Iklan

Harga minyak global jatuh karena Trump tunda serangan ke Iran, Brent turun 6,8 persen

Tuesday, August 4, 2026, 11:05 AM WIB Last Updated 2026-08-04T03:55:50Z

Harga minyak mentah global turun tajam dalam perdagangan Senin (3/8) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan serangan baru terhadap Iran dan memilih untuk mencari kesepakatan cepat guna menghentikan ambisi nuklir Teheran serta membuka kembali Selat Hormuz.

Berdasarkan data Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 6,17 poin atau 6,85 persen menjadi 83,96 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 4,01 poin atau 4,75 persen menjadi 80,65 dolar per barel.

Dikutip oleh Reuters, sebagai tanda penurunan ketegangan, Trump pada malam Sabtu melalui platform Truth Social menyatakan bahwa Iran dan beberapa negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mengakibatkan kembali dibukanya Selat Hormuz secara "segera, penuh, dan lengkap", sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran.

"Perhatian utama saat ini adalah apakah minggu ini akan mengulangi situasi minggu lalu, ketika harapan tercapainya kesepakatan gagal karena Iran tetap bersikeras dan terus memanfaatkan kendalinya atas Selat Hormuz, termasuk melalui ancaman serangan terhadap pangkalan militer AS atau kapal tanker yang melewati jalur tersebut," kata Analis pasar dari IG, Tony Sycamore.

Di mana, berdasarkan data pelayaran pada Senin menunjukkan dua kapal tanker yang membawa minyak dari Arab Saudi telah melewati Selat Bab el-Mandeb dari Laut Merah pada akhir pekan. Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan setelah muncul laporan tentang serangan terhadap beberapa kapal.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) juga melaporkan tiga serangan tambahan terhadap kapal tanker sejak hari Sabtu.

Pada hari Minggu, OPEC+ menyetujui kenaikan produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari mulai bulan September. Keputusan ini merupakan bagian dari proses pengurangan bertahap terhadap pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya dijalankan oleh kelompok produsen minyak tersebut.

Namun, karena gangguan ekspor dari wilayah Teluk, Rusia, dan Kazakhstan yang disebabkan oleh konflik Iran dan perang di Ukraina, kenaikan produksi bulanan OPEC+ sepanjang tahun ini sebagian besar hanya tercatat secara teori dan belum memberikan dampak nyata terhadap pasokan maupun pasar minyak global.

Komentar

Tampilkan