Ringkasan Berita:
- Sebuah buaya berukuran besar terlihat mengonsumsi tumpukan sampah di Sungai Karangan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
- Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan sungai serta menjaga kelestarian lingkungan.
- Sampah plastik yang mengotori air tidak hanya merusak lingkungan ekosistem, tetapi juga dapat membahayakan hewan liar yang tinggal di area tersebut.
- Dunia maya dihebohkan dengan tindakan buaya besar yang terjepret kamera sedang memakan sampah plastik di sungai yang berada di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Alih-alih mengejar mangsa alami seperti ikan atau hewan kecil, buaya itu terlihat harus mengunyah bahan yang mencemari lingkungan tempat tinggalnya.
Sementara itu, video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kutim.id pada tanggal 5 Juni 2026.
Letaknya secara lengkap berada di aliran Sungai Karangan yang berada di kawasan Sangkulirang, Kutai Timur, Kaltim.
Aliran air berwarna cokelat dikelilingi oleh tumbuhan hijau yang lebat di sepanjang tepinya.
Namun, ketenangan itu terganggu ketika kepala besar sebuah buaya muncul dari permukaan air.
Terlihat jelas bagaimana buaya berukuran besar tersebut memakan sampah plastik.
"Kura-kura ini sedang lapar. Jadi, apa saja yang dimakannya. Wah sangat lapar sekali. Kejadian ini terjadi di Sungai Karangan. Nah, Sungai Karangan berada di Sangkulirang. Betul-betul besar melihat ukuran kura-kuranya. Apalagi jika kita tertangkap, wah pasti langsung dimakan," kata perekam video.
Respons Warganet
Video itu mendapatkan berbagai macam tanggapan dari netizen.
"Kemungkinan di dalam sampah terdapat bangkai daging," tulis netizen.
"Buaya dalam ekosistem yang seimbang, tugasnya adalah memakan ikan besar di sungai, sehingga ikan berukuran kecil bisa dinikmati oleh manusia. Ingat dulu, orang berenang di sungai sangat umum dan aman, karena buaya sudah kenyang. Kini ekosistem rusak, sehingga buaya banyak mengalami kelaparan," tulis warganet.
"Kasiaannn... ya Allah berikan ular itu makanan yang layak dan bukan sampah aamiin," tulis netizen.
Lihat videonya secara lengkap KLIK Tautan di Sini
Tentang Buaya
Kura-kura adalah hewan reptil yang hidup di air tawar seperti sungai, rawa, dan muara.
Di Kalimantan, spesies yang paling umum ditemukan adalah Buaya Muara, yang terkenal sebagai salah satu reptil terbesar di dunia.
Buaya pantai mampu berkembang hingga lebih dari lima meter dan berada di posisi sebagai predator utama dalam rantai makanan ekosistem air.
Sebagai hewan pemangsa puncak, buaya memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan jumlah ikan, reptil, burung air, dan mamalia yang berada di sekitar sungai.
Kehadiran buaya yang sehat biasanya menunjukkan bahwa suatu ekosistem masih mampu menopang keberadaan hewan liar dalam jumlah yang memadai.
Meski dianggap sebagai pemburu yang aktif, buaya juga termasuk dalam kategori oportunis.
Artinya, mereka mampu mengonsumsi berbagai jenis makanan yang tersedia di lingkungan tempat tinggalnya, seperti ikan, bangkai hewan, burung, hewan mamalia kecil, hingga sisa-sisa bahan organik yang terbawa oleh aliran sungai.
Oleh karena itu, buaya terkadang muncul mendekati tumpukan limbah ketika ada aroma makanan atau bangkai yang menarik perhatian mereka.
Namun, memakan sampah plastik bukanlah perilaku alami yang dimiliki buaya.
Plastik tidak bisa diolah oleh sistem pencernaan hewan reptil dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti penyumbatan saluran pencernaan, penurunan kemampuan menyerap nutrisi, hingga kematian jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Dalam lingkungan sungai yang baik, buaya seharusnya mendapatkan makanan dari hewan buruannya.
Oleh karena itu, munculnya buaya yang berinteraksi dengan sampah menggambarkan bahwa pencemaran sungai tidak hanya memengaruhi kualitas air, tetapi juga berdampak pada perilaku dan kelangsungan hidup satwa liar yang merupakan bagian penting dari ekosistem Kalimantan.