Iklan

Korban Kebakaran Kemayoran Ikut Ujian, Disdik DKI Siapkan Skema Susulan

Friday, June 5, 2026, 3:22 AM WIB Last Updated 2026-06-05T00:04:00Z

, GAMBIR- Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menjamin siswa yang terkena dampak kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat tetap bisa mengikuti ujian akhir semester melalui sistem ujian ulang.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terkena dampak kebakaran agar memastikan hak mereka dalam mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi.

"Jadi memang diberikan sebagai ujian ulangan. Meskipun tidak ada kejadian kebakaran, anak-anak bisa saja sakit atau mengalami halangan, sehingga dalam sistem ujian tersebut terdapat ujian utama dan ujian ulangan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Pencatatan Siswa yang Terkena Dampak Masih Berlangsung

Nahdiana mengatakan, saat ini beberapa sekolah di Jakarta sedang melakukan penilaian akhir semester.

Namun pelaksanaannya tidak dilakukan secara bersamaan karena disesuaikan dengan kalender akademik setiap sekolah.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan DKI masih melakukan pendataan terhadap siswa yang terkena dampak kebakaran dan belum sempat mengikuti ujian akibat peristiwa tersebut.

"Benar, hal itu sudah dilakukan. Sedang didata oleh tim kami. Karena tidak semua anak yang terdampak tersebut sudah mengikuti ujian atau belum, ini sedang didata," katanya.

Ia menyampaikan, meskipun gedung sekolah tidak terkena dampak kebakaran, banyak siswa mengalami kesulitan karena rumah mereka ludes terbakar.

Keadaan ini menyebabkan sejumlah siswa kehilangan tempat tinggal sementara dan memerlukan perlakuan khusus agar tetap bisa melanjutkan proses belajar.

Dinas Pendidikan Membuka Posko Bantuan Dokumen Pendidikan

Selain menyelenggarakan ujian ulang, Dinas Pendidikan DKI juga membuka pos pelayanan untuk warga yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran.

Posko tersebut berperan dalam membantu pengurusan berbagai dokumen penting seperti surat keterangan lulus serta berkas pendidikan lainnya yang ikut terbakar.

"Anak-anak juga kita buat posko bagi yang dokumen pendidikannya seperti ijazah. Karena harus ada laporan, maka kita buka posko untuk membantu meneruskannya ke pihak yang berwenang," ujar Nahdiana.

Ia berharap seluruh siswa yang terkena dampak kebakaran tetap bisa mengikuti proses belajar tanpa kendala meskipun sedang menghadapi musibah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak yang menjadi korban kebakaran dapat segera terpenuhi.

Berita Lainnya

Baca berita lainnya melalui Google News atau langsung di halaman Indeks Berita.

Komentar

Tampilkan