Iklan

Masuk pasar global, Sami Raos hadapi tantangan pengiriman dan regulasi produk

Thursday, April 2, 2026, 9:30 PM WIB Last Updated 2026-04-01T23:54:36Z
Masuk pasar global, Sami Raos hadapi tantangan pengiriman dan regulasi produk
Ringkasan Berita:
  • Tantangan yang dihadapi Sami Raos untuk menembus pasar internasional
  • Selain ongkos logistik, tantangan lain datang dari regulasi di masing-masing negara tujuan
  • Sami Raos melakukan perbaikan aspek legalitas dan informasi produk

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

, BANDUNG - Di balik peluang besar ekspansi produk kuliner ke luar negeri, pelaku usaha juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari biaya logistik hingga regulasi di negara tujuan.

Hal ini juga dirasakan oleh produsen bakso aci kemasan Sami Raos asal Garut.

SPV Marketplace Sami Raos, Dani Kisma mengungkapkan bahwa distribusi produk ke luar negeri tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah tingginya biaya pengiriman.

“Yang pertama memang yang kita rasakan secara langsung, kita itu masih ada kendala dalam pengiriman, dalam artian ongkirnya yang cukup lumayan tinggi kalau ke luar negeri,” ujar Dani saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Selain biaya pengiriman, tantangan lain berasal dari peraturan yang berlaku di setiap negara tujuan.

Tidak semua produk makanan dapat dengan mudah masuk, terutama yang memiliki kandungan tertentu seperti daging.

“Dengan regulasi di negara bersangkutan, tidak semua negara bisa bebas masuk produk, apalagi yang mengandung komposisi daging,” jelas Dani.

Situasi ini memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan produknya agar sesuai dengan standar internasional.

Salah satu tindakan yang dilakukan Sami Raos adalah meningkatkan aspek legalitas serta data produk.

“Kita mencoba untuk melengkapi secara legalitas produk, termasuk permintaan untuk mencantumkan komposisi dalam bahasa Inggris di kemasan,” katanya.

Upaya ini dilakukan agar produk dapat diterima di pasar global sekaligus memenuhi persyaratan yang berlaku di berbagai negara.

Di sisi lain, faktor ketahanan produk menjadi aspek penting dalam distribusi jarak jauh.

Dani memastikan bahwa produk Sami Raos, khususnya varian bakso, memiliki daya tahan yang cukup untuk pengiriman internasional.

“Untuk di suhu ruang, produk bakso kita bisa tahan maksimal selama tiga bulan, jadi untuk pengiriman ke luar negeri kita bisa pastikan aman,” ungkapnya.

Meski demikian, Sami Raos hingga kini belum melakukan pengiriman langsung ke luar negeri.

Proses distribusi masih bergantung pada mitra seperti agen dan jasa titip yang telah memiliki jaringan logistik sendiri.

“Kita menyerahkan ke mitra seperti agen atau jastiper, karena mereka sudah punya ekspedisi khusus,” jelasnya.

Ke depan, Sami Raos berencana memperluas pasar hingga ke Eropa melalui kerja sama dengan platform Master Bagasi. Namun, ekspansi ini dinilai tidak mudah, mengingat perbedaan selera konsumen.

“Untuk negara Eropa agak berat, karena kita hanya mengandalkan orang Indonesia yang tinggal di sana. Rata-rata orang Eropa tidak terlalu suka pedas,” katanya.

Hal ini berbeda dengan pasar Asia Tenggara yang dinilai lebih potensial karena memiliki kesamaan selera terhadap makanan bercita rasa kuat dan pedas.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Sami Raos tetap optimis untuk terus berkembang. Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan penguatan distribusi, khususnya di pasar dalam negeri.

"Kami berharap terus berkembang dan fokus pada distribusi secara langsung, agar produk kami dapat menyebar ke seluruh Indonesia," kata Dani.

Komentar

Tampilkan