Iklan

Kronologi Ibu Tega Ikat Anak Sendiri dengan Lakban di Bantul, Polisi Periksa Suami

Sunday, June 7, 2026, 9:35 AM WIB Last Updated 2026-06-07T11:49:02Z

Kisah ibu yang tega mengikat balita di Bantul memicu reaksi masyarakat. Sang ibu bahkan menggunakan lakban untuk mengikat anak kandungnya.

Berdasarkan keterangan polisi, identitas ibu dari balita tersebut diketahui memiliki inisial TKS (25).

Kronologi Ibu Tega Mengikat Anaknya Sendiri dengan Lakban di Bantul Mengaku Kelelahan

Awalnya, kasus ini muncul setelah korban dengan inisial ACB (3) ditemukan oleh warga dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Berdasarkan keterangan seorang tetangga kontrakan, Abdul Baqir Zein Ikhsan, ia mengaku pernah mendengar suara tangisan anak kecil.

"Saksi 1 sedang memanggang sate di depan kontrakan, mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh korban sekitar pukul 20.00 WIB," kata Abdul dilansir dari Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Merasa ada sesuatu yang tidak wajar dan mencurigakan, saksi kemudian

Menghubungi pemilik rumah kontrakan untuk mengecek keadaan di dalam bangunan. Keduanya kemudian membuka masuk dengan memakai palu untuk mengangkat jendela.

Dan siapa sangka, di dalam jenazah ditemukan dalam keadaan lemah.

"Kedua tangan diikat dengan lakban bening dan kedua kaki diikat menggunakan lakban bening serta selendang berwarna merah maron," kata Rita yang menjabat sebagai Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

Ya, ACB ditemukan sendirian di rumah kontrakan yang berada di wilayah Padukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul.

Tidak berhenti sampai di situ, mulut korban ternyata juga ditutup dengan pita khusus. Setelah itu, ibu korban meninggalkan anaknya sendirian di dalam kamar.

Berdasarkan penjelasan Rita, ibu korban melakukan tindakan tersebut karena ingin melepas penat dengan berjalan-jalan. Sementara itu, suami pelaku RF (30) bekerja di Jakarta dan hanya kembali ke Yogyakarta sekitar sekali dalam sebulan.

 

Ibu dari korban juga mengakui merasa kelelahan dalam merawat anak secara mandiri tanpa bantuan suami.

"Tindakan melakban itu tidak dipikirkan oleh pelaku mengenai risiko yang akan terjadi pada anak karena sudah terlalu lelah mengurus anak sendiri. Sementara ayah korban atau suami pelaku bekerja di Jakarta dan pulang ke Yogyakarta setiap sebulan sekali," kata Rita, dikutip dari TribunJogja.com.

Setelah itu, mengenai kronologi seorang ibu yang tega mengikat anaknya di Bantul, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap suami pelaku bernama RF. Dan akhir dari kasus ini, ayah korban memutuskan menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.

Rita menyampaikan bahwa RF telah memaafkan istrinya dan berjanji untuk memperbaiki situasi pernikahannya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Suami yang bertindak sebagai kepala keluarga atau wali dari korban meminta agar kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Ayah kandung korban saat ini telah memaafkan pelaku dan mampu memperbaiki keharmonisan rumah tangga agar kejadian tersebut tidak terulang kembali," tegas Rita. (*)

Komentar

Tampilkan