Polres Boyolali bekerja sama dengan Biddokkes Polda Jawa Tengah melakukan penggalian kubur Aminah (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah pada hari Sabtu (30/5/2026).
Tindakan ini dilakukan demi keperluan penggalian kembali jenazah untuk pemeriksaan medis atau hukum. Ekshumasi merupakan proses menggali kembali makam guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tindakan tersebut diambil setelah keluarga korban meragukan kematian Aminah yang tidak wajar.
Kecurigaan Keluarga
Kakak korban, Widodo (61), mengungkapkan bahwa kecurigaan muncul setelah peristiwa pada Senin (18/5/2026), ketika menantu Aminah yang berinisial P memesan sate ayam melalui aplikasi ojek online.
P meminta supaya pengemudi tidak mengungkapkan bahwa makanan tersebut berasal darinya.
Widodo menceritakan, pengemudi ojek online sempat menyatakan bahwa kiriman berasal dari anggota keluarga di Solo, padahal keluarga tersebut tidak memiliki kerabat di sana.
"Si P meminjam akun untuk memesan Gojek, seorang tukang ojek. Si P berkata kepada tukang ojek tersebut 'tolong bawa ini ke Ibu Aminah, tapi jangan katakan dari saya. Saya anaknya'. Tukang ojek itu kemudian pergi," katanya dilansir dari program Saksi Kata di YouTube Tribunnews, Senin (1/6/2026).
Kemudian, Aminah menerima kiriman makanan itu.
Namun ketika ditanyai oleh Aminah, pengemudi ojol tersebut mengakui bahwa paket tersebut berasal dari anggota keluarga yang tinggal di Solo, Jawa Tengah.
Namun, Widodo mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang tinggal di sana.
Sampai di rumah Bu Aminah, menerima (kiriman makanan) lalu Bu Aminah bertanya, "ini dari mana mas?" (iki seko endi mas?), kemudian (driver ojol menjawab) "dari mbak Solo" (dari perempuan yang tinggal di Solo). Padahal kita tidak memiliki anggota keluarga yang tinggal di Solo," jelas Widodo.
Kemudian, Aminah menghubungi putranya yang bernama Luri mengenai adanya pengiriman sate dari seseorang yang tidak dikenalnya.
Kemudian, Luri meminta Aminah untuk tidak mengonsumsi makanan itu.
Kemudian, tidak lama setelah itu, Widodo menyatakan bahwa P datang ke rumah Aminah membawa roti panggang.
Pada kesempatan itu, Widodo mengira sate yang diterimanya sebelumnya telah dimakan oleh Aminah.
Aminah Ditemukan Meninggal Dunia dengan Kondisi Mulut Mengeluarkan Busa
Esok harinya, dia menyatakan bahwa Luri datang ke rumah ibunya untuk menitipkan anaknya.
Namun, Luri mengakui kecurigaannya karena lampu rumah Aminah masih menyala meski sudah siang.
Akhirnya, ia memohon bantuan penduduk sekitar untuk merobohkan pintu rumah Aminah.
"Kenapa sudah pukul 06.30 WIB, kenapa lampu belum dimatikan. Terus tetangga-tetangga dipanggil 'tolong ini (ini) mas ibuku kok seperti ini (pukul segini) biasanya sudah bangun tidur, ada apa," kata Widodo menirukan perkataan Luri.
"Kemudian, pintu dihancurkan oleh tetangga yang bernama Mutharom dan Mas Anton, jika tidak salah. Jadi saksi pertama yang mengetahui kejadian itu adalah ketiga orang tersebut bersama Luri," tambahnya.
Setelah dihancurkan, penduduk menemukan Aminah dalam keadaan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa.
Widodo mengakui pada kesempatan itu, pihak keluarga belum menyadari bahwa Aminah meninggal secara tidak wajar.
Ringkasnya, ia menyampaikan tekanan dari masyarakat agar melaporkan kematian Aminah ke pihak berwajib.
Karena sebelum dikuburkan, warga mencurigai bahwa mulut dan telinga Aminah berwarna biru.
Widodo menyebutkan bahwa pihak keluarga akhirnya mengingat tentang sate yang pernah diterima oleh Aminah.
Akhirnya, Luri melaporkan kematian ibunya ke Polsek Ngemplak.
"Karena tekanan dari masyarakat, akhirnya Luri melaporkan hal tersebut ke Polsek Ngemplak setelah memikirkannya beberapa hari," katanya.
Menantu Mengakui Membeli Sate dan Diberi Mantra
Widodo menyebutkan bahwa anggota dari Polsek Ngemplak segera mengunjungi rumah P untuk melakukan pemeriksaan.
P mengakui memberikan sate kepada Aminah.
Namun, ia membantah bahwa ia telah menambahkan racun ke dalam sate tersebut.
Ia menyatakan bahwa ia hanya memberikan mantra agar Aminah lebih mudah memberikan uang kepadanya.
"Di sana, (P mengakui) 'saya tidak memberi racun (tidak saya beri racun) tapi saya memberi mantra agar mertua saya mudah memberikan uang ketika diminta," kata Widodo.
Setelah pengakuan tersebut, Widodo menyebutkan bahwa anak korban kemudian mempekerjakan seorang pengacara dan akhirnya meminta dilakukannya penggalian kembali jenazah Aminah.
Sampai saat ini, kasus kematian Aminah masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews
(*/ )
Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News
Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA
Berita populer lainnya di Tribun Medan