Iklan

Konflik Ruben dan Sarwendah Memanas, dari Anak hingga Aset

Tuesday, June 2, 2026, 7:25 AM WIB Last Updated 2026-06-02T12:41:05Z
 

Persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini berkembang, tidak hanya terkait masalah anak-anak, di mana waktu bersama dengan kedua orang tua dinilai tidak adil atau tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat saat perceraian terjadi.

Sarwendah dan Ruben Onsu kini sedang menghadapi perselisihan terkait harta bersama. Contohnya, mereka memperdebatkan kepemilikan sebuah rumah yang saat ini ditempati oleh Sarwendah beserta anak-anaknya.

Kuasa hukum Sarwendah, yaitu Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, mengungkapkan bahwa rumah yang ditempati kliennya digunakan sebagai jaminan pinjaman ke bank oleh Ruben Onsu.

"Selain utang yang dimiliki secara pribadi oleh klien kami dan RO, terdapat juga utang dari perusahaan milik RO yang mengamankan rumah yang diserahkan kepada klien kami sesuai dengan akta kesepakatan. Itu yang harus dipahami," ujar Abraham Simon selaku kuasa hukum Sarwendah di Jakarta, Minggu (31/5).

Sarwendah kini merasa cemas terhadap rumah yang ditempatinya bersama anak-anak, yang diberikan kepadanya sebagai harta gono-gini akan disita dan dilelang oleh pihak bank. Hal ini terjadi karena Ruben Onsu dikabarkan tidak mampu membayar kewajibannya kepada bank secara lancar.

Kekhawatiran Sarwendah dianggap sangat wajar. Pasalnya, rumah yang hingga kini masih ditempati oleh Sarwendah telah menerima beberapa surat peringatan dari pihak bank setelah proses pembayaran cicilan mengalami kendala.

"Kami pegang surat-surat dari bank mulai dari peringatan pertama, peringatan kedua, peringatan ketiga. Tidak dibayarkan sejak Juni 2024," kata Abraham Simon.

Simon menegaskan, kewajiban membayar cicilan ke bank atas rumah yang ditempati Sarwendah merupakan kewajiban dari Ruben Onsu. Hal itu tertuang dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.

"RO yang membayar cicilannya hingga lunas. Sebagai ayah dan mantan suami yang baik, seharusnya dia tidak memberatkan klien kami," tegas Simon.

Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah menyampaikan pendapat yang sama. Sarwendah sangat khawatir jika harus menghadapi kenyataan pahit di mana rumah yang ditempatinya bersama anak-anak disita dan dilelang oleh bank setelah beberapa kali pembayaran cicilannya terhambat.

Selain itu, pinjaman dari bank dan kewajiban yang harus dibayar disebut oleh kuasa hukum Sarwendah bernilai sangat besar.

"Rumah tersebut kemungkinan besar akan dilelang karena sudah mengalami call lima. Jika dilihat dari sisi perbankan, call lima merupakan akhir proses sebelum masuk ke tahap lelang," jelas Chris Sam Siwu.

Komentar

Tampilkan