Secara sekilas, kera yang menunjukkan giginya terlihat lucu, seakan sedang tersenyum lebar. Banyak orang mengira itu tanda keakraban atau undangan untuk bermain. Padahal, di baliknya tersembunyi pesan yang lebih rumit dari yang terlihat.
Di alam satwa, kera memiliki "bahasa" tersendiri yang terkadang tidak sesuai dengan pemahaman manusia. Apa yang terlihat menggemaskan bagi kita, bisa jadi memiliki makna penting bagi mereka. Mari kita bahas makna dari perilaku aneh ini agar tidak salah paham!
1. Tanda-tanda rasa takut yang tersembunyi
Saat kera menunjukkan giginya, biasanya bukan tanda kebahagiaan. Justru, itu merupakan ekspresi rasa takut ketika merasa terancam oleh lingkungan atau makhluk lain di sekitarnya. Gerakan ini dikenal sebagaifear grinyang tampaknya mirip senyuman manusia tetapi maknanya sangat berbeda.
Dilansir National Geographic, ekspresi ini sering digunakan oleh spesies primata untuk mengurangi ketegangan—yang biasanya diikuti dengan gerakan kepala yang berayun maju dan mundur.Fear grindapat muncul dalam suasana yang santai maupun ketika situasi sedang memanas. Jadi, jika kamu melihat monyet seperti ini, sebaiknya jaga jarak yang aman.
2. Bentuk komunikasi sosial di dalam kelompok
Di dalam kelompoknya, kera hidup berdasarkan aturan yang tidak tertulis dan cukup rumit. Menunjukkan gigi merupakan bagian dari komunikasi antar sesama anggota, terutama ketika menghadapi individu yang memiliki status lebih tinggi. Gerakan ini membantu menjaga hubungan tetap stabil tanpa perlu pertemuan langsung yang konfrontatif.
Berdasarkan penelitian primata (Parr & Waller, 2006), ekspresi ini memiliki makna yang berbeda tergantung pada spesies dan sistem sosialnya. Pada monyet rhesus yang hidup dalam hierarki ketat, menunjukkan gigi berfungsi sebagai tanda ketaatan dari individu yang lebih rendah kepada yang lebih dominan, sekaligus memperkuat posisi dalam kelompok (de Waal & Luttrell, 1985). Sementara itu, pada spesies dengan struktur sosial yang lebih setara seperti simpanse atau babon gelada, ekspresi serupa lebih bersifat menenangkan, menunjukkan niat baik, memperkuat ikatan sosial, serta mengurangi kemungkinan konflik (van Hooff, 1967; Parr dkk., 2005; Waller & Dunbar, 2005).
3. Tanda peringatan atau indikasi agresif
Tidak semua ekspresi mengeluarkan gigi menunjukkan ketenangan. Pada beberapa situasi, kera menunjukkan giginya sebagai tanda ancaman. Terlebih ketika kera merasa wilayahnya terganggu atau menganggap sesuatu sebagai bahaya. Ekspresi tubuh ini sering diiringi pandangan tajam atau suara yang keras.
Ekspresi yang menunjukkan gigi juga tercatat dalam konteks interaksi yang agresif. Penelitian terhadap monyet makaka menunjukkan bahwabared-teeth displaydapat muncul dalam rangkaian perilaku konflik, yakni sebagai respons terhadap agresi atau bagian dari dinamika pertarungan sosial (Ueno, Yamada & Nakamichi, 2025). Oleh karena itu, ketika tanda ini muncul bersama dengan indikator lain, langkah paling bijak adalah menghindar daripada memicu respons lebih lanjut.
Mengerti ekspresi monyet tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan. Bahasa tubuh mereka memberikan petunjuk penting mengenai situasi di sekitar. Dengan memahami isyaratnya, kita dapat mengetahui kapan harus mendekat dan kapan harus menjauh.
Mengenal Primata Marmoset, Kera Paling Kecil di Bumi! 5 Fakta tentang Kera Howler, Raja Pemalas dengan Suara yang MenggelegarSumber Referensi :
Parr, L. A., & Waller, B. M. (2006). Memahami ekspresi wajah kera pithan: wawasan tentang evolusi komunikasi. Neurosains sosial kognitif dan emosional, 1(3), 221-228.
Ueno, M., Yamada, K., & Nakamichi, M. (2025). Penggunaan dan Fungsi Ekspresi Gusi Setelah Perkelahian Saat Makan pada Makak Jepang (Macaca fuscata). Jurnal Internasional Primatologi, 46(5), 1039-1053.
Liz Langley. (2016). Mungkin Kamu Tidak Pernah Mendengar Mengenai Kera yang Malu-malu Namun Berwarna-warni.www.nationalgeographic.com. Diakses dari https://www.nationalgeographic.com/animals/article/animal-primate-drill-conservation-biology-mandrill


