Ringkasan Berita:
- Rina Nose melakukan tindakan kecantikan pada bagian hidung dan mata.
- Rina membagikan reaksi para penggemar ketika mereka melihatnya untuk pertama kalinya setelah operasi plastik.
- Ia terkejut karena orang lain ternyata masih mengenalinya.
- Presenter sekaligus komedian Rina Nose baru-baru ini melakukan tindakan bedah plastik pada bagian hidung dan mata.
Rina Nose menjalani tindakan bedah plastik bersama dokter yang juga seorang musisi bernama Tompi.
Selain dari bentuk hidung, ternyata perubahan kebiasaan sehari-hari juga dirasakan oleh pembawa acara yang dikenal mahir menirukan tokoh publik dan figuran terkenal.
Istri dari Josscy Vallazza Aartsen juga menceritakan reaksi para penggemar ketika pertama kali melihatnya dengan bentuk hidung yang berbeda.
Sebaliknya, penggemar Rina yang diklaim bertemu di sebuah pusat perbelanjaan tersebut tidak ragu untuk menyapa komedian tersebut.
Aku pergi ke mall karena sudah lama sekali berada di rumah. Jadi, aku memutuskan untuk pergi ke mall, sekarang sudah mulai diperbolehkan dibuka (perban hidung).
"Tapi itu belum PD, masih memakai masker, coba saja dilepas, lalu memperhatikan orang-orang, ada yang seperti ini, 'Kak Rina', lalu aku seperti ini, 'masih mengenal?'," kata Rina, dikutip dari YouTube Trans TV Official, Kamis (30/4/2026).
"Ya (kenal), ih bagus," katanya seperti itu," tambah Rina menirukan perkataan penggemar.
Perbedaan terasa oleh Rina dengan hidung barunya.
"Pertama-tama dia (berbeda), ingin minum terkena, ini masih (bengkak)," katanya.
Perubahan Kebiasaan Rina Nose Setelah Menjalani Operasi Hidung
Selain bentuk hidung, ternyata perubahan kebiasaan sehari-hari juga dirasakan oleh Rina Nose.
Rina mengakui merasa takut jika hidungnya terkena benturan.
"Ya, takut ketahuan," kata Rina, dikutip dari Instagram @obrolantiapwaktu_trans7, Senin (20/4/2026).
Pelantun Maju Mundur Cantikitu juga pernah mengalami kesulitan dalam minum, karena hidungnya menyentuh gelas.
Awalnya masih sangat tinggi (hidungnya). Terus saya minum, ingin minum isinya (gelasnya) terkena (hidungnya). Benar-benar menyentuh sini (ujung hidung) saat minum," katanya sambil menunjukkan.
"Jadi begitu rasanya jadi orang tinggi," katanya dengan bercanda.
Selain itu, Rina merasakan perbedaan saat sedang mengaplikasikan make-up pada wajahnya.
"Saya saat mengaplikasikan maskara, ada batangnya, seringkali menempel di sini (bagian hidung)," tambahnya.
Bahkan, tiga bulan setelah operasi hidung, Rina mengakui belum pernah mengeluarkan lendir dengan jari.
"Kini sudah bulan ketiga, hingga saat ini aku belum merasa ingin menggaruk," godanya.
Untuk mempertahankan hasil operasi hidungnya, komedian berusia 42 tahun tersebut memilih metode lain yaitu dengan menggunakan alat pencuci hidung.
"Hidung teh dipangku-pangku. Bersihkan hidung, setelah itu dibersihkan perlahan dengancotton bud," urainya.
"Ininya dijaga," tambahnya.
Alasan Operasi Hidung
Pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini menganggap tindakan operasi plastik bukan hanya upaya untuk mengubah penampilan, tetapi juga melibatkan berbagai pertimbangan yang lebih rumit.
Rina memulai penjelasannya dengan menekankan bahwa tindakan operasi plastik sering menjadi topik perdebatan ketika dibahas di ruang publik.
OPERASI PLASTIK. SEBUAH KEPUTUSAN INDIVIDU YANG MENJADI PERDEBATAN SAAT MEMASUKI WILAYAH UMUM,kata Rina, dikutip Tribunnews, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, keputusan untuk melakukan operasi plastik bukanlah tindakan yang dilakukan secara asal atau hanya mengikuti perkembangan tren.
Menurut saya, operasi plastik bukan hanya tindakan untuk mengubah penampilan, apalagi sekadar ikut-ikutan.
Selanjutnya, Rina mengungkapkan bahwa proses ini melibatkan berbagai faktor yang tidak mudah.
Tetapi sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan berbagai aspek.
Dalam penjelasannya, Rina juga menyebutkan bahwa tindakan bedah plastik terkait dengan berbagai faktor teknis dan biologis.
Dimulai dari pemahaman, perhitungan (rasio geometri) bentuk wajah untuk mencapai bentuk yang seimbang dan harmonis, serta aspek biologis (struktur tulang, kulit, fungsi jaringan, dan lainnya) agar tidak menyebabkan masalah kesehatan, terangnya.
Selain itu, Rina menganggap kondisi lingkungan dan faktor geografis juga berkontribusi terhadap ciri-ciri fisik seseorang.
Mengenali bahwa letak atau posisi geografis di berbagai belahan dunia berbeda, memiliki alam, pola, dan iklim yang berbeda pula yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, maka memilih dan memutuskan untuk mengubah bagian kecil dari hal tersebut merupakan sebuah tantangan.jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki pertimbangan sendiri saat membuat keputusan mengenai tubuhnya.
Setiap orang pasti memiliki pilihan dan pertimbangan yang berbeda-beda.
Pada akhirnya, Rina mengakui bahwa aspek estetika dan perawatan menjadi salah satu alasan utama dalam pengambilan keputusannya.
Bagi saya, dan pastinya bagi sebagian besar perempuan, estetika dan perawatan adalah alasan utama secara umum. Karena bukan hanya hidung, tetapi keseluruhan wajah juga diatur ulang untuk tujuan peremajaan,penutup dari istri Josscy Vallazza.
(/Yurika/Rinanda)