Iklan

Gejala Awal Kanker Payudara yang Tak Hanya Benjolan, Ini 7 Tandanya

Saturday, April 25, 2026, 10:57 AM WIB Last Updated 2026-04-25T03:30:56Z

- Tanda paling umum dari kanker payudara adalah munculnya benjolan baru di area payudara atau ketiak yang tidak menghilang.

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel dalam payudara mulai berkembang secara tidak terkendali, sehingga membentuk massa yang terasa seperti benjolan.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan di dunia dan termasuk penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal dari risiko kanker payudara agar dapat segera mendapatkan pengobatan.

Gejala awal kanker payudara

DIkutip dari laman Lembaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), berikut beberapa tanda awal kanker payudara selain terdapat benjolan:

  1. Pembengkakan atau peningkatan ukuran pada area payudara
  2. Iritasi atau munculnya lekuk pada kulit payudara
  3. Kemerahan atau kulit bersisik pada area puting susu atau payudara
  4. Puting mengalami tarikan atau nyeri di area puting
  5. Keluar cairan dari puting susu selain air susu ibu, termasuk darah
  6. Terdapat perubahan dalam ukuran atau bentuk payudara
  7. Rasa sakit di bagian mana pun pada payudara.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala yang disebutkan, segera kunjungi dokter agar dapat memastikan kondisi dan mendapatkan pengobatan sedini mungkin.

Juga perlu diketahui bahwa gejala-gejala tersebut bisa muncul akibat gangguan kesehatan lain yang bukan kanker. Oleh karena itu, penting untuk segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan.

Tips untuk mengurangi risiko kanker payudara

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker payudara, terutama pada kelompok yang memiliki risiko tinggi, terdapat beberapa saran yang dapat membantu menurunkan kemungkinannya.

Dilansir dari laman American Cancer Society, penelitian mengungkapkan bahwa perubahan pola hidup mampu mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara, termasuk bagi individu dengan risiko tinggi.

Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara:

  1. Kurangi atau hindari penggunaan minuman beralkohol. Semakin tinggi konsumsi alkohol, semakin besar kemungkinan terkena kanker payudara.
  2. Jika Anda mengisap rokok, sebaiknya berhenti. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi tembakau meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara.
  3. Pertahankan berat badan Anda dalam kondisi ideal. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, konsultasikan dengan dokter mengenai rencana yang sesuai.
  4. Bekerja secara aktif dan melakukan olahraga secara teratur. Kegiatan fisik dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang ideal, yang juga berperan dalam mencegah kanker payudara.
  5. Berikan ASI. Jika Anda memiliki bayi, pemberian ASI bisa membantu dalam mengurangi risiko kanker payudara.
  6. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang bisa mengurangi kemungkinan terkena berbagai jenis kanker.
  7. Kurangi penggunaan terapi hormon setelah masa menopause. Menggunakan terapi hormon pasca-menopause bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai alternatif nonhormonal untuk mengatasi gejala menopause.

Jika Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, seperti karena memiliki riwayat keluarga, mutasi gen yang diwariskan, atau pernah mengalami kondisi prakanker, segera konsultasikan dengan dokter.

Beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara, atau membantu mendeteksinya lebih dini.

Termasuk dalam hal itu adalah konseling genetik dan pemeriksaan risiko kanker payudara, penggunaan obat atau tindakan operasi pencegahan (profilaksis), hingga pemantauan ketat untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kanker payudara.

Komentar

Tampilkan