Keberadaan seri Lito merupakan upaya untuk memperluas akses terhadap drone kamera di kalangan pemula. Dalam pernyataan resminya, Erajaya menyebutkan bahwa perangkat ini dirancang agar pengguna pemula dapat langsung menggunakannya dan menghasilkan gambar dari udara.
Lito X1 merupakan varian yang lebih tinggi dengan sensor berukuran 1/1.3 inci dan resolusi efektif sebesar 48 MP. Drone ini juga dilengkapi sensor penghindaran rintangan di semua arah serta LiDAR di bagian depan untuk memudahkan navigasi di area yang lebih rumit.
Di sisi lain, Lito 1 hadir dengan spesifikasi yang lebih sederhana tetapi masih dilengkapi sensor 48 MP dan sistem deteksi rintangan yang serupa. Perangkat ini ditujukan untuk pengguna yang menginginkan fitur dasar dengan harga yang lebih murah.
Kedua model dilengkapi dengan fitur otomatis seperti pengenalan subjek dan mode pengambilan gambar instan. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan video atau foto dengan gerakan kamera tertentu tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang rumit.
Dari segi keamanan, seri ini memanfaatkan sistem sensor yang dirancang untuk menghindari hambatan saat terbang. Perusahaan menyebut pendekatan ini penting bagi pengguna pemula yang belum terbiasa mengoperasikan drone dalam berbagai situasi.
Untuk ketahanan, drone ini diklaim mampu terbang hingga 36 menit dalam satu kali pengisian baterai. Selain itu, perangkat diungkapkan tetap stabil saat digunakan dalam kondisi angin tertentu.
Di Indonesia, harga Lito 1 dimulai sekitar Rp4,9 juta, sementara Lito X1 dimulai sekitar Rp6,1 juta tergantung pada paket yang dipilih.