Iklan

3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Wednesday, May 6, 2026, 9:17 PM WIB Last Updated 2026-05-06T12:41:57Z
 

Sertifikat keislaman Richard Lee secara resmi ditarik. Penarikan ini dilakukan oleh Mualaf Center Indonesia, yang merupakan lembaga yang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Hanny Kristianto sebagai Sekretaris Jenderal Mualaf Center Indonesia menyampaikan beberapa alasan terkait pencabutan sertifikat mualaf yang dimiliki Richard Lee.

Pertama, sertifikat mualaf dicabut karena sertifikat yang dikeluarkan dengan nama Richard Lee tidak digunakan untuk keperluan dokumen pribadi.

"Alasan pencabutan sertifikat tersebut adalah karena sertifikat yang dikeluarkan tidak digunakan untuk mengurus dokumen. Sampai saat ini, KTP yang bersangkutan masih beragama Katolik," kata Hanny Kristianto dalam pernyataannya.

Ia menekankan bahwa penggunaan sertifikat mualaf oleh Richard Lee tidak dimanfaatkan berdampak serius terhadap pihak yang bersangkutan jika meninggal dunia. Keluarga atau orang terdekatnya akan menguburkannya sesuai dengan agama yang tercantum dalam KTP.

Alasan kedua, pencabutan sertifikat dilakukan karena khawatir digunakan secara tidak tepat. Contohnya, sertifikat mualaf digunakan oleh Richard Lee untuk menyerang pihak lain dalam perkara hukum.

"Kami tidak ingin sertifikat mualaf ini justru digunakan sebagai alat bukti atau bahan dalam persidangan untuk saling menyerang sesama umat Islam. Karena pernah ada pernyataan, 'ini akan kami gunakan untuk konstruksi hukum'," ujar Hanny.

Jika sertifikat tersebut digunakan untuk menyerang pihak lawan oleh Richard Lee, Mualaf Center Indonesia sebagai pihak yang menerbitkan sertifikat bisa terlibat dalam masalah hukum. Hal ini yang tidak diharapkan dan berusaha dihindari.

"Sertifikat tersebut fungsinya untuk keperluan administrasi saja. Contohnya mengganti agama pada kolom KTP, untuk menikah, atau mengurus surat kematian," katanya.

Alasan lain penghapusan sertifikat mualaf Richard Lee adalah karena pria tersebut kembali ke gereja dan dilaporkan menyatakan keyakinannya bahwa Yesus adalah Tuhan. Pernyataan ini dianggap bertentangan dengan konsep tauhid dalam agama Islam.

"Kalimat itu menurut saya sudah tidak mengakui la ilaha illallah," ujar Hanny.

Komentar

Tampilkan