Iklan

Sekolah Keraton Solo Kian Tumbang, Sentono Dalem Khawatir SD Kasatriyan Ikuti Jejak SMA Murni dan SD Pamardi

Sunday, July 5, 2026, 11:31 PM WIB Last Updated 2026-07-05T04:00:49Z
Ringkasan Berita:
  • Sekolah yang berada di bawah naungan Keraton Kasunanan Surakarta semakin berkurang. Setelah SMA Murni Surakarta dan SD Pamardi Putri tutup, kini SD Kasatriyan juga menghadapi risiko yang sama.
  • SD Kasatriyan hanya menerima empat siswa baru pada tahun 2026. Sentono Dalem BRM Nugroho Iman Santoso mengungkapkan bahwa keadaan sekolah saat ini memprihatinkan.
  • Ia mengingatkan perbaikan manajemen dan berharap kepemimpinan Keraton segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan SD Kasatriyan serta memastikan kelangsungan pendidikan di Keraton Surakarta.

Liputan Jurnalis, Ahmad Syarifudin

, SOLO –Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah secara perlahan mulai menutup satu per satu.

Setelah SMK Murni Surakarta dan SD Pamardi Putri berhenti beroperasi, kini SD Kasatriyan dikabarkan dalam keadaan memprihatinkan dan menghadapi risiko nasib yang sama.

Situasi ini disampaikan oleh Sentono Dalem Keraton Kasunanan Surakarta, BRM Nugroho Iman Santoso.

"Yang menjadi masalah jika saya perhatikan ini sudah berkembang menjadi isu yang lebih luas. SMA murni juga sudah runtuh. Kemudian SD Pamardi Putri juga sudah jatuh. Sekarang tinggal menunggu yang lain," katanya saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Nugroho, kemunduran institusi pendidikan di lingkungan Keraton tidak terjadi secara mendadak.

Ia menilai beberapa sekolah yang dahulu merupakan bagian dari sejarah pendidikan di Keraton kini semakin kehilangan peran dan eksistensinya.

SD Kasatriyan Hanya Mengakui Empat Siswa Baru

Pada situasi ini, SD Kasatriyan kini menghadapi tantangan yang sangat berat.

Pada penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026, sekolah bersejarah tersebut hanya menerima empat siswa.

Nugroho menganggap jumlah siswa baru yang sedikit sebagai salah satu tanda bahwa keadaan sekolah tidak dalam kondisi yang baik.

Selain perubahan peta persaingan dalam dunia pendidikan, ia juga menyoroti aspek pengelolaan yayasan yang mengelola sekolah-sekolah Keraton.

"Nah sekarang setelah berjalannya waktu, khususnya saat ini SD Kasatriyan atau lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan keraton sedang menghadapi kondisi yang kurang baik. Kondisi dan situasi peta pendidikan pada masa kini sudah berbeda. Yang kedua tentu berkaitan dengan tenaga kerja yang menangani manajemen yayasan," ujarnya.

Khawatir SD Kasatriyan akan mengikuti sekolah-sekolah yang telah tutup Kekhawatiran terhadap SD Kasatriyan yang mungkin akan ditutup Khawatir SD Kasatriyan akan mengalami nasib yang sama dengan sekolah-sekolah lain yang sudah tutup Kekhawatiran akan penutupan SD Kasatriyan seperti sekolah-sekolah sebelumnya Khawatir SD Kasatriyan akan mengikuti langkah sekolah-sekolah yang telah tutup Kekhawatiran terhadap masa depan SD Kasatriyan yang mirip dengan sekolah-sekolah yang sudah tutup Khawatir SD Kasatriyan akan ditutup seperti sekolah-sekolah lain yang sudah berhenti beroperasi Kekhawatiran akan penutupan SD Kasatriyan yang serupa dengan sekolah-sekolah sebelumnya Khawatir SD Kasatriyan akan mengalami nasib yang sama dengan sekolah-sekolah yang telah tutup Kekhawatiran terhadap SD Kasatriyan yang mungkin akan ditutup seperti sekolah-sekolah lain

Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa SD Kasatriyan akan mengikuti jejak SMA Murni Surakarta dan SD Pamardi Putri jika tidak segera mendapatkan perhatian yang serius.

"SD Kasatriyan saat ini dalam kondisi sakit dan menderita jika tidak segera diberikan bantuan, tidak segera diambil tindakan yang positif. Saya pastikan SD Kasatriyan akan binasa," ujarnya.

Menurut Nugroho, penyelamatan SD Kasatriyan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak agar sekolah yang memiliki nilai historis tersebut tetap bisa bertahan.

Berharap Kepemimpinan Baru Dapat Menghidupkan Kembali Pendidikan Keraton

Nugroho berharap adanya kepemimpinan baru di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta mampu membawa perubahan terhadap dunia pendidikan.

Ia menginginkan Pakubuwono XIV Hangabehi dan Pakubuwono XIV Purbaya keduanya memberikan perhatian terhadap kelangsungan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Keraton.

"Harapan saya sekarang sudah berubah. Masa itu kini telah beralih ke era PB yang baru, yaitu PB generasi milenial dan Gen Z. Semua PB masih muda. Harapan saya adalah kedua PB ini saling bersaing untuk memperbaiki atau mengembangkan SD Kasatriyan serta mengembalikan kejayaan SD Kasatriyan. Itu saja harapan saya. Kepada kedua PB, semoga mereka saling bersatu dan bekerja sama dengan baik," ujarnya.

(*)

Komentar

Tampilkan