Iklan

Dadan Hindayana Dipecat Presiden Prabowo, Mensesneg Sebut Soal Disiplin

Saturday, June 6, 2026, 5:16 AM WIB Last Updated 2026-06-05T22:10:38Z
Dadan Hindayana Dipecat Presiden Prabowo, Mensesneg Sebut Soal Disiplin
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya setelah melalui proses pemantauan dan evaluasi selama hampir 1,5 tahun.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan perubahan ini didasarkan pada beberapa catatan, khususnya terkait disiplin dalam menjalankan SOP, tata kelola, serta menjaga mutu makanan.
  • Pemerintah masih melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penjualan-pembelian dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi belum menemukan adanya pelanggaran.
 

Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses penilaian yang berlangsung selama hampir satu setengah tahun.

Sekretaris Negara Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan berbagai catatan yang ditemukan selama proses pemantauan dan penilaian terhadap kinerja institusi yang menjalankan program gizi nasional.

Pada perubahan yang diumumkan Selasa (2/6/2026), jabatan Kepala BGN yang sebelumnya dipegang oleh Dadan Hindayana kini digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala.

Di sisi lain, dua mantan wakil kepala sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, juga dihentikan.

Jabatan wakil kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari serta Mayjen Eddy Trenggono.

Prasetyo menyebutkan, salah satu faktor utama yang dipertimbangkan Presiden dalam melakukan pergantian kepemimpinan berkaitan dengan disiplin dalam pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), termasuk tata kelola dan pengawasan mutu makanan.

"Pastinya selama satu setengah tahun melakukan pemantauan dan evaluasi, banyak catatan yang kemudian menjadi dasar pertimbangan bagi Bapak Presiden dalam melakukan perubahan ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki," ujar Mensesneg RI Prasetyo dilansir dalam berita Tribunnews.com, Rabu (3/6/2026).

Ada hal yang berkaitan dengan masalah disiplin dalam melaksanakan SOP.

"Ada hal yang berkaitan dengan masalah disiplin dalam menjalankan tata kelola, termasuk disiplin dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional," tambahnya.

Berdasarkan pendapat Prasetyo, beberapa temuan dan catatan yang muncul selama proses evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan perubahan kepemimpinan di lingkungan BGN.

Pemerintah berharap para pemimpin yang baru dapat meningkatkan berbagai aspek yang selama ini menjadi fokus perhatian.

Ia juga meminta pimpinan baru BGN menjalankan tugas dan fungsi lembaga secara maksimal untuk mendukung pelaksanaan program-program pemerintah dalam bidang gizi.

Di sisi lain, Prasetyo juga merespons isu yang muncul mengenai dugaan perdagangan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Dadan Hindayana.

Namun demikian, pemerintah belum menemukan adanya pelanggaran karena proses audit internal masih berlangsung.

"Semua sedang dalam proses audit internal. ini merupakan bagian... Sekali lagi kami sampaikan, bagian dari pemantauan dan evaluasi yang terus-menerus kita lakukan," tutupnya.

Prasetyo menekankan bahwa audit ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan BGN mampu menjalankan tanggung jawabnya secara efisien dan sesuai dengan tujuan program yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

(*)

Penyusunan artikel ini dilakukan oleh Tribunnews.com

Baca Berita Lainnya di Google News

Ikuti dan ikut serta dalam saluran Whatsapp

Komentar

Tampilkan