
Nestapa pemain keturunan naturalisasi Timnas Malaysia, Wan Kuzain Ahmad Amal, tergusur pemain naturalisasi asing untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Drama naturalisasi Timnas Malaysia, kali ini bukan perkara pemalsuan dokumen tapi rivalitas antara pemain keturunan dan asing.
Salah satu pemain keturunan Malaysia, Wan Kuzain, merasa sangat kecewa setelah namanya dicoret dari skuad FIFA ASEAN Cup 2026.
Nestapa pemain kelahiran Amerika ini semakin bertambah setelah mengetahui namanya tidak masuk skuad Harimau Malaya dari media sosial.
Seketika pemain berusia 28 tahun itu meluapkan kekecewaannya, meski hanya melalui sebuah tulisan yang diunggah di media sosial.
"Tentu saja mengecewakan tidak dipanggil tapi yang lebih membuat kecewa adalah mengetahui hal itu melalui media sosial," tulis Wan Kuzain.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu pun mengaku tak masalah dan mendoakan Harimau Malaya meraih hasil positif di FIFA ASEAN Cup 2026
"Tidak apa-apa, kamu hanya perlu bekerja lebih keras untuk menjadi pemain kunci dalam tim."
"Saya berharap tim ini sukses dan tidak sabar untuk mendukung mereka," pungkas Wan Kuzain.
Timnas Malaysia memanggil 23 pemain untuk turnamen resmi FIFA pertama di Asia Tenggara yang nanti digelar di Indonesia.
Menariknya, saat pemain keturunan asli tidak mendapat kesempatan, pelatih Malaysia justru memanggil tiga pemain asing yang baru dinaturalisasi.
Mereka adalah Manuel Hilgado, Bergson da Silva, dan Brad Trapp, ketiganya merupakan pemain dari klub Johor Darul Ta'zim (JDT).
Khusus untuk Brad Trapp, media lokal Malaysia gencar mengabarkan bahwa sang pemain memiliki keturunan Malaysia.
Akan tetapi hingga saat ini tak ada satu pun sumber yang dapat memberi informasi mengenai asal-usul dan keturunan sang pemain.
Situasi ini kembali memicu polemik, pasalnya Malaysia baru saja terjerat skandal naturalisasi berupa pemalsuan dokumen tujuh pemain asing.
Banyak pihak yang telah mengkritik Federasi Malaysia (FAM) karena situasi ini tapi masih belum membuahkan informasi perihal transparansi keturunan Brad Trapp.
FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai pada 24 September hingga 5 Oktober di dua venue, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat.
Malaysia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Indonesia, Singapura, dan Bangladesh.
Sementara itu, Grup B berisi Thailand, Vietnam, Filipina dan Pakistan.
Menarik dinantikan seperti apa kiprah Malaysia di bawah asuhan pelatih Tan Cheng Hoe dalam ajang ini.
Terlebih pertemuan dengan Timnas Indonesia, momen ini sudah dinanti banyak penggemar sepak bola Tanah Air.