Iklan

MLSC All-Stars 2026: Surabaya Kembali, Kalahkan Solo 2-1 dan Melangkah ke Semifinal

Sunday, June 28, 2026, 5:39 AM WIB Last Updated 2026-06-28T05:04:23Z
 

– Tim All Stars Surabaya menunjukkan semangat juara saat mengalahkan All Stars Solo di babak perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026, Jumat (26/6). Awalnya ketinggalan setelah gol Ika Wonda, tim yang dilatih Saidong bangkit dan berhasil membalikkan situasi dengan kemenangan 2-1 untuk meraih tiket ke semifinal.

Laga berjalan sangat ketat sejak peluit pertama ditiup. Solo tampil dengan penuh keyakinan dan berhasil mencuri gol terlebih dahulu melalui Ika Wonda. Gol tersebut membuat Surabaya menghadapi tekanan, khususnya di lini tengah yang beberapa kali kalah dalam pertarungan bola.

Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Surabaya perlahan menemukan ritme permainannya dan mulai menguasai bola. Pola umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas tim mulai berjalan dengan efektif hingga membuat Solo lebih banyak bertahan.

Kerja keras Surabaya membuahkan hasil pada menit ke-11. Emily Zitara dari SDN Manukan Kulon Surabaya berhasil memanfaatkan kesempatan untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Gol itu mengubah arah pertandingan. Surabaya tampil semakin ganas dan berani menekan lini pertahanan Solo. Dalam cuaca Kudus yang cukup panas, kedua tim saling bertukar serangan, namun Surabaya lebih efisien dalam memanfaatkan kesempatan.

Gol kemenangan akhirnya tercipta pada menit ke-24 oleh Jesshica dari SDK Santa Maria Goretti Surabaya. Keunggulan 2-1 berhasil dipertahankan hingga pertandingan berakhir, sehingga membawa Surabaya melaju ke babak semifinal.

Hasil tersebut juga memperkuat prediksi Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, yang sebelumnya menyatakan bahwa persaingan di babak perempat final akan sangat sengit. Menurut pelatih dengan lisensi UEFA Pro ini, delapan tim yang berhasil melaju memang menunjukkan konsistensi sejak fase grup.

Khusus pertandingan antara Surabaya melawan Solo, Jacksen menganggap laga ini menjadi yang paling menarik karena merupakan satu-satunya pertandingan perempat final yang mempertemukan dua tim yang sebelumnya belum pernah bertemu. "Di sini kita akan melihat kecerdasan pelatih dalam mengatur tim agar tetap konsisten dan mampu memberikan kejutan. Sementara tim yang pernah kalah harus melakukan evaluasi dan mencari momentum untuk bangkit. Setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri," katanya.

Pelatih All Stars Surabaya Saidong mengungkapkan rasa bangganya terhadap respons para pemainnya yang tetap menjaga kepercayaan diri meskipun ketinggalan lebih dulu. "Anak-anak menjalankan instruksi dengan sangat baik. Kami tetap mempertahankan gaya permainan tim, yaitu dominasi bola yang kuat. Meskipun pertandingan ini berupa knockout yang penuh tekanan, saya memberi tahu mereka untuk berani bermain karena itulah sepak bola. Dan hal itu dilakukan oleh anak-anak," ujarnya.

Menurut Saidong, gol yang dicetak oleh Solo tidak menyebabkan timnya mengubah strategi bermain. Ia meminta para pemain tetap tenang dan konsisten dalam menjalankan taktik yang telah disiapkan. "Itu bagian dari permainan sepak bola. Lawan memanfaatkan kesempatan dan mencetak gol. Setelah itu, saya hanya meminta anak-anak untuk terus bermain seperti biasanya. Apapun yang terjadi, tetap jalani permainan dengan pendekatan langsung," katanya.

Saidong juga memberikan apresiasi khusus kepada Emily Zitara yang kembali menjadi salah satu pemain kunci di lini depan Surabaya. Menurutnya, pemain tersebut memiliki kemampuan membaca ruang yang sangat baik. "Emily memiliki kemampuan mengambil posisi dengan baik. Dia mampu bermain sebagai striker maupun penyerang sayap. Mobilitas dan pola pikirnya saat berada di lapangan sangat bagus," katanya.

Di sisi lain, kapten tim Surabaya Locita Olahnismara Nismara menyampaikan bahwa para pemain tetap mempertahankan semangat meskipun sempat tertinggal. "Saya katakan kepada rekan-rekan, ayo bangkit dengan mental juara. Kita pasti mampu, ayo kuat dan penuh semangat. Kita belum kalah karena waktu masih cukup banyak," katanya.

Menghadapi babak semifinal, Locita menganggap bahwa tim perlu mempersiapkan diri dengan lebih matang, khususnya dari segi fisik dan mental. "Fisik harus dipersiapkan dengan lebih baik lagi karena pertandingan semifinal pasti lebih berat," ujarnya.

Sejalan dengan kaptennya, Saidong menganggap babak semifinal akan menjadi ujian mental yang sesungguhnya bagi pemain muda Surabaya. "Kapan kita kuat? Ketika ada tekanan. Kapan kita tampak hebat? Ketika ada tekanan. Jadi, semifinal ini kesempatan bagi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih tangguh," tegasnya.

Komentar

Tampilkan