- Tim delegasi Iran meninggalkan tempat pembicaraan dengan Amerika Serikat di Swiss pada hari Minggu (21/6). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap ancaman yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump, menurut laporan.Tasnim.
Mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding Iran, media melaporkan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai protes terhadap ancaman Trump yang akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak berhasil meyakinkan kelompok pro-Iran di Lebanon untuk berhenti "menciptakan masalah."
Kemudian, ketua tim negosiasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf meminta Amerika Serikat untuk lebih waspada dalam menyampaikan pernyataan.
Ia juga menegaskan kesiapan pasukan militer Iran dalam menghadapi setiap ancaman yang muncul.
"Mereka (AS) sebaiknya berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Angkatan bersenjata kami siap merespons. Apa pun yang mereka ucapkan, kami akan mengambil langkah tegas," ujar Ghalibaf melalui platform X, dilaporkan oleh Antara, Senin (22/6).
Pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat, yang diawasi oleh Pakistan dan Qatar, berlangsung rahasia di kawasan resor Burgenstock, Pegunungan Alpen, pada hari Minggu.
Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa putaran pertama pembicaraan tersebut telah usai.