- Surya Vandiantara, ekonom dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, tidak setuju jika pidato Presiden Prabowo Subianto dianggap sebagai penyebab penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Faktor kinerja perusahaan terbuka lebih penting dalam menentukan harga pasar.
Surya mengatakan, naik turunnya IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh aspek dasar. Salah satunya adalah kinerja perusahaan yang terdaftar di pasar saham.
"Jika kinerja perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa secara umum mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka wajar jika nilai IHSG juga turun," ujar Surya, Sabtu (4/7).
Ia menganggap situasi saat ini merupakan hal yang tidak biasa. Pasalnya, kinerja perusahaan di pasar modal cenderung stabil dan indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi positif. Namun, pada kenyataannya IHSG justru mengalami penurunan.
Anomali ini semakin jelas dengan munculnya wacana bahwa pidato Prabowo menjadi penyebab penurunan IHSG. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk menarik kesimpulan mengenai situasi saat ini.
"Kisah ini menunjukkan adanya investor tidak jujur yang melakukan tindakan tidak rasional di pasar modal, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Bukti turunnya IHSG ini kemudian dikait-kaitkan dengan agenda politik yang mencemarkan nama Presiden," tambahnya.
Surya mengira terdapat investor jahat yang melakukan tindakan tidak rasional. Hal ini menyebabkan nilai pasar di bursa menjadi tidak sehat.
Keadaan ini juga dapat merugikan para investor yang telah melakukan analisis dasar secara baik. Dampak serupa juga bisa dirasakan oleh perusahaan yang terdaftar di pasar modal.
"Untuk mencapai tujuan politik yang tersembunyi, mereka telah merugikan banyak pihak," katanya.
Oleh karena itu, Surya mengajak masyarakat untuk lebih waspada agar tidak terjebak dalam tindakan tidak rasional dari para investor tersebut. Ia juga meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap perilaku investor yang tidak bertanggung jawab itu.
"Pemerintah perlu berani mengambil langkah tegas terhadap tindakan tidak rasional yang dilakukan para investor tidak bertanggung jawab dengan niat politik, guna menjaga kepentingan rakyat banyak," tutupnya.