
TEBINGTINGGI, .CO – Bantuan sosial (bansos) kepada warga di Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Marulakhilir Kota Tebingtinggi akhirnya disalurkan, Senin (30/3). Penyaluran dilakukan setelah adanya sorotan publik terkait dugaan belum tersalurkannya di wilayah tersebut oleh pemerintah setempat.
Heri Bima Utami Purba, warga Lingkungan II, yang sebelumnya tidak menerima bantuan sosial (bansos), akhirnya telah menerimanya. Hal ini terjadi setelah beberapa hari menjadi perbincangan di Kota Tebinttinggi, setelah pihak kelurahan bersama tokoh masyarakat mendatangi kediamannya dan membawanya ke kantor lurah untuk proses penyerahan.
Penyerahan bansos kepada Heri di Kantor Lurah Tanjung Marulakhilir turut dihadiri Lurah Eka Sapitri, Kasi Trantib Kecamatan Hatta, serta sejumlah perangkat kelurahan.
Pada kesempatan tersebut, Heri mengucapkan terima kasih kepada pihak kelurahan, khususnya kepada lurah, karena telah memberikan perhatian dengan menjemputnya langsung dari rumah.
Ia menyebutkan bahwa bantuan sembako tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk anaknya.
Heri juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadirkan istrinya, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya saat ia mendatangi rumah mertuanya.
Sebelumnya, Heri tidak menerima bantuan sosial diduga karena tidak mampu membawa istrinya sesuai permintaan Kepala Lingkungan II, Idawati Damanik. Keadaan ini sempat menjadi perhatian masyarakat dan menyebar di media sosial.
Pengadaan bantuan sosial yang dilakukan di Kelurahan Tanjung Marulakhilir pada Jumat (27/03/2026) turut dihadiri oleh Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih. Heri juga tidak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki surat undangan serta kesulitan dalam berkomunikasi dengan pihak kelurahan.
Sementara berada di kantor lurah, Kepala Lingkungan Idawati tidak terlalu bersedia memberikan komentar. "Ia hanya mengatakan kepada media terima kasih telah memviralkan saya," katanya sambil berjabat tangan.
Kepala Desa Tanjung Marulakhilir, Eka Sapitri, dalam responsnya saat diwawancarai menyampaikan bahwa ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar lebih profesional dalam menjalankan tugas.
Di masa depan, ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Menurutnya, masalah tersebut muncul akibat kurangnya komunikasi langsung dengan dirinya.
Dengan penyaluran bantuan sosial tersebut, diharapkan tidak lagi terjadi kesalahpahaman maupun hambatan komunikasi dalam pendistribusian bansos di tengah masyarakat.
Peristiwa ini juga menjadi evaluasi yang penting bagi semua pihak terkait agar ke depan dapat bekerja dengan lebih profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga hak-hak warga benar-benar terpenuhi tanpa adanya hambatan. (mag-3/azw)