Iklan

Kapolres Kotim Bongkar Akar Kriminalitas: Niat, Kesempatan, dan Narkoba sebagai Pemicu Perampokan

Wednesday, June 3, 2026, 7:42 AM WIB Last Updated 2026-06-02T23:58:12Z
Kapolres Kotim Bongkar Akar Kriminalitas: Niat, Kesempatan, dan Narkoba sebagai Pemicu Perampokan
Ringkasan Berita:
  • Meningkatnya tindakan kriminal, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan, kejahatan pada dasarnya berasal dari dua faktor utama, yaitu niat dan kesempatan.
  • Menurut Resky, dua faktor tersebut saling terkait dan menjadi penyebab utama munculnya berbagai tindakan kriminal dalam masyarakat.
  • Niat tersebut dapat muncul ketika ada kesempatan, demikian pula ketika terdapat kesempatan, niat bisa timbul. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

, SAMPIT –Perampokan kendaraan bermotor serta pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, masih menjadi tantangan yang harus diatasi oleh aparat kepolisian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Di tengah meningkatnya kejadian kriminal, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan bahwa tindak kejahatan umumnya bermula dari dua hal utama, yaitu niat dan kesempatan.

Menurut Resky, dua faktor tersebut saling terkait dan menjadi penyebab utama munculnya berbagai tindakan kriminal dalam masyarakat.

"Sejauh ini, faktor yang menjadi prinsip utama adalah niat dan kesempatan. Niat tersebut bisa muncul karena adanya kesempatan, begitu pula ketika ada kesempatan maka niat dapat timbul," ujar AKBP Resky, Senin (1/6/2026).

Ia mengatakan, upaya pencegahan tindak kejahatan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.

Oleh karena itu, pihak terkait terus mengajarkan masyarakat untuk memperkuat kesadaran akan keamanan diri serta sekitar.

Tindakan sederhana ini dianggap mampu mengurangi ruang gerak para pelaku tindak pidana.

"Kami selalu menyampaikan hal ini. Mari bersama masyarakat menjaga diri sendiri dan lingkungan, sehingga dapat mengurangi kemunculan niat serta kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal," katanya.

Di balik beberapa kasus pencurian yang berhasil diungkap, polisi juga menemukan informasi lain yang cukup mengkhawatirkan.

Peredaran dan penggunaan narkotika masih berkaitan dengan kejahatan, khususnya tindakan pencurian.

Kepala Kepolisian Resor menyampaikan bahwa sejumlah pelaku pencurian, termasuk kasus pencurian TBS kelapa sawit yang berhasil ditangkap, diketahui positif mengonsumsi narkoba.

"Nah, terkait maraknya penggunaan narkoba yang juga menjadi alasan melakukan pencurian, sampai saat ini memang ada keterkaitan. Beberapa kasus pencurian TBS yang telah kita ungkap, di antaranya pelakunya positif narkoba," katanya.

Temuan ini menjadi catatan penting bagi pihak kepolisian bahwa peredaran narkoba tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu munculnya tindakan kriminal lainnya.

"Ini menjadi catatan kami bahwa peredaran narkoba masih terkait dengan pencurian," tegasnya.

Sebagai tindakan untuk memutus rantai tersebut, Polres Kotim terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba.

Resky menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus pencurian, tetapi juga melakukan pengungkapan dan penanganan terhadap jaringan penyelundupan narkoba.

Ia memberikan contoh, tidak lama yang lalu, Polres Kotim telah menghancurkan barang bukti narkoba dengan berat lebih dari satu kilogram hasil dari pengungkapan kasus tersebut.

"Artinya kita masih terus melakukan pengungkapan guna memutus rantai yang berkaitan dengan pencurian dan penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Menurutnya, kerja sama antara aparat penegak hukum dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam menurunkan tingkat kriminalitas serta mengatasi peredaran narkoba di Kotim.

Komentar

Tampilkan