pemain selama kompetisi berlangsung.
, PALEMBANG– Anggoro Prajesta, CEO Digi Sport Asia, angkat bicara mengenai kemungkinan dirinya kembali masuk dalam manajemen Sriwijaya FC pada musim 2026/2027.
Laki-laki yang biasa dipanggil Goro mengakui hingga saat ini belum memiliki rencana untuk kembali memimpin klub yang memiliki julukan Elang Andalas setelah menjalani musim yang sulit bersama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).
Selama satu musim menjabat sebagai Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro mengakui mendapatkan banyak tanggung jawab besar dalam mengelola Sriwijaya FC, khususnya di tengah situasi keuangan yang sulit bagi klub.
Menurutnya, pengalaman tersebut mendorongnya untuk lebih berpikir matang sebelum kembali mengambil posisi di jajaran manajemen Sriwijaya FC.
"Masih perlu diskusi dengan keluarga, saya ingin beristirahat sejenak," kata Anggoro kepada , Jumat (15/5/2026).
Anggoro menyebutkan hal utama yang perlu segera dilakukan oleh Sriwijaya FC saat ini adalah menyelesaikan seluruh utang klub agar tidak mengganggu kompetisi berikutnya.
Ia menganggap adanya tunggakan akan menyulitkan perjalanan Sriwijaya FC semakin berat jika terus dipaksa berkompetisi tanpa penyelesaian yang jelas.
"Tagihan harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak ada beban, jika masih terbebani maka akan sulit berjalannya nanti," katanya.
Menurut Anggoro, posisi Sriwijaya FC yang saat ini berlaga di Liga 3 justru dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi internal klub.
Kompetisi yang berlangsung lebih lama dianggap memberikan kesempatan bagi manajemen untuk mencari investor dan mengumpulkan dana.
Selain itu, Anggoro menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar dan masyarakat Sumatera Selatan terkait penurunan kinerja Sriwijaya FC pada musim lalu.
Ia menyampaikan bahwa klub pernah menghadapi kendala finansial selama kompetisi, yang berdampak pada kekuatan tim. Bahkan di babak kedua, Sriwijaya FC terpaksa tampil dengan pemain yang terbatas.
Namun, memasuki babak ketiga, klub mulai menerima dukungan dari investor sepak bola untuk menghadirkan pemain-pemain yang mampu meningkatkan kemampuan tim dalam kompetisi.
"Semoga pada masa depan akan menjadi lebih baik," harapnya.