Iklan

Mengapa Orang Sering Menunda Pekerjaan, Psikolog Jelaskan!

Sunday, May 3, 2026, 12:44 PM WIB Last Updated 2026-05-02T23:28:47Z

Mengalihkan tugas sering kali secara langsung dikaitkan dengan rasa tidak ingin bekerja.

Ketika seseorang enggan memulai pekerjaan, kehilangan semangat, atau lebih memilih melakukan hal yang lebih menyenangkan, istilah "malas" sering muncul secara spontan.

Namun ternyata, tidak secepat itu.

Dikutip dari Paste Magazine,Profesor Joseph Ferrari, Ph.D., yang terkenal melakukan penelitian mengenai perilaku menunda-nunda, menyatakan bahwa apa yang sering dianggap sebagai kebiasaan malas biasanya lebih berkaitan dengan kondisi emosional yang rumit dan cara otak merespons terhadap tugas tertentu.

Menunda karena takut gagal

Salah satu faktor utama yang membuat seseorang menunda adalah rasa takut akan kegagalan dan penolakan.

Profesor Joseph mengatakan, banyak orang secara sengaja menunda pekerjaan karena mereka ingin menghindari rasa tidak nyaman yang muncul saat menghadapi tugas tersebut.

Ketika suatu pekerjaan terasa menakutkan atau memicu perasaan buruk, otak cenderung mencari metode untuk menghindar.

Dalam konteks ini, menunda bukan hanya sekadar malas, melainkan bentuk penghindaran diri, yakni tindakan menggantikan pekerjaan penting dengan kegiatan yang tidak bermakna agar seseorang tidak perlu menghadapi risiko kegagalan.

Pola ini sering muncul akibat kepercayaan negatif yang ada dalam diri terhadap kemampuan sendiri.

Bagaimana pandangan diri membentuk kebiasaan menunda tindakan Bagaimana cara persepsi diri memengaruhi kebiasaan menunda Bagaimana penglihatan diri membentuk kecenderungan menunda Bagaimana kesadaran diri membentuk kebiasaan menunda Bagaimana cara pandang diri membentuk kebiasaan menunda Bagaimana pemahaman diri membentuk kebiasaan menunda Bagaimana konsep diri memengaruhi kebiasaan menunda Bagaimana perasaan diri membentuk kebiasaan menunda Bagaimana penilaian diri membentuk kebiasaan menunda Bagaimana sikap diri membentuk kebiasaan menunda

Profesor Joseph juga menjelaskan bahwa yang disebut sebagaicore beliefs,keyakinan pokok seseorang mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya turut berpengaruh pada kecenderungan untuk menunda.

Orang-orang yang memiliki pandangan negatif terhadap kemampuan diri cenderung menghindari tugas-tugas yang sulit karena merasa tidak mampu menyelesaikannya.

Sebagai contoh, ketika seseorang merasa "saya pasti akan gagal" atau "saya tidak cukup memadai", pikiran tersebut bisa memicu tindakan menunda agar tidak langsung menghadapi rasa takut yang muncul.

Fokus pada perasaan bukan hanya pada waktu

Profesor Joseph menekankan bahwa kebiasaan menunda pekerjaan lebih berkaitan dengan perasaan dan cara seseorang berusaha menghadapi rasa takut, kebosanan, atau tekanan batin daripada hanya karena kurangnya disiplin atau ketidaksediaan.

Pola menunda ini sering muncul sebagai bentuk respons terhadap tekanan emosional yang muncul ketika memikirkan tugas yang perlu diselesaikan.

Oleh karena itu, psikolog sering menghubungkan prokrastinasi dengan cara menghindari emosi, bukan karena seseorang "malas bekerja".

Apa saja langkah yang dapat diambil untuk menghindari kebiasaan menunda tugas?

Mengenali bahwa kebiasaan menunda-nunda sering muncul dari rasa takut, ketidakpercayaan diri, dan respons emosional dapat membuka jalan menuju strategi yang lebih efektif.

Pendekatan seperti cognitive-behavioral therapy (CBT)dapat membantu seseorang mengidentifikasi dan mengganti keyakinan negatif yang sering menyebabkan penundaan.

Alih-alih menyalahkan diri sendiri karena "malas", para psikolog menyarankan strategi seperti:

  • Mengidentifikasi perasaan yang muncul sebelum menghindari pekerjaan
  • Mengenali pola pikir negatif yang mendasarinya
  • Mencari metode untuk menghadapi tugas yang menakutkan secara perlahan.

Dengan pendekatan semacam ini, tindakan menunda dapat dilihat sebagai sesuatu yang lebih rumit daripada sekadar sifat malas, yaitu serangkaian respons psikologis yang bisa dipelajari dan diatasi.

Komentar

Tampilkan