
Mengungguli Veda Ega Pratama dalam sesi latihan, Zen Mitani menyatakan kesiapannya menyongsong kualifikasi Moto3 Belanda 2026.
Kemacetan positif sedang mengelilingi Zen Mitani setelah ia menyelesaikan hari pertama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen pada Jumat (26/6/2026) kemarin.
Salah satu anggota Honda Team Asia mengatakan telah menemukan perasaan yang lebih baik dibandingkan balapan sebelumnya.
Namun, Mitani tidak boleh terlalu percaya diri karena hasil yang dicapainya dalam sesi latihan kemarin belum memadai untuk meloloskannya ke kualifikasi 2/Q2.
Dengan catatan waktu terbaik 1 menit 42,055 detik, pembalap asal Jepang tersebut berada di posisi ke-19 dengan jarak 1,137 detik dari pembalap tercepat.
Ya, Mitani berada dalam jarak waktu yang cukup jauh dari Joel Kelso dari GRYD Racing yang menyelesaikan sesi tersebut di posisi pertama.
Meskipun masih terdapat banyak perbedaan yang perlu dikurangi, Mitani seharusnya sedikit bangga karena catatan waktunya tetap lebih baik dibandingkan Veda Ega Pratama.
Setelah sempat mengalami kecelakaan, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut juga harus berjuang dari Q1 setelah berada di posisi ke-23.
Veda berada di posisi tersebut setelah hanya mencatatkan waktu terbaik 1 menit 42,331 detik.
Ini adalah kali kedua bagi Veda mencatatkan waktu lebih cepat dari rekan setimnya sejak awal musim, setelah kejadian serupa terjadi di Grand Prix Hungaria.
Pada sesi latihan bebas 1/Free Practice1 (FP1), Veda pada saat itu juga mengakui bahwa ritme Mitani lebih unggul.
Kegagalan Veda dalam memperbaiki catatan waktu dan lolos langsung ke Q2 ini terjadi karena dia pernah mengalami kecelakaan.
Setelah menjalani rangkaian sesi pada hari pertama Moto3 Belanda 2026, Mitani menyatakan bahwa kecepatannya di hari itu hanya bertujuan untuk memahami sifat dari trek tersebut.
Terlebih lagi, Mitani baru pertama kalinya mengaspal di lintasan sepanjang 4,5 kilometer ini, berbeda dengan Veda yang sudah pernah melakukannya saat berlaga di Red Bull Rookies Cup musim 2024.
"Ini pertama kalinya saya berlari di Assen, jadi hari ini fokusnya pada pembelajaran karakter sirkuit ini," ujar Mitani, dalam pernyataan Honda Team Asia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa slipstream memberikan Mitani keuntungan dalam meningkatkan catatannya dan membuka peluang di bidang yang bisa ia tingkatkan.
"Sebagian besar waktu saya dihabiskan dengan berjalan sendirian," kata Mitani menjelaskan.
Tetapi ketika saya mengikuti pembalap lain (slipstream) dengan mudah meningkatkan catatan waktu dan saya menyadari di bagian mana saya dapat berlari lebih cepat.
Dengan kesadaran bahwa masih ada jarak yang besar dengan para pembalap tercepat, Mitani berkomitmen untuk menjadi salah satu pesaing Veda agar bisa melaju ke Q2.
Terlebih lagi, Mitani merasa sedang mengalami pengalaman yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya, berkat bantuan maksimal dari tim produksi.
"Saya masih jauh tertinggal dari barisan depan," ujar Mitani.
Tetapi jika dibandingkan dengan lomba-lomba sebelumnya, saya merasa jauh lebih baik dan menemukan banyak kesempatan untuk berkembang.
Tim sangat membantu saya dalam mengetahui di mana saya dapat melakukan langkah perbaikan berikutnya.
"Kami akan mengikuti kualifikasi dan berusaha melewati Q2, yang paling penting adalah tetap tenang untuk menghindari kesalahan, serta terus berkembang," tambahnya.