
, JAKARTA — Rusiamenerapkan larangan sementara ekspor bahan bakar pesawat atauavturuntuk memastikan kelancaran pasokan di pasar lokal.
Dalam pernyataan pemerintah Rusia yang dilansir dariKantor Berita Anadolupada Selasa (2/6/2026), aturan pembatasan ini juga berlaku untuk bahan bakar pesawat yang dibeli melalui pasar komoditas dan akan berlaku hingga 30 November 2026.
Pemerintah Rusia mengatakan kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan ketahanan pasar bahan bakar di dalam negeri meskipun menghadapi berbagai tantangan pasokan energi.
"Tujuan dari hal tersebut adalah memastikan kestabilan pasar bahan bakar dalam negeri," demikian pernyataan pemerintah Rusia.
Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi beberapa pengiriman tertentu, seperti ekspor yang sudah dimasukkan ke dalam prosedur kepabeanan sebelum kebijakan diberlakukan serta pasokan yang dikirim sesuai dengan perjanjian antar pemerintah.
Sebelumnya, Moskow juga menerapkan kebijakan serupa pada bulan April dengan melarang ekspor bensin dari produsen lokal hingga 31 Juli 2026.
Pada masa itu, pemerintah Rusia menjelaskan tindakan tersebut diambil guna memastikan kestabilan pasar bahan bakar dalam negeri selama musim peningkatan permintaan dan aktivitas pertanian, sekaligus merespons kenaikan harga minyak global yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Rusia menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya memastikan pasokan bahan bakar ke pasar dalam negeri tetap stabil dan tidak mengalami gangguan.