Iklan

Kronologi Bocah TK Dibully di Jakpus, Nenek Syok Lihat CCTV, Pelaku Ternyata Remaja

Monday, June 15, 2026, 11:13 AM WIB Last Updated 2026-06-15T12:16:48Z

Kisah seorang anak TK yang menjadi korban bullying di Jakarta Pusat memicu perhatian masyarakat. Ternyata, pelaku bullying tersebut masih berusia remaja.

Korban diketahui memiliki inisial MWP (6). Sementara pelaku memiliki inisial R (18).

Kronologi Anak TK yang Diperlakukan Kasar di Jakarta Pusat

Ternyata peristiwa buruk tersebut terjadi di Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (7/6/2026). Peristiwa itu dilakukan oleh dua remaja.

Nenek korban, Linda (56) menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi di malam hari ketika MWP sedang bermain bersama anak-anak di Taman Kramat Pulo. Kemudian dia dihubungi oleh orang tua korban yang memberitahukan bahwa MWP mengalami kejang-kejang.

"Awalnya anak saya menelepon saya, katanya MWP mengalami kejang. Anak saya bingung mengapa cucu saya pulang dari bermain tiba-tiba mengalami kejang," kata Linda dilansir dari Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Linda bersama orang tua korban selanjutnya membawa MWP ke Rumah Sakit Kramat. Namun di rumah sakit tersebut, MWP hanya diberi resep obat tanpa adanya pemeriksaan lebih lanjut. Linda kemudian mengantarkan MWP ke Rumah Sakit Cikini.

"Lalu MWP kami bawa ke RSCM, di sana diterima. Segera dirawat karena cucu saya sudah tidak sadar," tambah Linda.

Setelah itu, karena penasaran dengan penyebab kejang-kejang yang dialami cucunya, Linda pergi ke Taman Kramat Pulo tempat MWP bermain pada malam Minggu.

Saat melihat kamera CCTV, Linda terkejut karena mengetahui cucunya sedang menjadi korban bullying oleh dua remaja.

Cucu saya ditarik, kemudian dilempar ke tiang listrik. Ditempelkan ke tiang listrik. Dilihat dari rekamannya, tiangnya terkena aliran listrik," kata Linda.

 

Di sisi lain, ibu korban bernama Vira (26) menyampaikan bahwa motif pelaku adalah mengatakan anaknya yang lebih dulu melakukan perbuatan tidak sopan.

"Katanya anak saya yang lebih dulu menggodai. Katanya dia memegang alat kelaminnya sendiri. Karena awalnya dia tidak terima kalau diisengi lebih dulu," kata Vira dilansir dari TribunnewsBogor.com.

Namun, ketika Vira meninjau rekaman video dari CCTV yang berada di dekat tempat kejadian, tidak terlihat MWP melakukan tindakan yang dituduhkan oleh pelaku.

"Ternyata saya lihat CCTV tidak ada W yang memegang jenis kelaminnya (R) sama sekali. Dia berkata kepada polisi 'Saya tidak suka Pak diisengi duluan dan saya emosian orangnya' " kata Vira.

"Terus dihakimi oleh polisi 'Kalau diulah oleh anak kecil lalu kamu balas?', dia berkata 'Ya Pak, saya tidak terima' " lanjutnya menirukan percakapan pelaku.

Sebelumnya, kakek dari MWP, Linda (56) mengatakan bahwa pelaku mengakui hanya bercanda saat menempelkan cucunya ke tiang yang berarus listrik.

Mendengar hal tersebut, mengenai rangkaian kejadian anak TK yang menjadi korban bullying di Jakarta Pusat, ibu dari korban merasa tidak bisa menerima.

Ia tidak menyangka bahwa pengakuan itu datang dari dua remaja yang menurutnya mampu berpikir secara logis.

Bisakah mereka sudah dewasa. Sudah memahami bahwa aliran listrik berbahaya. Mengapa tidak bisa membedakan mana permainan yang aman atau tidak," kata Linda.

Terhadap kejadian yang menimpa anak mereka, Vira dan suaminya telah melaporkan R dan L ke Polres Metro Jakarta Pusat pada hari Senin (8/6/2026).

"Kalau dari pihak kepolisian mereka mengatakan bagaimana kelanjutannya. Selanjutnya, menurut perkataan suami saya, ini saja yang akan berproses lebih lanjut ke hukum," tegas Vira. (*)

Komentar

Tampilkan