KOTAWARINGIN BARAT — Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan utama Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada malam Kamis (18/6). Kejadian ini melibatkan sebuah mobil pribadi berwarna hitam yang mengalami kerusakan besar di bagian depan setelah menabrak bagian belakang truk Fuso yang membawa muatan kelapa sawit.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.20 WIB diduga kuat disebabkan oleh pengemudi mobil yang mengalami gangguan jarak pandang akibat asap tebal dari knalpot kendaraan besar tersebut. Sebelum kecelakaan terjadi, truk Fuso dikabarkan mengalami masalah teknis saat melintas dan sempat terjebak di tengah jalan. Sopir kemudian berusaha memindahkan kendaraannya perlahan ke sisi jalan.
Namun, karena gangguan pada mesinnya, truk tersebut justru mengeluarkan asap tebal yang mengepul tinggi saat berjalan. Pada saat bersamaan, sebuah mobil pribadi berwarna hitam datang dari arah seberang. Kepadatan asap dari truk Fuso membuat pengemudi mobil kemungkinan besar kesulitan melihat keberadaan kendaraan bermuatan kelapa sawit tersebut dengan jelas, sehingga terlambat dalam mengantisipasi jarak.
Kurangnya penerangan di sepanjang jalan utama menuju Kubu disebut memperparah keadaan pada malam itu. Kondisi jalan yang gelap menyebabkan pengemudi memiliki pandangan yang sangat terbatas. Akibat benturan yang tak bisa dihindari, pengemudi mobil mengalami cedera di bagian dahi, sementara kendaraannya mengalami kerusakan parah di bagian depan. Meski demikian, untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, dan kedua belah pihak dilaporkan memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Pada hari yang sama, kondisi lalu lintas di Kotawaringin Barat terlihat memprihatinkan. Kecelakaan terpisah juga dilaporkan terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru. Peristiwa yang melibatkan bentrokan antara dua sepeda motor tersebut berakibat fatal, menyebabkan salah satu pengemudi mengalami patah tulang kaki yang cukup parah dan harus dibawa ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan medis intensif. (*)