Iklan

Apa Itu TB Ginjal? 7 Penyebab yang Sering Terlupakan

Thursday, April 23, 2026, 6:26 AM WIB Last Updated 2026-04-22T23:37:52Z

Berita duka datang dari dunia musik Indonesia. VokalisBand Element, Lucky Widja, meninggal pada 25 Januari 2026 akibat komplikasi ginjal yang disebabkan oleh TB ginjal yang ia derita sejak tahun 2022. Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi ginjal parah, sehingga almarhum harus menjalani cuci darah dua kali seminggu selama setahun terakhir.

Peristiwa ini kembali menarik perhatian masyarakat terhadap TB ginjal, salah satu jenis tuberkulosis yang jarang diketahui. Padahal, penyakit ini bisa menyebabkan konsekuensi berat jika tidak terdeteksi lebih awal. Lalu, apa itu TB Ginjal dan mengapa penyakit ini sering tidak terdeteksi?

Apa itu TB Ginjal?

apa itu Tuberkulosis Ginjal (unsplash.com)
 

Secara medis, apa itu tuberkulosis ginjal merujuk pada infeksi tuberkulosis yang terjadi di luar paru-paru dan disebabkan oleh bakteri.Mycobacterium tuberculosisdan menyerang sistem ginjal. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi bisa menyebar ke organ tubuh lain melalui aliran darah.

Ginjal yang terkena tuberkulosis merupakan bagian dari penyakit tuberkulosis genitourinaria, yaitu infeksi TB yang menyerang sistem kemih. Selain ginjal, organ lain yang bisa terkena meliputi kandung kemih, saluran ureter, kelenjar prostat, kantong testis, serta area panggul pada wanita.

Infeksi bisa menyerang satu atau kedua ginjal. Secara umum, bakteri mulai menginfeksi korteks atau lapisan luar ginjal, kemudian menyebar ke bagian medula. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, kerusakan jaringan ginjal, hingga kegagalan ginjal tahap akhir.

Seberapa Umum Penyakit TBC Ginjal Terjadi?

Gagal ginjal termasuk penyakit yang jarang terjadi. Dalam literatur kedokteran, kasus ini hanya menempati sebagian kecil dari tuberkulosis ekstra paru. Tingkat kejadian bervariasi berdasarkan laporan medis, tergantung pada wilayah dan metode diagnosis yang digunakan.

Meskipun jarang, TB ginjal sering kali tidak diperhatikan karena gejalanya mirip dengan penyakit saluran kemih lainnya. Akibatnya, banyak kasus baru hanya terdeteksi ketika kondisinya sudah memburuk.

Bagaimana Tuberkulosis Dapat Menyerang Ginjal?

Untuk memahami apa itu TB ginjal, penting untuk mengenal cara penyebarannya. TB ginjal biasanya dimulai dari infeksi TB paru atau TB yang sudah ada sejak lama. BakteriMycobacterium tuberculosiskemudian menyebar melalui aliran darah dan berhenti di ginjal.

Dalam beberapa laporan medis, penyebaran ke ginjal bisa terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal, bahkan mencapai lebih dari sepuluh tahun. Selain itu, TB ginjal juga bisa muncul akibat pengobatanBacillus Calmette-Guérin (BCG) yang diberikan langsung ke kandung kemih sebagai cara pengobatan kanker kandung kemih. Meskipun jarang, prosedur ini diketahui mampu menyebabkan infeksi TB pada ginjal.

Siapa Saja yang Berisiko Menderita Tuberkulosis Ginjal?

Ginjal dapat terkena oleh siapa saja. Namun, risikonya lebih tinggi pada seseorang dengan sistem imun yang melemah. Kelompok yang lebih rentan meliputi penderita HIV, penderita diabetes, serta orang yang mengonsumsi obat penghambat imun, termasuk pasien yang menjalani transplantasi organ.

Kemampuan tubuh yang lemah memungkinkan bakteri TB berkembang dan menyerang jaringan ginjal secara tidak terdeteksi.

Ciri-ciri dan Tanda-Tanda Tuberkulosis Ginjal

Gagal ginjal umumnya tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal. Namun, ketika infeksi semakin parah, beberapa keluhan mungkin timbul, antara lain:

  • Nyeri panggul atau nyeri punggung
  • Air kemih tercampur darah atau hematuria
  • Jumlah buang air kecil meningkat
  • Rasa sakit atau sensasi seperti terbakar saat buang air kecil
  • Penurunan volume urin atau oliguria
  • Adanya darah, protein, atau sel darah putih dalam air seni
  • Gejala umum yang sering terjadi meliputi demam ringan yang berlangsung lama, penurunan berat badan, keringat di malam hari, batuk, serta rasa lemah pada tubuh.

Karena mirip dengan infeksi saluran kemih, tuberkulosis ginjal seringkali sulit dikenali. Dalam banyak kasus, kecurigaan muncul ketika gejala tidak membaik meskipun sudah diberikan antibiotik.

7 Faktor yang Sering Diabaikan Sebagai Penyebab TBC Ginjal

Gagal ginjal tidak muncul secara mendadak. Berikut tujuh faktor yang sering menjadi penyebab timbulnya penyakit ini.

  1. Sejarah Tuberkulosis Paru atau TB TersembunyiInfeksi tuberkulosis sebelumnya dapat menjadi sumber penyebaran kuman ke ginjal.
  2. Penyebaran Bakteri Melalui Aliran DarahBakteri tuberkulosis mampu bertahan dalam waktu yang lama dan menyebar ke organ ginjal seiring berjalannya waktu.
  3. Sistem Imun yang MenurunImunitas tubuh yang lemah memungkinkan infeksi lebih mudah berkembang.
  4. Infeksi TB Ekstra ParuKenaikan TB di organ lain meningkatkan kemungkinan terlibatnya ginjal.
  5. Lingkungan dengan Angka Kecenderungan TB yang TinggiLingkungan yang memiliki tingkat TB yang tinggi memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi.
  6. Penyakit Kronis dan Pengobatan ImunosupresanPenyakit diabetes, HIV, serta penggunaan obat yang mengurangi fungsi sistem imun merupakan faktor utama yang meningkatkan risiko.
  7. Terapi BCG pada Kandung KemihTerapi kanker kandung kemih menggunakanBCGdapat menyebabkan tuberkulosis ginjal dalam sejumlah kecil kasus.

Bagaimana Mendeteksi TB Ginjal?

Diagnosis tuberkulosis ginjal membutuhkan pemeriksaan khusus. Penilaian bisa dilakukan melalui tespolymerase chain reaction (PCR) air kemih, pemeriksaan Lipoarabinomannan (LAM) pada air kemih, serta pemeriksaan bakteri tahan asam dengan metodesmear microscopy menggunakan pewarnaan Ziehl–Neelsen.

Pemeriksaan pencitraan dan pengujian fungsi ginjal juga diperlukan dalam mengevaluasi tingkat keparahan infeksi.

Pengobatan TB Ginjal

Pengobatan TB ginjal dilakukan melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sesuai dengan pedoman medis. Pengobatan tahap pertama melibatkan kombinasi isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol selama dua bulan, diikuti dengan penggunaan isoniazid dan rifampisin selama empat bulan berikutnya.

Dalam kasus resistensi obat, diperlukan pengobatan tahap dua dengan jangka waktu yang lebih lama. Di sisi lain, bagi penderita TB ginjal yang juga mengidap HIV, rifampisin diganti dengan rifabutin dan durasi pengobatan diperpanjang. Jika terjadi komplikasi parah, tindakan bedah dapat menjadi opsi selanjutnya.

Kasus tuberkulosis ginjal yang dialami tokoh publik menunjukkan bahwa penyakit ini bisa menyebabkan dampak berbahaya jika tidak segera ditangani. Pemahaman tentang apa itu TB Ginjal menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Meskipun terdengar berat, penyakit ginjal bisa sembuh jika diketahui lebih awal dan ditangani sesuai petunjuk dokter. Penerapan gaya hidup bersih dan sehat, menjaga kekebalan tubuh, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah penting dalam mencegah kondisi ini.

Komentar

Tampilkan