
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Ia mendorong penguatan literasi keuangan hingga tingkat keluarga agar masyarakat lebih kritis sebelum menggunakan layanan keuangan maupun menempatkan uang pada investasi tertentu.
Pesan itu disampaikan Nawal saat membuka Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga di Aula Gedung PDAM Kota Salatiga, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Bank Indonesia Jawa Tengah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah.
Data OJK menunjukkan persoalan layanan keuangan ilegal masih cukup besar. Sepanjang 2025, OJK mencatat 21.249 laporan terkait pinjaman online ilegal dan 4.971 pengaduan investasi ilegal.
Pada tahun yang sama, OJK juga menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran investasi ilegal.