Iklan

Polisi Selidiki Kematian Pria di Hotel Semarang dengan Mulut Berbusa

Sunday, August 9, 2026, 1:00 PM WIB Last Updated 2026-08-09T00:32:53Z
Polisi Selidiki Kematian Pria di Hotel Semarang dengan Mulut Berbusa
Ringkasan Berita:
  • Penemuan tubuh pria tersebut pertama kali dilaporkan oleh pihak hotel kepada Polsek Semarang Tengah sekitar pukul 01.30 WIB.
  • Informasi awal yang dikumpulkan oleh polisi menyebutkan bahwa korban tiba di hotel sekitar pukul 01.00 WIB dan menyewa sebuah kamar.
  • Beberapa saat kemudian, saksi yang sebelumnya berada di samping korban menemukan pria itu sedang tertidur.
  • Namun, ketika korban tidak segera merespons, saksi bersama temannya mencoba membangunkannya.

, SEMARANG –Petugas masih melakukan penyelidikan mengenai penemuan mayat seorang laki-laki berusia 31 tahun di kamar hotel di pusat Kota Semarang.

Identitas dari korban telah diketahui, meskipun demikian penyebab kematian masih belum jelas.

Petugas masih menantikan hasil pemeriksaan kesehatan.

Hasil pemeriksaan tersebut kelak juga akan mengungkap apakah penyebab kematian korban berkaitan dengan obat peningkat stamina yang ditemukan di dalam tas.

Kronologi Penemuan

Korban dengan inisial ASS (31), penduduk Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, ditemukan meninggal di Kamar Nomor 8 Hotel Singapore, Jalan Imam Bonjol Nomor 12, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

Jenazah ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur, baju bagian atas terbuka sehingga menampakkan perut, sedangkan bagian bawah hanya memakai celana dalam.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh pihak hotel ke Polsek Semarang Tengah sekitar pukul 01.30 WIB setelah seorang tamu ditemukan dalam keadaan tidak sadar.

Informasi awal yang dikumpulkan oleh polisi menyebutkan bahwa korban tiba di hotel sekitar pukul 01.00 WIB dan menyewa sebuah kamar.

Beberapa saat kemudian, saksi yang sebelumnya berada di samping korban menemukan pria itu sedang tertidur.

Namun, setelah korban tidak merespons, saksi bersama temannya mencoba membangunkan.

Para korban ditemukan dalam posisi terlentang, mulutnya mengeluarkan busa, dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada petugas resepsionis hotel yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Semarang Tengah bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Semarang segera menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kepolisian melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara, mengambil keterangan dari beberapa saksi, serta bekerja sama dengan PMI untuk membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang guna menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Hasil Pemeriksaan Awal

Pada pemeriksaan awal di lokasi, tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun demikian, petugas berhasil menyita beberapa barang yang berpotensi menjadi petunjuk, termasuk obat penguat stamina merek Cobra yang ditemukan di dalam tas korban.

Polisi menyatakan bahwa temuan tersebut belum bisa dikaitkan dengan penyebab kematian, karena seluruh kemungkinan masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan medis.

Kepala Sektor Polisi Semarang Tengah, Kompol Sugito, menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan telah dilakukan sejak laporan diterima.

"Menyangkut penyebab pasti kematian korban, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis sehingga penyelidikan terus berlangsung," ujarnya.

Kompol Sugito juga mengingatkan warga untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan atau menyebarkan data yang belum diverifikasi terkait penyebab kematian korban.

Menurutnya, pihak kepolisian bersama tim medis masih mengumpulkan seluruh data untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah dan menyeluruh.

Kami mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru percaya atau menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Serahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tim medis.

Jika terdapat perkembangan terkait hasil penyelidikan, kami akan menyampaikannya secara resmi kepada masyarakat," tambahnya. (rez)

Komentar

Tampilkan