Iklan

Orang yang Cek Ponsel Saat Bangun Tidur Punya 8 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi

Sunday, June 7, 2026, 8:20 AM WIB Last Updated 2026-06-07T11:49:02Z
 

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, ponsel telah menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menganggap smartphone sebagai "teman pertama" yang mereka pegang begitu bangun pagi. Sebelum membersihkan wajah, minum air, atau sekadar bergerak, tangan sudah secara alami mencari ponsel di samping tempat tidur.

Kebiasaan ini terlihat remeh, namun dalam psikologi, tindakan yang dilakukan secara otomatis dan berulang sering kali mencerminkan kondisi mental, cara berpikir, serta kebutuhan emosional seseorang. Cara seseorang memulai hari dapat memberikan gambaran tentang bagaimana otaknya bekerja sepanjang waktu.

Kemudian, apa sebenarnya yang ditunjukkan oleh seseorang yang langsung memeriksa ponselnya sesaat setelah bangun tidur?

Dikutip dari Expert Editor, terdapat delapan ciri yang biasanya dimiliki oleh mereka berdasarkan perspektif psikologi.

1. Mengalami Ketergantungan Digital yang Besar

Salah satu tanda yang paling umum adalah ketergantungan terhadap teknologi atau kecanduan digital. Ketika seseorang merasa harus segera memeriksa notifikasi, media sosial, atau pesan begitu bangun tidur, otak sebenarnya sedang mencari stimulasi instan.

Psikologi mengungkapkan bahwa notifikasi mampu memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia dan penghargaan. Setiap pesan baru, like, atau pembaruan memberikan rasa kecil yang membuat seseorang ingin terus memeriksa ponselnya.

Akhirnya, otak terbiasa mencari "hadiah cepat" ini setiap pagi. Akibatnya, seseorang secara tidak sadar merasa ada yang kurang jika belum membuka ponsel setelah bangun.

2. Cenderung Mengalami Kecemasan Sosial atau Rasa Takut Kehilangan Kesempatan (FOMO)

Banyak orang yang langsung mengambil ponsel mereka di pagi hari sering merasa cemas karena takut melewatkan informasi atau FOMO (Fear of Missing Out). Mereka khawatir ada berita penting, pesan mendesak, atau sesuatu yang terjadi saat mereka sedang tidur.

Emosi ini menyebabkan otak kesulitan benar-benar rileks karena secara bawah sadar selalu merasa perlu "terhubung" dengan dunia luar.

Dalam psikologi kontemporer, FOMO dikaitkan dengan keinginan untuk tetap terlibat dalam lingkungan sosial. Semakin besar rasa cemas seseorang terhadap interaksi sosial, semakin kuat hasratnya untuk terus mengikuti aktivitas orang lain melalui media sosial atau aplikasi pesan.

3. Mempunyai pikiran yang dinamis dan sulit untuk rileks

Tidak semua kebiasaan ini memiliki dampak buruk. Ada beberapa individu yang langsung memeriksa ponsel mereka karena memiliki pikiran yang sangat dinamis sejak pagi hari.

Mereka terbiasa berpikir cepat, mengolah informasi, dan ingin segera mengetahui jadwal atau perkembangan terkini. Umumnya, jenis orang ini merasa pagi adalah waktu yang penting untuk langsung "menyalakan mesin" produktivitas mereka.

Namun, jika tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup untuk diri sendiri, kebiasaan ini dapat menyebabkan otak cepat lelah karena langsung terkena aliran informasi begitu bangun dari tidur.

4. Cenderung Sulit Memisahkan Kehidupan Pribadi dengan Pekerjaan

Banyak orang mengakses email kantor atau grup kerja segera setelah bangun. Dalam bidang psikologi kerja, kebiasaan ini mencerminkan batas yang tidak jelas antara kehidupan pribadi dan profesional.

Mereka merasa perlu selalu siap, tanggap, dan tersedia setiap saat. Akibatnya, waktu istirahat tidak benar-benar bermakna karena pikiran tetap terhubung dengan tugas pekerjaan.

Secara jangka panjang, kebiasaan ini bisa memperbesar kemungkinan mengalami stres berkelanjutan dan kelelahan mental, terutama jika dilakukan setiap hari tanpa adanya istirahat yang cukup.

5. Memiliki Permintaan Tinggi Terhadap Pengendalian

Beberapa orang merasa lebih tenang setelah mengetahui perkembangan terbaru pada pagi hari. Mereka ingin memastikan tidak ada pesan penting yang terlewat, perubahan jadwal, atau kejadian mendadak yang harus segera ditangani.

Dari perspektif psikologis, hal ini menggambarkan keinginan untuk memiliki kendali dan kepastian. Dengan memeriksa ponsel, mereka merasa lebih siap menghadapi hari.

Orang yang memiliki sifat demikian umumnya merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian dan cenderung ingin mengetahui segala sesuatu lebih dulu agar dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.

6. Lebih Mudah Terdistraksi

Kebiasaan mengaktifkan ponsel segera setelah bangun tidur sering dikaitkan dengan kemampuan fokus yang rendah. Ketika seseorang langsung melihat notifikasi, media sosial, video pendek, atau berita, otak terbiasa beralih perhatian secara cepat.

Ini menyebabkan pikiran kesulitan untuk berkonsentrasi pada satu hal dalam jangka waktu yang lama.

Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih efisien meskipun sebenarnya hanya sibuk berpindah dari satu informasi ke informasi lain. Pola ini disebut dengan perhatian yang terpecah atau pengalihan perhatian.

7. Mempunyai Kebutuhan Pemenuhan yang Tinggi

Beberapa orang merasa dihargai atau diperhatikan ketika melihat pemberitahuan di pagi hari. Pesan yang masuk, komentar, atau interaksi di media sosial bisa memperkuat perasaan diterima secara sosial.

Psikologi menggambarkan hal ini sebagai keinginan akan validasi dari luar. Artinya, perasaan seseorang cukup terpengaruh oleh tanggapan dari orang lain.

Jika pemberitahuan yang diterima membuat senang, suasana hati seseorang bisa langsung membaik. Sebaliknya, jika tidak ada pesan atau tanggapan yang diharapkan, seseorang mungkin merasa kecewa atau kurang semangat dalam menjalani hari.

8. Kesulitan dalam Menikmati Kesunyian

Pagi merupakan salah satu waktu paling baik bagi otak untuk beradaptasi secara perlahan sebelum menghadapi kegiatan sehari-hari. Namun, orang yang langsung mengambil ponselnya seringkali merasa tidak nyaman dengan ketenangan.

Mereka cenderung memerlukan rangsangan sejak pagi hari, seperti informasi, hiburan, atau komunikasi secara digital.

Meskipun demikian, berdasarkan berbagai penelitian psikologi, mengambil jeda beberapa menit tanpa gangguan setelah bangun tidur dapat membantu meningkatkan konsentrasi, suasana hati, serta stabilitas emosional sepanjang hari.

Apakah Kebiasaan Ini Selalu Merugikan?

Tidak selalu.

Menggunakan ponsel di pagi hari tidak berarti seseorang mengalami masalah psikologis yang parah. Banyak orang melakukannya karena kebiasaan yang terbentuk akibat tuntutan pekerjaan, gaya hidup, atau rutinitas sosial.

Namun, jika kebiasaan ini menyebabkan seseorang merasa cemas, kesulitan berkonsentrasi, mudah stres, atau bahkan tidak bisa menikmati pagi tanpa ponsel, mungkin saatnya untuk mulai mengatur kembali pola penggunaan perangkat elektronik.

Beberapa ahli psikologi menyarankan agar seseorang memberikan jeda selama 15 hingga 30 menit setelah bangun tidur sebelum mengakses ponsel. Waktu singkat ini bisa dimanfaatkan untuk minum air, melakukan pernapasan yang tenang, melakukan peregangan, berdoa, atau hanya sekadar menikmati suasana pagi.

Kebiasaan kecil dapat membantu otak memulai hari dengan lebih tenang dan mengurangi beban tekanan digital secara langsung.

Penutup

Cara seseorang memulai hari sering kali mencerminkan kondisi pikiran dan perasaannya. Seseorang yang langsung melihat ponsel setelah bangun tidur biasanya menunjukkan sifat seperti ketergantungan pada teknologi, rasa takut ketinggalan informasi, keinginan untuk mengontrol situasi, hingga kecenderungan mencari pengakuan dari orang lain.

Meski tampak biasa, kebiasaan ini bisa memengaruhi konsentrasi, perasaan, dan kualitas hidup jika dilakukan berlebihan.

Di tengah dunia yang semakin padat dan penuh dengan kecepatan, mungkin sesekali kita perlu memberi waktu pada diri sendiri untuk benar-benar "bangun" terlebih dahulu sebelum kembali terhubung dengan dunia digital.
Komentar

Tampilkan