
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan peringatan terakhir kepada PT PLN (Persero) mengenaipemadamanpasokan listrik yang tidak stabil di Pulau Jawayang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyebut pemerintah telah melakukan tindakan dengan mengadakan rapat evaluasi dan pengawasan terhadap PLN. Terutama, dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sudah memberikan ultimatum, tinggal teknis pelaksanaannya di PLN," kata Bahlil saat diwawancarai di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (20/6).
Bahlil menyampaikan dalam rapat yang diadakan bersama PLN, BUMN ini mengungkapkan bahwa masalah yang dialami terkait pemadaman bergilir ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan batu bara berkalori sedang atau menengah.
Namun Bahlil menolak mengatakan bahwa penyebab pemadaman listrik bergilir disebabkan oleh pasokan batu bara. Alasannya, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara telah memerintahkan perusahaan-perusahaan pengelola tambang untuk memenuhi kebutuhan PLN. Sementara jumlah kebutuhan batu bara untuk PLN mencapai 154 juta ton sepanjang tahun ini.
Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan bahwa hingga saat ini PLN telah menandatangani kontrak batu bara sebesar 134 juta ton dengan perusahaan tambang batu bara. Bahlil juga mengakui bahwa saat ini masih terdapat kekurangan pasokan sebesar 18 juta untuk PLN.
"Tetapi tugas teknis pengiriman batu bara hingga sampai ke pembangkit bukan menjadi tanggung jawab Dirjen Minerba. Ini merupakan kewenangan teknis dari manajemen logistik PLN," katanya.
Ia menyatakan, dalam pengadaan batu bara untuk PLN, pemerintah wajib menyiapkan alokasi bagi perusahaan dan mendorong secepatnya terbentuknya kontrak antara PLN dan perusahaan. Setelah kontrak disepakati, proses berikutnya bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas PLN.
Bahlil juga meminta PLN untuk segera mengambil tindakan yang tepat agar pemadaman listrik yang disampaikan masyarakat tidak terulang lagi.
"Kami hanya sebagai regulator. Pihak yang melakukan eksekusi adalah PLN, tugas saya adalah mengawasi dan meminta PLN sebagai pelaksana untuk mempercepat mitigasi yang terukur agar dapat melayani (masyarakat) dengan baik," katanya.
Gangguan Dua Pembangkit
PT PLN (Persero) sebelumnya mengumumkan dua unit pembangkit listrik besar di wilayah Jawa mengalami gangguan dan tidak bisa beroperasi sementara. Keadaan ini menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik di sistem Jawa.
PLN menyatakan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih berada dalam kondisi yang dapat dikendalikan. Meskipun demikian, pengelolaan beban listrik dilakukan guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik serta memastikan keandalan jaringan.
"Langkah tersebut diambil karena ada kendala teknis operasional pembangkit serta dua unit pembangkit besar mengalami kerusakan sehingga tidak beroperasi sementara, yang menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto dalam pernyataannya, Jumat (19/6).
Pengelolaan beban dilakukan guna memastikan kestabilan sistem kelistrikan. Pemulihan pasokan listrik terus berlangsung dengan mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan serta meningkatkan suplai dari pembangkit lain yang masih beroperasi.
"PLN terus berkolaborasi dalam mempercepat pemulihan, memaksimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta mengatur operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik serta mengurangi dampak terhadap pelanggan," ujar Gregorius.
PLN memohon maaf kepada pelanggan yang terkena dampak dari pengaturan beban tersebut. Perusahaan menjamin bahwa situasi ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap setelah kemampuan pasokan kembali meningkat.
"Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan perbaikan kondisi pasokan sistem," katanya. PLN belum memberikan keterangan mengenai wilayah mana saja yang terkena dampak maupun jenis gangguan teknis pada dua pembangkit besar tersebut.